Apa Itu Trading Halt? Ini Pengertian dan Penyebabnya

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan signifikan sebesar 7,33% ke level 8.321 pada perdagangan Rabu (28/1/2026). Penurunan ini hampir mencapai batas yang memicu penghentian sementara perdagangan saham atau trading halt.
Di Indonesia, Bursa Efek Indonesia (BEI) mengatur mekanisme trading halt dengan tujuan memberikan waktu kepada pelaku pasar untuk merespons perubahan secara bijak. Sebenarnya, apa itu trading halt?
Pengertian Trading Halt
Mengutip laman resmi rdis.idx.co.id, trading halt merupakan penghentian sementara perdagangan saham akibat penurunan tajam IHSG dalam waktu tertentu. Tujuannya untuk menjaga perdagangan efek tetap teratur, wajar, dan efisien.
Trading halt umumnya bersifat sementara dan menjadi pilar penting dalam melindungi investor dari kerugian. Selain itu, trading halt juga memberikan waktu bagi investor untuk mencerna informasi sehingga mereka dapat membuat keputusan yang lebih rasional.
Trading halt dibagi menjadi dua, yaitu direncanakan (planned) dan tidak direncanakan (unplanned). Trading halt planned terjadi karena dividen, merger, atau aksi korporasi, sementara yang unplanned terjadi akibat fluktuasi harga ekstrem atau berita mendadak.
Trading halt juga memiliki tingkatan berbeda yang didasarkan pada persentase penurunan IHSG. Berikut adalah rinciannya:
Tahap Pertama: Trading halt diberlakukan selama 30 menit jika IHSG turun lebih dari 8%.
Tahap Kedua: Jika setelah dibuka kembali IHSG masih turun lebih dari 15%, trading halt kembali diberlakukan selama 30 menit.
Tahap Ketiga: Apabila penurunan mencapai lebih dari 20%, bursa akan melakukan trading suspend yang bisa berlangsung hingga akhir sesi atau lebih dari satu sesi perdagangan dengan persetujuan OJK.
Penyebab Trading Halt
Trading halt dapat terjadi karena berbagai faktor dan alasan. Menyadur dari laman resmi BNI Sekuritas, beberapa adalah faktor penyebab trading halt yang perlu diketahui para investor.
1. Penurunan Tajam IHSG
BEI menerapkan mekanisme circuit breaker sebagai langkah penghentian sementara perdagangan saat IHSG mengalami penurunan tajam. Penurunan ini biasanya dipicu oleh sentimen negatif yang membuat investor melakukan aksi jual besar-besaran dalam waktu singkat
2. Volatilitas Harga yang Tinggi
Ketika harga saham tiba-tiba mengalami lonjakan atau penurunan yang sangat signifikan dalam waktu singkat, BEI dapat menghentikan sementara perdagangan. Tujuannya untuk mencegah terjadinya manipulasi pasar dan menghindari spekulasi yang berlebihan.
3. Peristiwa Global yang Tidak Biasa
Peristiwa besar di tingkat dunia, seperti pandemi, krisis ekonomi, atau konflik geopolitik, bisa memicu penghentian sementara perdagangan saham di bursa. Contohnya adalah pandemi COVID-19 pada tahun 2020, yang menyebabkan circuit breaker beberapa kali diterapkan di berbagai bursa saham di seluruh dunia.
4. Gangguan Teknis pada Sistem Bursa Efek
Masalah teknis seperti gangguan pada sistem perdagangan, kegagalan komunikasi, atau serangan siber dapat memaksa penghentian sementara perdagangan guna menjaga kestabilan pasar.
Baca juga: Analis Beberkan Penyebab IHSG Merosot 7 Persen
(RK)
