Apa Penyebab Kebakaran Hutan Way Kambas? Ini Dugaan Sementara

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kebakaran hutan yang melanda kawasan Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Kabupaten Lampung Timur, Lampung, akhirnya berhasil dipadamkan pada Sabtu (22/8). Kebakaran tersebut pertama kali terjadi pada Jumat (21/8) siang dan membakar sekitar 673,4 hektare area.
Proses pemadaman pun tidak mudah dilakukan karena kondisi lahan bergambut, akses menuju titik api yang sulit, dan sumber air yang cukup jauh, sehingga beberapa titik harus dijangkau dengan berjalan kaki. Sebenarnya, apa penyebab kebakaran hutan Way Kambas?
Apa Penyebab Kebakaran Hutan Way Kambas?
Hingga saat ini, penyebab kebakaran hutan Way Kambas belum dapat dipastikan. Kepala Balai TNWK MHD Zaidi menyebut kebakaran tersebut diduga dilakukan secara sengaja, terlebih kejadian serupa juga pernah terjadi di kawasan konservasi tersebut pada tahun-tahun sebelumnya.
"Dugaan kami seperti itu (sengaja dibakar)," kata Zaidi saat ditemui pada Sabtu (22/8/2026), dikutip dari kumparanNEWS.
Dugaan tersebut masih perlu dibuktikan melalui penyelidikan lebih lanjut. Balai TNWK juga belum mengungkap secara rinci bagaimana dugaan pembakaran dilakukan. Sambil menunggu proses tersebut, TNWK menyiapkan sejumlah langkah untuk memperkuat pengamanan kawasan.
Dikutip dari laman resmi Kementerian Kehutanan, langkah tersebut meliputi:
Meningkatkan intensitas pengamanan dan patroli, khususnya di wilayah yang memiliki potensi ancaman kebakaran.
Memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah, TNI, Polri, mitra kerja, dan masyarakat.
Mencegah berbagai ancaman terhadap kawasan konservasi, termasuk kebakaran hutan dan lahan.
Mencegah perburuan satwa liar, pembalakan, perambahan, serta aktivitas ilegal lainnya yang dapat mengganggu kelestarian Taman Nasional Way Kambas.
Faktor Umum Penyebab Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla)
Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) dapat terjadi karena faktor alam maupun aktivitas manusia. Merujuk informasi dari laman Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lima Puluh Kota, berikut beberapa penyebab umumnya:
1. Faktor Alam
Musim kemarau panjang: Suhu tinggi dan kondisi hutan yang kering meningkatkan risiko kebakaran.
Sambaran petir: Petir dapat memicu kebakaran, terutama saat kondisi lingkungan kering.
Aktivitas vulkanis: Letusan gunung berapi dan aliran lahar dapat membakar kawasan hutan di sekitarnya.
Ground fire: Kebakaran yang terjadi di bawah permukaan tanah, terutama pada lahan gambut yang kering saat musim kemarau.
2. Faktor Aktivitas Manusia
Pembakaran lahan: Api untuk membuka lahan dapat merembet ke kawasan hutan jika tidak terkendali.
Konflik lahan: Pembakaran dapat dilakukan dalam konflik antara perusahaan dan masyarakat terkait kepemilikan atau penguasaan lahan.
Protes masyarakat: Pembakaran lahan terkadang dilakukan sebagai bentuk protes terhadap penguasaan lahan oleh perusahaan.
Faktor ekonomi: Keterbatasan biaya membuat sebagian masyarakat memilih membakar lahan sebagai cara cepat dan murah untuk membuka area baru.
Lemahnya penegakan hukum: Pengawasan dan penindakan yang kurang tegas dapat meningkatkan risiko pembakaran secara ilegal.
Api unggun dan puntung rokok: Api yang tidak dipadamkan atau puntung rokok yang dibuang sembarangan dapat memicu kebakaran.
Pengumpulan madu: Api yang digunakan untuk mengusir lebah dapat menjadi sumber kebakaran jika tidak dipadamkan dengan benar.
Penebangan kayu: Percikan dari mesin seperti chainsaw, traktor, atau buldoser dapat menyulut bahan yang mudah terbakar.
Perburuan satwa liar: Aktivitas perburuan yang menggunakan api juga dapat menjadi pemicu kebakaran apabila api ditinggalkan tanpa dipadamkan.
Baca juga: Karhutla Way Kambas Diduga Sengaja Dibakar, TNWK Pantau Kondisi Satwa Liar
(RK)
