Apa itu SPF yang Terdapat dalam Tabir Surya?

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sunscreen atau tabir surya merupakan salah satu rangkaian perawatan kulit yang wajib dimiliki. Dalam memilih produk sunscreen, ada beberapa hal yang harus diperhatikan, terutama tingkat SPF-nya.
Mengutip laman Food and Drug Administration (FDA), SPF atau Sun Protection Factor adalah suatu pengukuran berapa lama radiasi UV (ultra violet) yang dibutuhkan untuk memberikan efek sengatan pada kulit. Semakin besar nilai SPF, perlindungan dari sinar UV juga perlu ditingkatkan.
Seperti yang diketahui, matahari memancarkan sinar UV di jam-jam tertentu, contohnya pada siang hari. Sinar UV ini terbagi menjadi dua, yaitu UVA dan UVB.
Fungsi utama dari SPF yang ada pada tabir surya adalah untuk melindungi kulit dari sinar UVB. Selain itu, beberapa tabir surya juga mengandung PA untuk mencegah sinar UVA. Keduanya memberikan proteksi ganda yang ampuh untuk mencegah kerusakan kulit.
Tingkatan SPF
Dikutip dari buku Merawat Kulit Wajah, dua puluh menit merupakan batas toleransi kulit dari sengatan sinar UV. Berdasarkan ketentuan waktu tersebut, inilah kekuatan berbagai jenis SPF dalam melindungi kulit:
SPF 15. Produk dengan SPF 15 akan memberikan ketahanan selama 20 x 15 menit = 300 menit atau 5 jam.
SPF 25. SPF ini bisa menahan sinar UVB selama 20 x 25 menit = 500 menit atau sekitar 8 jam.
SPF 30. Sunscreen dengan SPF mampu melindungi kulit selama 20 x 25 menit = 600 menit atau 10 jam
SPF 50. Kandungan SPF yang tinggi ini memberikan ketahan selama kurang lebih 20 x 50 menit = 1.000 menit atau 16 jam.
Mengapa Perlu Menggunakan Tabir Surya?
Kulit merupakan organ terluar dan menjadi pelindung tubuh. Setiap harinya, kulit terpapar radiasi UV dari sinar matahari.
Nah, tabir surya menjadi tameng untuk memblokir sinar UV yang bisa terserap kulit. Sinar UV sangat berbahaya dan menjadi salah satu penyebab munculnya kanker kulit.
Banyaknya sunscreen yang dipakai juga berpengaruh pada jumlah ultra violet yang diserap. Semakin sering menggunakannya, penyerapan radiasi matahari jadi semakin sedikit.
Karena sunscreen mudah pudar, Anda perlu meningkatkan frekuensi pemakaiannya agar kandungan dalam tabir surya dapat bekerja maksimal seperti semula.
Sering mengoleskan sunscreen juga dianjurkan bagi mereka yang berenang atau beraktivitas di luar ruangan, sebab sunscreen dapat hilang jika terkena air dan keringat.
Cara Memilih Sunscreen yang Sesuai dengan Jenis Kulit
Mengutip laman Boston University News, ada tips yang perlu diketahui sebelum membeli sunscreen agar cocok dengan jenis kulit.
1. Jenis kulit berminyak, berjerawat, atau sensitif
Sunscreen dengan kandungan titanium dioxide atau zinc ozide cocok untuk kulit sensitif. Kandungan bebas minyak dan non-comedogenic juga diperlukan untuk mereka yang berjerawat atau kulit berminyak.
2. Jenis kulit kering
Jika Anda pemilik kulit kering, carilah tabir surya yang mengandung hyaluronic acid atau ceramides untuk mencegah kekeringan pada kulit.
(DAF)
