Apa Perbedaan Rukun dan Wajib Haji? Ini Penjelasan Lengkapnya

Menyajikan informasi terkini, terbaru dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle dan masih banyak lagi.
Konten dari Pengguna
22 Oktober 2021 16:02
·
waktu baca 3 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Apa Perbedaan Rukun dan Wajib Haji? Ini Penjelasan Lengkapnya (43419)
searchPerbesar
Haji. Foto: Pixabay
Haji adalah rukun Islam kelima, sehingga hukumnya wajib dilaksanakan bagi umat Islam yang memenuhi syarat. Persyaratan yang harus dipenuhi mencakup banyak hal, khususnya soal fisik dan finansial.
ADVERTISEMENT
Dalam bahasa Arab, kata haji bermakna al-qashdu yang berarti menyengaja atau mengunjungi sesuatu yang agung. Sedangkan secara istilah, haji adalah ibadah yang dilaksanakan di kota Mekkah dengan melakukan berbagai amalan yang telah ditetapkan berdasarkan syariat agama Islam.
Ibadah ini juga hanya bisa dilakukan di waktu tertentu, yaitu awal bulan Syawal sampai Hari Raya Idul Adha di bulan Zulhijah. Waktu pelaksanaan haji ini didasarkan pada perkataan Syekh Muhammad Nawawi al-Bantani dalam kitab yang berjudul Nihayah al-Zain, al-Haromain, beliau berkata:
Dan waktu dalam pelaksanaan haji adalah mulai dari awal bulan Syawal sampai fajar hari raya Idul adha (Yaumu al-nahr). Sehingga hanya bisa dilakukan satu kali dalam setahun."
Muhammad Ajib menjelaskan dalam buku Ibadah Haji Rukun Islam Kelima, dalam pelaksanaan ibadah haji terdapat ketentuan-ketentuan khusus yang harus dijalani para jemaah, di antaranya adalah rukun haji dan wajib haji.
ADVERTISEMENT
Lalu, apakah perbedaan dari rukun dan wajib haji? Untuk mengetahui jawabannya, simak penjelasannya di bawah ini.

Perbedaan Rukun dan Wajib Haji

Apa Perbedaan Rukun dan Wajib Haji? Ini Penjelasan Lengkapnya (43420)
searchPerbesar
Haji. Foto: Pixabay
Dituliskan dalam buku Anda Bertanya Ustadz Menjawab terbitan Kawan Pustaka, rukun haji adalah segala amalan atau kegiatan yang harus dikerjakan selama melakukan ibadah haji. Apabila ada salah satu amalan tidak dikerjakan, maka ibadah hajinya tidak sah. Ulama fikih sepakat bahwa ada enam rukun haji yang harus dipenuhi, yaitu:
  1. Ihram, yaitu melakukan niat untuk melaksanakan ibadah haji.
  2. Wukuf di Arafah. Waktu pelaksanaan wukuf ini dimulai dari tergelincirnya matahari di tanggal 9 DZulhijjah (hari Arafah) sampai terbitnya fajar pada tanggal 10 DZulhijjah (Idul Adha).
  3. Tawaf. Secara bahasa, tawaf yaitu berjalan mengelilingi Kabah sebanyak tujuh kali. Arah putarannya adalah berlawanan dengan jarum jam atau Kabah ada di sebelah kiri kita.
  4. Sa’I. Secara sederhana, sa’i diartikan sebagai usaha. Dalam haji, sa’i adalah berjalan kaki dari Bukit Shafa dan Marwah. Dimulai dari Bukit Shafa, kemudian berjalan sampai tujuh kali perjalanan hingga berakhir di Bukit Marwah.
  5. Tahalul, yaitu mencukur rambut kepala setelah seluruh rangkaian haji selesai. Waktunya sekurang-kurangnya adalah setelah lewat tanggal 10 Dzulhijjah.
  6. Tertib. Jemaah harus melakukan kelima rukun haji secara berurutan, tidak boleh acak atau tidak mengerjakannya sama sekali.
ADVERTISEMENT
Berbeda dengan rukun haji, wajib haji adalah segala amalan atau kegiatan yang harus kita kerjakan selama melakukan ibadah haji. Namun, apabila ada salah satu amalan tidak dikerjakan, maka harus diganti dengan dam (denda).
Apa Perbedaan Rukun dan Wajib Haji? Ini Penjelasan Lengkapnya (43421)
searchPerbesar
Haji. Foto: Pixabay
Para ulama sepakat yang termasuk ke dalam wajib haji adalah sebagai berikut:
  1. Ihram, yaitu niat untuk melaksanakan ibadah haji dan dilakukan setelah memakai pakaian ihram.
  2. Mabit di Muzdalifah, yakni menginap atau bermalam di Muzdalifah pada malam ke 10 Dzulhijah setelah selesai melakukan wukuf di Arafah.
  3. Lempar jumrah aqabah, yaitu melemparkan batu kecil sebanyak tujuh kali lemparan yang dilaksanakan pada tanggal 10 Dzulhijjah.
  4. Mabit di Mina, yaitu bermalam di Mina pada tanggal 11, 12 dan 13 Dzulhijjah (hari-hari Tasyrik).
  5. Melontar jumrah pada hari tasyrik. Jemaah wajib melontar ketiga jumrah di tiga tempat yang berbeda, yaitu Jumrah Shughra, Wustho, dan Kubro pada hari tasyrik.
  6. Tawaf wada, yaitu melakukan tawaf atau berputar mengelilingi Ka’bah sebanyak tujuh kali putaran sebelum meninggalkan kota Mekkah.
ADVERTISEMENT
(NDA)
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020