Konten dari Pengguna

Apa Itu Sempro dan Tips Menghadapinya

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi sempro. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi sempro. Foto: Unsplash

Sempro atau seminar proposal menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari proses penyusunan skripsi, tesis, dan disertasi. Karya ilmiah tersebut menjadi syarat wajib untuk menyelesaikan perkuliahan, sehingga harus disusun dengan baik dan benar.

Yang dimaksud sempro adalah pengajuan rencana penelitian yang dipresentasikan ke dosen pembimbing dan mahasiswa lainnya untuk dievaluasi. Tujuannya adalah untuk membantu mahasiswa dalam menyiapkan skripsi agar arah penelitiannya benar.

Sebelum sempro, peneliti harus menyusun proposal penelitian terlebih dahulu. Proposal berisi semua elemen kunci dalam proses penelitian yang umumnya terdiri dari:

  1. Judul proposal

  1. Pendahuluan yang memuat Latar Belakang, Permasalahan, Tujuan, dan Manfaat Penelitian

  1. Dasar- dasar teori

  1. Metode penelitian yang digunakan

  1. Daftar pihak yang terlibat dalam penelitian

  1. Rincian seluruh kegiatan

  1. Jadwal pelaksanaan kegiatan penelitian

Anda tidak perlu tegang menghadapi sempro, karena bagian ini sebetulnya akan membantu menghasilkan karya ilmiah yang baik. Namun jika Anda tetap nervous, simak beberapa tips berikut ini:

Tips Menghadapi Sempro Agar Proposal Disetujui

Ilustrasi presentasi sempro. Foto: Pexels

Nah berikut ini adalah deretan tips menghadapi sempro agar proposal diterima dosen pembimbing:

  1. Pahami Materi

Sebelum mempresentasikan proposal, Anda harus benar-benar paham tentang apa yang dibahas. Artinya Anda harus tahu seluk beluk materi yang diangkat.

Jika ingin meyakinkan dosen bahwa topik yang diangkat otentik dan layak untuk diteliti, Anda harus mendukung argumen tersebut dengan bukti-bukti ilmiah yang sudah ada. Misalnya melalui kajian literatur.

Ini sangat krusial, sebab apabila dasar penelitian sudah jelas dan kuat, kemungkinan besar proposal akan diterima oleh dosen. Selain itu, hanya ungkapkan hal-hal yang benar-benar Anda kuasai. Jika Anda menggunakan sebuah teori tetapi tidak benar-benar memahaminya, itu bisa menjadi bumerang.

  1. Membuat Presentasi yang Sederhana Namun Efektif

Jangan sekadar copy-paste proposal ke dalam power point. Ini tidak akan efektif karena alih-alih memberi informasi yang jelas kepada audiens, isi presentasi yang terlalu panjang malah menyulitkan seseorang untuk fokus.

Buatlah presentasi yang enak dilihat, sederhana, dan menarik. Tuliskan poin-poin pentingnya saja, sementara kamu menjelaskannya secara lisan.

  1. Mempersiapkan Pertanyaan dan Jawaban

Ilustrasi belajar. Foto: Freepik

Setelah presentasi, pembimbing akan melakukan evaluasi. Biasanya mereka akan mengajukan beberapa pertanyaan untuk memperjelas isi proposal.

Sebelum sempro, Anda bisa mengira-ngira pertanyaan apa saja yang mungkin disampaikan oleh dosen penguji. Setelah itu cobalah untuk mencari jawabannya untuk mempersiapkan diri apabila pertanyaan tersebut muncul saat seminar.

  1. Latihan

Ketika berlatih, lakukan seolah-olah Anda memang sedang menghadapi seminar. Ini mencakup materi, cara penyampaian, dan perhitungan waktu. Anda bisa berlatih sendiri atau di hadapan teman-teman agar tidak gugup.

(ERA)