Konten dari Pengguna

Apa yang Dilakukan untuk Perbaikan dalam Melaksanakan Kegiatan Fasilitas CGP?

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Refleksi Calon Guru Praktik Modul 1.1 Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Refleksi Calon Guru Praktik Modul 1.1 Foto: Unsplash

Guru praktik wajib mengisi refleksi di sejumlah modul yang telah dipelajari sebelumnya. Salah satu pertanyaan yang sering muncul yaitu, apa yang akan dilakukan untuk perbaikan dalam melaksanakan kegiatan fasilitasi CGP?

Pertanyaan tersebut biasa muncul di setiap modul pembelajaran, termasuk Modul 1.1. Lewat refleksi pertanyaan tadi, guru bisa membuka ruang diskusi yang sehat antara guru praktik dan guru penggerak untuk membahas paradigma pendidikan Indonesia yang relevan dengan Filosofi Ki Hajar Dewantara.

Menurut laman LMS, program Guru Praktik memang didesain sebagai bagian dari program pendidikan guru selain guru penggerak. Tugas utamanya yaitu mendampingi guru penggerak dalam menjalani proses belajar mengajar di kelas.

Ingin tahu jawaban dari pertanyaan, apa yang akan dilakukan untuk perbaikan dalam melaksanakan kegiatan fasilitas CGP? Simak selengkapnya dalam artikel berikut.

Contoh Refleksi Calon Guru Praktik Modul 1.1 Filosofi Pendidikan Ki Hajar Dewantara

Ilustrasi Refleksi Calon Guru Praktik Modul 1.1 Foto: Unsplash

Dikutip dari jurnal Pembekalan Calon Pengajar Praktik SMAN 1 Ngoro yang disusun oleh Sarwo, pertanyaan 'apa yang akan dilakukan untuk perbaikan dalam melaksanakan kegiatan fasilitas CGP' biasa muncul bersamaan dengan contoh lain. Berikut uraiannya yang bisa dipelajari:

1. Apa pelajaran yang diperoleh selama melakukan aktivitas di modul 1.1?

Dari Filosofi Pendidikan Ki Hajar Dewantara saya mendapatkan pelajaran:

A. Dasar-dasar Pendidikan menurut Ki Hajar Dewantara yang meliputi: menuntun, kodrat anak, pendidikan yang berpihak pada anak, bukan tabula rasa, budi pekerti, dan filosofi petani.

Menuntun: pendidikan itu adalah menuntun segala kekuatan kodrat yang ada pada anak-anak, agar mereka dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya baik sebagai manusia, maupun anggota masyarakat.

Kodrat anak adalah merdeka dan bermain: manusia merdeka adalah manusia yang hidupnya lahir atau batin tidak tergantung kepada orang lain, akan tetapi bersandar atas kekuatan sendiri. Maksud pengajaran dan pendidikan yang berguna untuk kehidupan bersama adalah memerdekakan manusia sebagai bagian dari masyarakat. Permainan anak dapat menjadi bagian pembelajaran di sekolah baik permainan tradisional di setiap daerah maupun permainan anak kekinian seperti gadget.

Pendidikan berpihak pada anak: pendidikan itu didasarkan pada cinta kasih orang tua, karena dengan cinta kasihnya orang tua tidak akan pernah menyakiti anak, bahkan menghamba pada kebutuhan anak.

Bukan Tabula Rasa: anak bukan kertas kosong yang bisa digambar sesuai keinginan orang dewasa. Anak lahir dengan kekuatan kodrat yang masih samar-samar. Tujuan Pendidikan adalah menuntun anak untuk menebalkan garis samar-samar agar dapat memperbaiki lakunya untuk menjadi manusia seutuhnya.

Budi Pekerti: budi pekerti, watak, karakter adalah bersatunya antara gerak pikiran, perasaan, dan kemauan sehingga menimbulkan semangat. Contoh perpaduan cipta, rasa, karsa/karya dan pekerti yang menghasilkan keseimbangan hidup dapat ditemukan pada permainan gamelan dan kegiatan menenun.

Filosofi Petani: Seorang petani (dalam hakikatnya sama kewajibannya dengan seorang pendidik) yang menanam jagung misalnya, hanya dapat menuntun tumbuhnya jagung, ia dapat memperbaiki kondisi tanah, memelihara tanaman jagung, memberi pupuk dan air, membasmi ulat-ulat atau jamur-jamur yang mengganggu hidup tanaman padi dan lain sebagainya. Tetapi petani itu tidak dapat mengubah kualitas bibit yang ada.

B. Relevansi Filosofis Pendidikan Ki Hajar Dewantara

Maksud pendidikan itu adalah menuntun segala kekuatan kodrat yang ada pada anak-anak agar mereka dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya baik sebagai manusia maupun anggota masyarakat.

Guru dan murid berkolaborasi untuk menginisiasi dan menciptakan kedalaman spiritual, intelektual, dan sosial untuk mencapai kebahagiaan sebagai manusia.

Siswa dan guru yang merdeka belajar yang berkolaborasi bersama menggali dan mengembangkan potensi siswa dan mengakomodasi karakteristik masing-masing untuk mewujudkan student wellbeing.

2. Apa yang akan dilakukan untuk perbaikan dalam melaksanakan kegiatan fasilitasi CGP?

Yang akan dilakukan dalam melaksanakan kegiatan fasilitasi Calon guru Penggerak (CGP) antara lain:

A. Mengajak CGP untuk berdiskusi tentang paradigma baru bahwa pendidikan yang diberikan bersifat menuntun anak sesuai dengan kodratnya masing-masing yang berlandaskan Filosofi Pendidikan Ki Hajar Dewantara.

B. Mengajak CGP untuk menggali permainan tradisional di daerahnya masing-masing agar dapat dilibatkan dalam dalam pembelajaran di kelas atau di masyarakat.

C. Mengajak CGP berdiskusi tentang potensi-potensi dan bakat yang dibawa oleh anak sejak lahir dan selanjutnya mencari cara pengembangannya agar potensi-potensi dan bakat itu dapat dikembangkan secara optimal.

D. Mengajak CGP untuk berdialog dalam rangka menemukan budaya daerah yang dapat digunakan untuk menanamkan budi pekerti.

Baca Juga: Cara Login LMS Guru Penggerak, Ini Langkah-langkahnya

(SFN)