Konten dari Pengguna

Apa Itu SJW atau Social Justice Warrior? Ini Arti dan Sejarah Kemunculannya

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi SJW media sosial. Foto: pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi SJW media sosial. Foto: pixabay

Istilah SJW atau social justice warrior belakangan ini sering dibicarakan netizen di media sosial. Bahkan di Twitter, kehadiran beberapa SJW kerap dipandang negatif karena dinilai memiliki sikap dan perilaku yang arogan.

Meski begitu, tak sedikit juga pengguna Twitter yang mendukung aksi-aksi mereka. SJW sendiri diartikan sebagai kelompok pejuang keadilan sosial yang peduli dengan kemanusiaan.

SJW dikenal sebagai golongan sayap kiri yang sangat liberal dan progresif. Mereka biasanya memperjuangkan isu-isu sosial yang terjadi di masyarakat, termasuk isu ras, etnis, HAM, agama, dan lain-lain.

Para SJW biasa memperjuangkan keadilan secara online melalui media sosial atau langsung turun ke jalan. Apa itu SJW dan bagaimana sejarah kemunculannya?

Asal-Usul Istilah SJW

Mengutip Urban Dictionary, SJW merupakan istilah yang digunakan untuk mendefinisikan pejuang keadilan sosial. Mereka adalah kelompok yang mencerminkan nada ironis postmodernisme.

Ilustrasi SJW media sosial. Foto: pixabay

Mulanya, istilah SJW disematkan kepada suatu gerakan spesifik yang memperjuangkan keadilan. Istilah ini pertama kali diperkenalkan oleh Michael Chartrand, seorang aktivis sosial di Kanada pada tahun 1991.

Delapan tahun setelahnya, tepatnya pada tahun 1998, SJW kembali digaungkan di beberapa negara. Bahkan, terbentuk sebuah gerakan bernama “Homeless Action Coalition” yang menjadi koalisi untuk memperjuangkan hak tunawisma.

Mengutip situs Fee Stories, sepanjang tahun 2000-an, SJW dipandang sebagai kelompok yang positif oleh masyarakat. Namun lambat laun, definisi SJW justru mengalami pergeseran makna.

Kini, SJW dipandang sebagai kelompok yang arogan dan mau benar sendiri. Anggapan ini dicerminkan melalui sikap para SJW yang berusaha meneriakkan keadilan di media sosial tanpa menyiapkan riset yang jelas.

Alhasil, argumen mereka terkesan omong kosong dan tidak masuk akal. Terkadang, para SJW juga tidak segan merendahkan kelompok lain demi membela argumen pribadinya.

Oleh karena itu, kehadiran SJW sering kali tidak disenangi oleh masyarakat, khususnya pengguna media sosial. Kini, kata “SJW” tidak lagi digunakan sebagai pujian, melainkan sebagai ungkapan sarkastis.

Ilustrasi SJW media sosial. Foto: pixabay

Seiring berjalannya waktu, jumlah SJW di media sosial semakin bertambah. Berlindung di balik profil kosong, mereka dengan lantang meneriakkan argumen yang tidak masuk akal.

Selain SJW, ternyata ada juga istilah lain yang populer di Twitter. Dirangkum dari berbagai sumber, berikut penjelasannya:

1. Nder

Nder merupakan singkatan dari sender. Kata sapaan ini biasa ditujukan kepada pengirim atau pembuat konten di Twitter. Konten tersebut bisa berupa thread, menfess, retweet, dan lain-lain. Contoh: “Semangat nder, semoga cepet kelar ya masalahnya.”

2. OOT

OOT merupakan singkatan dari “out of topics” yang berarti keluar dari topik. Kata ini biasa digunakan ketika seseorang ingin menginterupsi sebuah obrolan penting. Misalnya, “Sorry OOT, ada yang jual netflix?”

3. Spill

Spill berasal dari frasa bahasa Inggris “spill the tea” yang berarti bocorkan sebuah gosip. Kata ini biasa digunakan ketika seseorang ingin mengetahui gosip terbaru yang sedang ramai. Contoh: “Spill dong kronologinya gimana?”

(MSD)

Frequently Asked Question Section

Apa itu SJW?
chevron-down

SJW diartikan sebagai kelompok pejuang keadilan sosial.

Apa isu yang diperjuangkan SJW?
chevron-down

Umumnya tentang isu ras, gender, dan sosial.

Bagaimana cara SJW memperjuangkan keadilan?
chevron-down

Para SJW biasa memperjuangkan keadilan secara online melalui media sosial dan langsung turun ke jalan.