Apa Penyebab Kebakaran di Semeru? Ini Informasinya

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) kembali melanda wilayah Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) pada Rabu (26/8). Kali ini, area yang terbakar berada di kawasan Gunung Semeru, tepatnya di Ranu Kembar yang terletak di atas Ranu Kumbolo.
Kondisi tersebut membuat jalur pendakian Gunung Semeru ditutup total hingga batas waktu yang belum ditentukan demi mengutamakan keselamatan pendaki dan proses pemadaman. Lantas, apa penyebab kebakaran di Semeru? Jika penasaran, simak informasinya berikut.
Penyebab Kebakaran di Semeru
Balai Besar TNBTS belum menyampaikan informasi resmi mengenai penyebab kebakaran yang terjadi di Semeru hingga hari ini, Jumat (28/8). Sementara itu, api masih belum sepenuhnya padam dan proses penanganan tengah dilakukan oleh petugas gabungan.
Meski penyebab kebakaran di Semeru belum diketahui, kebakaran hutan dan lahan pada umumnya dapat terjadi karena faktor alam maupun aktivitas manusia. Merujuk situs Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lima Puluh Kota, berikut beberapa faktornya:
1. Faktor Alam
Musim kemarau panjang membuat kondisi hutan kering dan lebih mudah terbakar.
Sambaran petir dapat memicu kebakaran saat kondisi lingkungan kering.
Aktivitas vulkanis seperti letusan gunung dan aliran lahar dapat membakar kawasan sekitar.
Ground fire dapat terjadi di bawah permukaan tanah, terutama pada lahan gambut yang kering.
2. Aktivitas Manusia
Pembakaran lahan untuk membuka area baru dapat merembet ke kawasan hutan.
Konflik atau protes terkait penguasaan lahan dapat memicu pembakaran.
Keterbatasan biaya membuat sebagian masyarakat memilih membakar lahan sebagai cara cepat membuka area baru.
Lemahnya pengawasan dan penegakan hukum dapat meningkatkan risiko pembakaran ilegal.
Api unggun, puntung rokok, atau api untuk mengumpulkan madu dapat memicu kebakaran jika tidak dipadamkan.
Percikan mesin saat penebangan kayu dapat menyulut bahan yang mudah terbakar.
Penggunaan api dalam perburuan satwa liar dapat memicu kebakaran jika tidak dipadamkan.
Jalur Pendakian Gunung Semeru Ditutup Total
Akibat kebakaran yang terjadi, jalur pendakian Semeru ditutup total mulai 26 Agustus 2026 hingga batas waktu yang belum ditentukan. Mengutip Instagram @bbtnbromotenggersemeru, penutupan dilakukan untuk sementara hingga kondisi kawasan dinyatakan aman.
Calon pendaki yang telah melakukan reservasi tiket melalui sistem booking online dapat memilih pengembalian biaya secara penuh (refund) atau reschedule jadwal pendakian. Mekanisme dan ketentuan kedua opsi tersebut akan diumumkan melalui kanal resmi TNBTS.
Meski akses menuju puncak Gunung Semeru ditutup, jalur darat Malang-Lumajang melalui Kecamatan Poncokusumo dan Kecamatan Senduro tetap dapat dilalui secara normal. Destinasi wisata Ranu Regulo juga masih dibuka untuk umum dengan pengawasan sesuai prosedur keselamatan.
Baca juga: Kebakaran Hutan Landa Ranu Kembang, Pendakian Gunung Semeru Ditutup
(RK)
