Konten dari Pengguna

Apa Itu Sengkuni dalam Bahasa Gaul? Ini Penjelasannya

Berita Hari Ini
Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
7 Februari 2024 9:45 WIB
·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Apa Itu Sengkuni dalam Bahasa Gaul? Ini Penjelasannya. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Apa Itu Sengkuni dalam Bahasa Gaul? Ini Penjelasannya. Foto: Unsplash
ADVERTISEMENT
Akhir-akhir ini, media sosial dipenuhi dengan istilah sengkuni. Hal ini membuat orang-orang mempertanyakan apa itu sengkuni.
ADVERTISEMENT
Merujuk pada KBBI VI, sengkuni adalah tokoh wayang yang melambangkan orang dengan kepandaian berkata-kata dan banyak akal, tapi suka memfitnah, menghasut, dan mencelakakan orang lain. Sengkuni dalam bahasa gaul juga diartikan seperti itu.
Istilah sengkuni tidak hanya ditujukan pada manusia, tapi juga untuk keadaan yang penuh intrik. Misalnya, ketika orang-orang saling mengadu-domba di media sosial, maka bisa dikomentari, "Situasinya tidak kondusif lagi, sudah seperti sengkuni."

Arti Sengkuni sebagai Istilah Gaul

Mengenal Sengkuni, Tokoh Wayang yang Dijadikan Istilah Gaul. Foto: Pexels
Sebagaimana yang sudah dijelaskan, Sengkuni adalah tokoh dalam pewayangan Jawa. Dalam buku Psikologi Raos dalam Wayang oleh Suwardi Endraswara, diceritakan bahwa saat Sengkuni lahir, ia dirasuki Batara Dwapara yang memiliki sifat sirik, dengki, dan berakal busuk.
Batara Dwapara adalah Dewi Kelicikan yang tinggal di Kahyangan Argawuni. Dia selalu mengadu-domba dewa-dewa lain sehingga kerap terjadi pertikaian di kahyangan.
ADVERTISEMENT
Karena sikap buruknya tersebut, Sang Hyang Widhi yang merupakan Tuhan dalam kepercayaan Hindu Dharma pun turun tangan dan mengutuk Batara Dwapara menjadi manusia. "Di dunia, kamu boleh melampiaskan sifat busukmu sepuas-puasnya," kata Sang Hyang Widhi.
Ketika Batara Dwapara turun ke dunia, permaisuri Raja Awu-awu Langit atau Kerajaan Gandara sedang bersalin. Batara Dwapara segera merasuki tubuh bayi yang diberi nama Harya Suman alias Sengkuni.
Setelah dewasa, Sengkuni mengabdi pada raja Astina bernama Prabu Pandu Dewanata. Pada saat itulah Sengkuni memfitnah Patih Gandamana yang merupakan patih Kerajaan Astina.
Akibatnya, sang patih harus meninggalkan kedudukannya. Hal ini tentu menggembirakan Sengkuni karena jabatan Gandamana akhirnya diberikan kepadanya.
Dosa politik Sengkuni bukan hanya itu. Pandu Dewanata pernah terlibat perang melawan muridnya sendiri, yakni Prabu Tremboko, dan berakhir dengan kematian tragis keduanya.
ADVERTISEMENT
Tragedi berdarah ini terjadi karena taktik adu domba Sengkuni untuk merebut kekuasaan dari Pandu. Kekuasaan Pandu akhirnya diberikan kepada Duryudana yang merupakan keponakan Sengkuni.
Mengenal Sengkuni, Tokoh Wayang yang Dijadikan Istilah Gaul. Foto: Pexels
Sengkuni juga pernah melakukan perbuatan yang tidak bermoral demi warisan dari Pandu Dewanata. Ketika itu, Begawan Abiyasa ingin membagikan minyak sakti Lenga Tala warisan Pandu untuk Kurawa dan Pandawa agar mereka kebal.
Namun, saat pembagian warisan, keributan terjadi karena Kurawa ingin merampas minyak tersebut. Begawan Abiyasa yang terdesak pun terjengkang jatuh, sehingga minyak berceceran di rerumputan.
Melihat itu, Sengkuni segera menanggalkan seluruh pakaiannya, kemudian berguling-guling di rumput yang basah karena minyak. Alhasil seluruh tubuh Sengkuni menjadi kebal, kecuali bagian mulut dan duburnya.
Sengkuni pada akhirnya menemui ajalnya dalam peperangan Bharatayudha, tepatnya pada hari ke-18. Dalam Mahabharata karya Krishna-Dwaipayana Vyasa, dijelaskan bahwa pembunuh Sengkuni adalah Sahadewa yang merupakan putra bungsu Pandawa.
ADVERTISEMENT
Sebelum meregang nyawa, Sengkuni dan Sahadewa sempat terlibat pertarungan yang berlangsung lama. Sengkuni akhirnya gugur setelah kepalanya terpenggal oleh panah berujung mata pedang berlapis emas milik Sahadewa.
(DEL)