Apa Makna Filosofis dari Paham Kebangsaan dan Nasionalisme terhadap Bangsa?

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sebuah negara terbentuk dari semangat kebangsaan yang dikenal sebagai nasionalisme. Paham ini menumbuhkan rasa setia atau loyalitas untuk membangun masa depan bersama dalam satu negara, meskipun masyarakatnya beragam.
Keberagaman itu bisa dalam bentuk ras, suku, agama, atau budaya. Namun, perbedaan tidak membuat terpecah, melainkan menciptakan hubungan sosial yang harmonis serta rasa kekeluargaan. Hal inilah yang melahirkan paham kebangsaan dan nasionalisme.
Meski begitu, sebenarnya apa makna filosofis dari paham kebangsaan dan nasionalisme terhadap bangsa? Simak penjelasan selengkapnya berikut ini.
Apa Makna Filosofis dari Paham Kebangsaan dan Nasionalisme terhadap Bangsa?
Nasionalisme menjadi dasar terbentuknya negara kebangsaan. Para pendiri Indonesia menyadari bahwa negara harus berdiri di atas semua golongan. Hal ini penting karena Indonesia terdiri dari berbagai suku dan wilayah yang tersebar luas di seluruh wilayah nusantara.
Pengalaman dijajah melahirkan keinginan untuk merdeka dan hidup sebagai satu bangsa. Dari sinilah paham kebangsaan dan nasionalisme berkembang. Berdasarkan buku, Paradigma Baru Pendidikan Kewarganegaraan: Panduan Kuliah di Perguruan Tinggi oleh Winarno, paham kebangsaan mendorong semangat untuk melepaskan diri dari penjajahan. Sementara itu, nasionalisme menguatkan tekad untuk membangun negara yang merdeka, adil, dan makmur.
Secara filosofis, makna dari paham kebangsaan dan nasionalisme terhadap bangsa adalah meletakkan kesetiaan tertinggi individu pada negara dan bangsa. Setiap warga memiliki tanggung jawab untuk mencurahkan segala tenaga dan pikirannya demi kemajuan, kehormatan, serta kedaulatan negaranya.
Dalam buku Semangat Nasionalisme dalam Bingkai Kehidupan Bermasyarakat, Berbangsa dan Bernegara oleh Ketut Rusmulyani, dijelaskan bahwa nasionalisme Indonesia berlandaskan nilai-nilai Pancasila. Nilai tersebut tercermin dalam berbagai sikap berikut.
Mengutamakan persatuan serta kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi.
Menunjukkan sikap rela berkorban demi kepentingan bangsa dan negara.
Bangga sebagai bangsa Indonesia tanpa merasa rendah diri.
Mengakui persamaan derajat, persamaan hak, dan kewajiban antara sesama manusia dan sesama bangsa.
Mengembangkan sikap tenggang rasa dan tidak semena-mena terhadap orang lain.
Menjunjung tinggi nilai kemanusiaan.
Berani membela kebenaran dan keadilan.
Menganggap pentingnya sikap saling menghomati dan bekerja sama dengan bangsa lain.
Bentuk-Bentuk Nasionalisme
Nasionalisme dapat muncul dalam berbagai bentuk, baik sebagai paham negara maupun gerakan sosial. Berdasarkan Buku Ajar Mata Kuliah: Wawasan IPS sebagai Kajian dalam pembentukan Siakp dan Nilai oleh Lilik Kustiani, dkk, berikut ini beberapa bentuk nasionalisme.
1. Nasionalisme Kewarganegaraan
Nasionalisme kewarganegaraan atau nasionalisme sipil menekankan peran aktif warga dalam kehidupan bernegara. Dalam bentuk ini, kesetiaan dibangun melalui partisipasi rakyat.
2. Nasionalisme Etnis
Nasionalisme etnis berakar pada kesamaan budaya, asal-usul, atau identitas etnis. Keberadaan negara dianggap sah karena adanya ikatan kuat di antara kelompok masyarakat yang memiliki latar belakang serupa.
3. Nasionalisme Romantik
Nasionalisme romantik, atau disebut juga nasionalisme organik, memandang bangsa sebagai sesuatu yang tumbuh secara alami. Dalam pandangan ini, identitas bangsa terbentuk dari sejarah panjang dan pengalaman bersama.
4. Nasionalisme Budaya
Nasionalisme budaya menitikberatkan pada kesamaan kebudayaan. Ikatan tidak didasarkan pada warna kulit, ras, ataupun bahasa, melainkan pada budaya yang dianut bersama.
5. Nasionalisme Kenegaraan
Nasionalisme kenegaraan merupakan gabungan dari nasionalisme kewarganegaraan dan etnis. Rasa nasionalisme yang kuat mendorong persatuan.
Baca Juga: Bagaimana Adaptasi Manusia terhadap Perbedaan Bentang Alam? Ini Penjelasannya
(SA)
