Apa Itu Recycle? Ini Pengertian dan Contoh Kegiatannya

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sampah menjadi salah satu permasalahan yang perlu mendapatkan perhatian lebih di seluruh dunia. Selain meningkatkan kepedulian terhadap kebersihan, diperlukan teknik pengelolaan khusus seperti tindakan daur ulang atau yang lebih dikenal dengan istilah recycle untuk mengantisipasi permasalahan sampah.
Recycle merupakan salah satu metode yang bisa membantu masyarakat menghemat uang, energi, hingga sumber daya alam. Dengan metode ini, sampah atau limbah dapat diolah sedemikian rupa hingga menjadi barang yang bisa digunakan kembali.
Menurut laman resmi Kementerian LHK, angka sampah di Indonesia pada tahun 2021 mencapai 68,5 juta ton. Jumlah ini mengalami peningkatan dibanding tahun 2020 yang totalnya 67,8 juta ton. Sampah ini berasal dari proses produksi, baik industri maupun domestik atau rumah tangga.
Agar lebih memahami cara mengelola sampah yang benar, ketahui dulu apa itu recycle dan contoh kegiatannya yang bisa disimak di bawah ini.
Apa Itu Recycle?
Muzzachr dalam buku The Secret Of Green Marketing Property For Competitive Advantage menjelaskan, recycle atau daur ulang adalah proses pengolahan limbah menjadi barang baru yang bisa digunakan kembali.
Melalui daur ulang, barang-barang yang sebelumnya tidak berguna atau berubah menjadi sampah dapat diolah menjadi barang baru dengan pendapatan dan kegunaan baru. Bahkan, fungsi barang bisa berbeda dibandingkan sebelum dan sesudah proses daur ulang.
Misalnya, botol air minum kemasan yang awalnya merupakan wadah air minum dapat didaur ulang menjadi pot tanaman hias atau diubah menjadi wadah pensil.
Namun, perlu diingat bahwa tidak semua sampah dapat didaur ulang. Menurut A Singapore Government Agency Website, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan saat mendaur ulang, yaitu:
Jangan buang sampah elektronik seperti televisi ataupun ponsel lama di sembarang tempat.
Cek apakah barang tersebut benar-benar dapat didaur ulang. Sebagai catatan, produk yang bisa didaur ulang ini meliputi barang dari kertas, logam, plastik, dan kaca.
Pastikan barang yang dapat didaur ulang tersebut tidak terkontaminasi dengan makanan ataupun cairan. Solusinya, bilas terlebih dahulu barang tersebut sebelum didaur ulang.
Produk-produk tertentu seperti pakaian, sepatu, dan tas, sebaiknya pertimbangkan untuk menyumbangkannya terlebih dahulu sebelum membuangnya di tempat sampah.
Sebagai gambaran, ada beberapa contoh konkret menerapkan kegiatan recycle dalam kehidupan sehari-hari. Menghimpun dari situs Conserve Energy Future, contoh kegiatannya berupa:
Memaksimalkan penggunaan wadah, kantong, ataupun benda yang dapat digunakan berulang kali.
Memanfaatkan botol plastik air mineral sebagai tempat penyimpanan zat cair tertentu seperti sabun, minyak, dan lain-lain.
Mendaur ulang kembali sisa-sisa bahan makanan.
Mengubah sampah plastik menjadi souvenir.
Melakukan pengolahan sampah organik menjadi kompos.
Mengubah sampah kertas menjadi lukisan atau mainan miniatur.
Memanfaatkan kaleng atau baskom besar sebagai pot bunga atau tempat sampah.
Memanfaatkan gelas atau botol plastik untuk pot bibit dan macam-macam kerajinan.
Memanfaatkan bekas kemasan plastik tebal sebagai tas.
(VIO)
