Konten dari Pengguna

Apa Obat Penunda Haid untuk Umroh yang Aman Dikonsumsi? Ini Penjelasannya

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi minum obat. Foto: Pixel-Shot/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi minum obat. Foto: Pixel-Shot/Shutterstock

Waktu keberangkatan ke Tanah Suci untuk melaksanakan haji atau umroh merupakan momen yang sangat ditunggu-tunggu oleh umat Muslim di seluruh dunia. Di sana, mereka bisa memaksimalkan waktu sebaik mungkin untuk menunaikan rangkaian ibadah yang telah ditentukan.

Namun ada kalanya, jamaah wanita terkendala dengan siklus haid yang rutin dialami setiap bulan. Siklus haid ini bisa mengganggu ibadah haji dan umroh mereka, sehingga tidak bisa menunaikan seluruh rangkaiannya secara lengkap.

Dalam hal ini, jamaah wanita diperbolehkan untuk mengonsumsi obat hormonal penunda waktu haid. Mengutip buku 100+ Kesalahan dalam Haji dan Umroh karya Prof. Dr. H. Nasaruddin, syarat pemakaian obat itu harus disertai dengan resep dokter.

Jemaah juga harus memastikan bahwa obat tersebut tidak memberikan efek samping yang berbahaya bagi kesehatan. Apa obat penunda haid untuk umroh yang aman dikonsumsi? Simak artikel berikut untuk mengetahui jawabannya.

Obat Penunda Haid untuk Umroh

Disebutkan dalam situs Kemenkes Pusat Kesehatan Haji, jamaah umroh yang ingin menunda waktu haid bisa menggunakan obat hormonal. Aturan ini dibolehkan selama tujuannya untuk menyempurnakan ibadah umroh.

Ilustrasi obat penunda haid. Foto: MIA Studio/Shutterstock

Syaratnya, jamaah harus berkonsultasi terlebih dahulu ke dokter. Pastikan apakah obat tersebut menimbulkan efek samping yang berbahaya bagi kesehatan atau tidak.

Jamaah bisa mengonsumsi obat norethisterone 5 mg yang berfungsi menguatkan dinding rahim dan menunda menstruasi. Obat ini mengandung hormon sintetik turunan progesteron.

Anda bisa meminum obat ini dengan dosis 1 tablet 2-3 kali sehari. Obat tersebut tidak boleh dikonsumsi dalam jangka panjang atau lebih dari 10-14 hari.

Apabila ingin menunda haid, norethisterone dapat dikonsumsi 1 minggu hingga 3 hari sebelum jadwal menstruasi. Obat ini bisa dikonsumsi hingga Anda selesai melakukan ibadah umroh.

Konsumsi norethisterone dalam jangka panjang dapat menyebabkan perdarahan. Selain itu, ada beberapa efek samping yang ditimbulkan seperti kembung, nyeri kepala, mual, menstruasi yang singkat atau tidak menstruasi, sulit tidur, nyeri payudara, demam, sesak, dan linglung.

Ilustrasi obat penunda haid. Foto: shutterstock

Apabila Anda mengalami keluhan tersebut dan sangat mengganggu aktivitas, segera periksakan diri ke dokter. Ini perlu dilakukan untuk memastikan tidak ada komplikasi yang semakin parah.

Para ulama mengatakan bahwa selama obat penunda haid yang diminum tidak menimbulkan efek negatif, maka diperbolehkan. Hal ini dilakukan untuk menjaga kenyamanan selama beribadah di Tanah Suci.

Namun, seandainya jamaah umroh tidak menggunakan obat penunda haid, lalu mengalami haid, sehingga tidak dapat menyelesaikan ibadah arba'in (shalat berjamaah 40 waktu di Masjid Nabawi), maka itu tidak mengurangi kesempurnaan ibadahnya sedikit pun.

(MSD)

Frequently Asked Question Section

Apakah boleh mengonsumsi obat penunda haid saat umroh?

chevron-down

Boleh dengan syarat berkonsultasi dahulu ke dokter untuk dosis konsumsi obat penunda haid.

Apakah haid mengurangi pahala jamaah umroh?

chevron-down

Seandainya jamaah umroh tidak menggunakan obat penunda haid, lalu mengalami haid, sehingga tidak dapat menyelesaikan ibadah arba'in (shalat berjamaah 40 waktu di Masjid Nabawi), maka itu tidak mengurangi kesempurnaan ibadahnya.

Berapa lama waktu umroh?

chevron-down

Umroh biasanya dilakukan selama 9-12 hari.