Apa itu Waqaf dan Ibtida' dalam Mushaf Al-Quran? Ini Penjelasannya

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Waqaf dan Ibtida’ merupakan tanda baca yang biasa ditemukan dalam mushaf Al-Quran. Tanda ini berfungsi untuk menunjukkan kepada pembaca kapan harus berhenti dan kapan harus memulainya kembali.
Mengutip laman Nahdlatul Ulama Online (NU Online), waqaf dan ibtida’ adalah kajian penting yang harus dipahami oleh umat Islam sebelum membaca Al-Quran untuk menjaga makna dari ayat-ayat yang dibaca.
Untuk mengetahui lebih lanjut terkait apa itu waqaf dan ibtida’, simak penjelasan selengkapnya dalam ulasan berikut ini.
Apa itu Waqaf?
Menurut Abdul Muhaimin dan Mas’ulil Munawaroh dalam buku Argumentasi Bacaan Gharib & Musykilat, waqaf menurut bahasa adalah menahan atau menghentikan.
Secara istilah, waqaf berarti memutus atau menghentikan suara sejenak pada akhir suku kata untuk mengambil nafas, dengan niat mengulangi bacaan dan tidak berpaling dari aktivitas tersebut.
Dalam pengaplikasiannya, waqaf terbagi menjadi empat macam, yaitu waqaf ikhtibari, idhthirari, intizhari, dan ikhtiari.
Waqaf ikhtibari: dilakukan untuk menguji atau menjelaskan agar diketahui cara waqaf yang sebenarnya. Waqaf ikhtibari dibolehkan hanya dalam proses belajar mengajar dan tidak ada dalam kaidah ilmu tajwid.
Waqaf idhthirari: dilakukan dalam keadaan terpaksa, seperti karena kehabisan nafas, batuk, bersin, dan sebagainya. Jika waqaf idhthirari dilakukan, pembaca harus mengulang dari kata tempat berhenti atau kata sebelumnya yang tidak merusak arti suatu ayat.
Waqaf intizhari: dilakukan pada kata yang diperselisihkan oleh ulama, antara boleh atau tidak. Untuk menghormati perbedaan pendapat, sebaiknya diwaqafkan saja, kemudian diulangi dari kata sebelumnya agar tidak merusak arti.
Waqaf ikhtiari: dilakukan pada kata yang dipilih dengan disengaja atau direncanakan, bukan karena sebab-sebab lain.
Untuk memudahkan dan menolong para pembaca yang belum memahami makna serta seluk beluk waqaf, mushaf Al-Quran dilengkapi dengan pemberian tanda-tanda waqaf. Berikut adalah penjelasan terkait beberapa tanda waqaf dalam mushaf Al-Quran.
1. Waqaf La Washal (لا)
Jika terdapat tanda waqaf dengan huruf lam alif (لا) di tengah ayat, pembaca tidak boleh berhenti. Namun, jika letaknya berada di akhir ayat, maka diperbolehkan untuk berhenti.
2. Waqaf Lazim (مـ)
Jika menemui tanda waqaf dengan huruf mim (مـ), maka bacaan berhenti di akhir kalimat dengan sempurna. Pembaca sebaiknya berhenti sebab kalimat sempurna tersebut tidak ada kaitan lagi dengan kalimat sesudahnya.
3. Waqaf Murakhkhas (ﺹ)
Jika terdapat tanda waqaf dengan huruf sad (ﺹ), hendaknya tidak berhenti. Namun, pembaca diperbolehkan berhenti saat kondisi darurat tanpa mengubah makna dari suatu ayat.
4. Waqaf Washal Aula (ﺻﻠﮯ)
Jika menemui tanda waqaf dengan huruf sad-lam-ya’ (ﺻﻠﮯ), pembaca bisa meneruskan bacaan tanpa mewaqafkannya akan lebih baik.
5. Waqaf Aula (قال)
Jika terdapat tanda waqaf dengan huruf kaf-lam (قال), pembaca dianjurkan untuk berhenti pada kata tersebut.
Baca Juga: Keajaiban Al-Quran Lengkap dengan Dalilnya
Apa itu Ibtida’?
Dirangkum dari buku Bimbingan Tahsin Tilawah Al-Quran karya Fajar Hasan Mursyid, dkk., ibtida’ berarti memulai bacaan kembali setelah waqaf dari awal suku kata pada ayat berikutnya.
Menentukan ibtida’ sebenarnya sangat sulit karena dibutuhkan pemahaman tentang arti Al-Quran. Dalam ibtida’, tidak ada istilah terpaksa (idhthirari) seperti waqaf.
Penentuan ibtida’ juga bergantung dari waqafnya. Agar lebih paham, simak beberapa cara memulai bacaan (ibtida’) dalam Al-Quran.
Jika ibtida’ (memulai bacaan) itu dilakukan setelah memutus bacaan, disunnahkan membaca ta’awwudz dan basmalah apabila ibtida’nya di awal surat.
Apabila ibtida’ dilakukan di tengah-tengah surat, tetap disunnahkan membaca ta’awwudz, dan setelahnya juga diperbolehkan membaca basmalah ataupun tidak.
Apabila ibtida’ dilakukan setelah waqaf, tidak disunnahkan membaca ta’awwudz maupun basmalah karena dia masih dianggap sebagai orang yang meneruskan bacaan. Waqaf di sini fungsinya hanya untuk istirahat semata.
Secara keseluruhan, ibtida’ dibagi menjadi empat jenis, yaitu ibtida tamm, ibtida’ kafi, ibtida’ hasan, dan ibtida qabih. Berikut penjelasannya.
1. Ibtida’ Tamm (Sempurna)
Ibtida’ tamm berarti memulai bacaan setelah kalimat sempurna dan tidak ada hubungannya dengan kalimat atau ayat sebelumnya, baik secara lafadz maupun makna.
2. Ibtida’ Kafi (Cukup)
Ibtida’ kafi berarti memulai bacaan setelah kalimat sempurna, namun masih ada hubungannya dengan kalimat atau ayat sebelumnya secara makna, bukan secara lafadz.
3. Ibtida’ Hasan (Baik)
Ibtida’ hasan adalah memulai dari kalimat yang baru setelah kalimat sempurna. Namun, kalimat baru ini masih memiliki hubungan dengan kalimat sebelumnya secara makna dan lafadz.
4. Ibtida’ Qabih (Buruk)
Ibtida’ qabih berarti memulai bacaan setelah kalimat yang belum sempurna dan masih ada hubungannya secara lafadz maupun makna. Ibtida’ ini harus dihindari karena dapat merusak makna keseluruhan dari suatu ayat.
Baca Juga: Mengenal Bacaan Isymam dalam Al-Quran
(AAA)
Frequently Asked Question Section
Apa saja macam-macam waqaf dalam Al-Quran?

Apa saja macam-macam waqaf dalam Al-Quran?
Dalam pengaplikasiannya, waqaf terbagi menjadi empat macam, yaitu waqaf ikhtibari, idhthirari, intizhari, dan ikhtiari.
Apa arti tanda waqaf lam alif (لا) ?

Apa arti tanda waqaf lam alif (لا) ?
Jika terdapat tanda waqaf dengan huruf lam alif (لا) di tengah ayat, pembaca tidak boleh berhenti. Namun, jika letaknya berada di akhir ayat, diperbolehkan untuk berhenti.
Kapan ibtida’ dilakukan?

Kapan ibtida’ dilakukan?
Ibtida’ dilakukan setelah waqaf pada suatu ayat atau kalimat.
