Konten dari Pengguna

Apa Itu Rebo Wekasan? Ini Penjelasan dan Tradisinya di Tanah Jawa

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi sholat Rebo Wekasan. Foto: Mirsan/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi sholat Rebo Wekasan. Foto: Mirsan/kumparan

Daftar isi

Rabu (21/9) besok, sebagian masyarakat Muslim di tanah Jawa akan memperingati Rebo Wekasan. Ini adalah tradisi turun-temurun dari nenek moyang yang masih dilestarikan sampai sekarang.

Secara bahasa, Rebo Wekasan atau Rebo Pungkasan artinya hari Rabu Terakhir. Sesuai dengan namanya, tradisi ini dilakukan setiap hari Rabu terakhir di bulan Safar, menjelang perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Saat Rebo Wekasan tiba, banyak masyarakat Muslim Jawa yang menyambutnya dengan berbagai ritual. Bagi yang ingin tahu lebih jauh apa itu Rebo Wekasan dan tradisinya, simak penjelasannya dalam artikel berikut.

Apa Itu Rebo Wekasan?

Ilustrasi membaca Al-quran, salah satu tradisi menyambut Rebo Wekasan. Foto: FS Stock/Shutterstock

Bagi sebagian kaum Muslim Jawa, Rebo Wekasan adalah hari yang dikeramatkan karena dianggap mendatangkan kesialan. Untuk menangkal bala tersebut, mereka disarankan untuk melakukan ritual tertentu.

Dijelaskan dalam jurnal Rebo Wekasan Menurut Perspektif KH. Abdul Hamid dalam Kanz Al-Najah Wa Al-Surur oleh Umma Farida, asal-usul tradisi Rebo Wekasan merujuk pada pendapat KH. Abdul Hamid Kudus.

Menurut ulama tersebut, Allah SWT menurunkan berbagai macam bencana dan cobaan hari Rabu terakhir di bulan Safar. Hal ini didasarkan pada hadits Rasulullah SAW berikut:

Tidak ada penyakit menular, tidak ada mitos, tidak ada prasangka buruk, tidak ada (keramat) bulan Safar.” (HR. Bukhari)

Selain sebagai bentuk permohonan kepada Allah agar dijauhkan dari segala malapetaka, tradisi Rebo Wekasan juga menjadi perwujudan rasa syukur umat Muslim kepada Allah yang telah mempertemukannya kembali dengan bulan Safar.

Tradisi Rebo Wekasan

Ilustrasi Al-quran. Foto: Erick Fahrizal/Shutterstock

Tradisi yang dilakukan masyarakat dalam menyambut Rebo Wekasan berbeda-beda di setiap daerah. Ada yang menunaikan sholat sunnah, membaca kitab suci Al-Quran, hingga melantunkan sholawat Nabi.

1. Sholat Rebo Wekasan

Sholat Rebo Wekasan dilaksanakan pada hari Rabu terakhir di bulan Safar. Mengutip Buku Induk Fikih Islam Nusantara tulisan K.H. Imaduddin Utsman al-Bantanie, pengamalan sholat sunnah ini tertuang dalam beberapa keterangan ulama tasawuf, salah satunya kitab Mujarrobat al-Daerabi.

Menurut kitab tersebut, sebagian ahli makrifat mengatakan bahwa setiap tahun turun 320 ribu bala (musibah) di hari Rabu terakhir bulan Safar. Maka, barangsiapa yang melaksanakan sholat empat rakaat Allah akan menjaganya dari seluruh bala tersebut selama setahun. (Mujarrobat) al-Daerabi: 108)

Kendati demikian, sholat Rebo Wekasan tidak boleh diniatkan dengan “Saya niat sholat Rebo Wekasan”, sebab sholat adalah ibadah, dan ibadah tidak boleh dikerjakan selain yang wardi dari syara’.

Bagi yang ingin menunaikannya, niatkan sholat Rebo Wekasan dengan niat sholat hajat, yaitu sholat sunnah yang dilakukan ketika seseorang memiliki suatu keinginan atau hajat. Dalam hal ini, sholat Rebo Wekasan diniatkan untuk menjauhkan diri dari musibah dan bencana.

2. Membaca Surat Yasin

Ada pula umat Muslim yang menyambut Rebo Wekasan dengan membaca Surat Yasin bersama. Bagian ayat “Salamun qaulan min rabb al-rahim” dibaca 313 kali, lalu dilanjutkan ayat setelahnya sampai selesai. Rangkaian ritual ditutup dengan membaca doa tolak bala.

Ilustrasi Al-quran. Foto: dotshock/Shutterstock

3. Membuat Air Salamun

Air salamun merupakan air yang dimasukkan ayat-ayat berawalan “salamun”. Ayat-ayat tersebut ditulis pada kertas putih lalu dicelupkan ke dalam air dan diminum dengan niat mengharapkan berkah.

Tradisi tersebut banyak dilakukan oleh masyarakat Kudus. Sebagian dari mereka percaya bahwa siapa pun yang meminum air salamun akan diselamatkan dari berbagai malapetaka yang turun selama setahun ke depan.

4. Selamatan

Ritual berupa selamatan juga banyak dilakukan masyarakat Indonesia pada saat Rebo Wekasan. Ritual ini dilakukan dengan membagikan nasi pada tetangga, saudara, atau ke suatu tempat seperti masjid atau musala untuk dinikmati bersama-sama. Mereka yang tidak mampu membuat nasi cukup membawa makanan ringan, buah-buahan, atau minuman.

Masyarakat meyakini ritual selamatan ini dilakukan sebagai bentuk pendekatan diri kepada Tuhan dengan bersedekah disertai harapan agar diselamatkan dari segala bentuk bencana dan musibah.

(ADS)

Frequently Asked Question Section

Kapan tradisi Rebo Wekasan?
chevron-down

Tahun ini, Rebo Wekasan diperingati pada Rabu, 21 September 2022.

Apa tujuan Rebo Wekasan?
chevron-down

Untuk menangkal musibah dan bencana.

Apa saja tradisi menyambut Rebo Wekasan?
chevron-down

Ada yang menunaikan sholat sunnah, membaca ayat suci Al-Quran, hingga melantunkan sholawat Nabi.