Apa Itu Nilai Tukar Petani? Ini Penjelasannya

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Nilai Tukar Petani (NTP) Indonesia kembali menguat pada September 2026. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat NTP nasional mencapai 131,11, naik 1,49 persen dibandingkan Agustus 2026.
Kenaikan tersebut terjadi karena indeks harga yang diterima petani tumbuh lebih tinggi daripada indeks harga yang dibayar. Dengan demikian, harga hasil produksi pertanian meningkat lebih cepat dibandingkan harga barang dan jasa yang dibutuhkan petani.
Kondisi ini menunjukkan adanya perbaikan daya tukar petani terhadap kebutuhan konsumsi rumah tangga maupun biaya produksi. Lantas, apa itu Nilai Tukar Petani dan bagaimana cara membaca angkanya? Mari simak penjelasan selengkapnya berikut ini.
Apa Itu Nilai Tukar Petani (NTP)?
Berdasarkan penjelasan dari laman Badan Pusat Statistik Kab. Aceh Selatan, Nilai Tukar Petani (NTP) adalah perbandingan antara indeks harga yang diterima petani (It) dan indeks harga yang dibayar petani (Ib) dalam bentuk persentase.
Indikator ini digunakan untuk melihat kemampuan daya tukar hasil produksi pertanian terhadap barang dan jasa yang dibutuhkan petani, baik untuk keperluan usaha maupun konsumsi rumah tangga.
Secara sederhana, NTP menunjukkan apakah harga yang diterima petani dari hasil produksinya lebih besar atau lebih kecil dibandingkan biaya yang harus dikeluarkan. Nilai NTP dihitung menggunakan rumus NTP = (It/Ib) × 100.
Adapun cara membaca nilai NTP adalah sebagai berikut:
NTP > 100: Petani mengalami surplus karena harga yang diterima dari hasil produksi lebih tinggi dibandingkan harga yang harus dibayarkan untuk kebutuhan konsumsi dan produksi.
NTP = 100: Petani berada dalam kondisi impas karena tingkat harga yang diterima sebanding dengan harga yang harus dibayarkan.
NTP < 100: Petani mengalami defisit karena harga yang harus dibayarkan lebih tinggi dibandingkan harga yang diterima dari hasil produksi.
Dengan begitu, semakin tinggi NTP, semakin besar pula daya beli petani terhadap barang dan jasa yang dibutuhkan.
Fungsi Nilai Tukar Petani (NTP)
Nilai Tukar Petani (NTP) memiliki beberapa fungsi penting, terutama dalam menggambarkan kondisi ekonomi dan daya beli petani. Dikutip dari laman Lumbung Data Provinsi Banten, berikut beberapa fungsi NTP:
Mengukur Kesejahteraan Petani: NTP dapat digunakan untuk melihat kemampuan daya beli petani melalui perbandingan antara harga produk pertanian yang dihasilkan dengan harga barang dan jasa yang dibutuhkan untuk konsumsi rumah tangga serta biaya produksi.
Menganalisis Kondisi Petani: Data NTP dapat menjadi bahan analisis untuk melihat kinerja dan kemampuan petani dalam menghadapi perubahan harga hasil produksi maupun kebutuhan yang harus dibayar.
Menjadi Dasar Kebijakan Pertanian: Perubahan NTP dapat memberikan gambaran mengenai kondisi ekonomi petani sehingga dapat menjadi salah satu pertimbangan dalam penyusunan kebijakan di sektor pertanian.
Baca Juga: Nilai Tukar Petani September 2026 Cetak Rekor Tertinggi
(ANB)
