Apa Itu Transfer SKN? Ini Pengertian, Kelebihan dan Kekurangannya

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ada beragam sistem transfer dana antarbank di Indonesia, salah satunya adalah metode transfer SKN atau Sistem Kliring Nasional. Namun, apa itu transfer SKN?
Merujuk pada Peraturan BI Nomor 17/9/PBI/2015, SKN adalah infrastruktur yang digunakan BI dalam penyelenggaraan transfer dana dan kliring berjadwal untuk memproses data keuangan elektronik. Penyelenggaraan SKN terdiri dari layanan transfer dana, kliring warkat debit, pembayaran reguler dan penagihan reguler.
Untuk mengenal lebih jauh tentang transfer SKN serta kelebihan atau kekurangan, simak informasi lengkap berikut ini!
Baca Juga: Transfer SKN, Sistem Transfer Uang untuk Pebisnis
Apa Itu Transfer SKN?
Berdasarkan informasi yang dibagikan laman OJK, SKN atau Lalu Lintas Giro (LLG) adalah mekanisme transfer untuk nominal lebih besar dari transfer online. Namun, nilainya dibatasi, tidak boleh melebihi Rp 500 juta per transaksi atau tergantung ketentuan bank peserta.
Sistem transfer ini prosesnya cukup panjang. Ada periode settlement atau proses pemindahan buku dari rekening pengirim ke penerima yang spesifik pada waktu yang sudah ditentukan.
Bank akan meneruskan perintah transfer dari nasabah ke SKN milik BI terlebih dahulu. Kemudian, dana akan dikumpulkan di sistem BI sebelum akhirnya didistribusikan ke bank tujuan sesuai jadwal satu hari.
Setelah dana masuk ke bank tujuan, kemudian dana baru bisa didistribusikan ke rekening penerima. Proses panjang ini kurang lebih memakan waktu sekitar 2-3 hari kerja.
Biaya transfernya cukup terjangkau. Harga dari BI ke peserta (bank) untuk layanan transfer dana sebesar Rp 1/Data Keuangan Elektronik (DKE) dan dari peserta ke nasabah maksimal Rp 2.900.
Untuk layanan kliring warkat debit harga dari BI sebesar Rp 1.000/DKE ke peserta, dan peserta ke nasabah maksimal Rp 5.000. Sementara layanan pembayaran reguler dan penagihan reguler tarifnya Rp 500/rincian transaksi dari BI ke peserta, dan maksimal Rp 5.000 dari peserta ke nasabah.
Kelebihan dan Kekurangan Transfer SKN
Menurut Dwi Riski Swandi dan Andoni Fornio Barusman dalam Sibatik Journal (2022), layanan satu ini memang masih kalah pamor dibandingkan sistem transfer real time online seperti mobile banking atau internet banking.
Layanan ini juga memiliki biaya transfer yang terjangkau. Selain itu sistem transfer ini terjamin aman karena diselenggarakan oleh BI.
Kekurangan penggunaan sistem SKN, yaitu butuh waktu cukup lama. Ini karena ada proses panjang yang harus dilalui, sehingga transaksi yang dilakukan tidak bisa langsung masuk ke rekening penerima.
(NSA)
Frequently Asked Question Section
Ada berapa jenis layanan dalam penyelenggaraan SKN?

Ada berapa jenis layanan dalam penyelenggaraan SKN?
Empat, yatiu layanan transfer dana, kliring warkat debit, pembayaran reguler dan penagihan reguler.
Adakah batasan nominal transfer dengan SKN?

Adakah batasan nominal transfer dengan SKN?
Ada, tidak boleh melebihi Rp 500 juta per transaksi atau tergantung ketentuan bank peserta.
Berapa lama proses transfer menggunakan sistem SKN?

Berapa lama proses transfer menggunakan sistem SKN?
Butuh 2-3 hari kerja untuk dana masuk ke rekening penerima.
