Konten dari Pengguna

Apa yang Dimaksud dengan Gap Komunikasi Sebagai Penyebab Asimetri Regulasi?

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi gap komunikasi di lingkungan organisasi. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi gap komunikasi di lingkungan organisasi. Foto: Unsplash

Asimetri regulasi merujuk pada kondisi ketika aturan atau kebijakan dalam suatu organisasi tidak diterapkan secara seragam. Hal ini dapat membuat unit atau individu menjalankan aturan dengan cara yang berbeda, sehingga koordinasi dan kinerja menjadi kurang efektif.

Salah satu faktor yang sering memicu kondisi tersebut adalah adanya gap komunikasi antara pihak yang menyusun aturan dan pihak yang menjalankannya. Lantas, apa yang dimaksud dengan gap komunikasi sebagai penyebab asimetri regulasi? Agar memahami maksudnya, simak pembahasan berikut.

Apa yang Dimaksud dengan Gap Komunikasi Sebagai Salah Satu Penyebab Asimetri Regulasi?

Ilustrasi apa yang dimaksud dengan gap komunikasi sebagai penyebab asimetri regulasi? Foto: Unsplash

Mengutip dari laman elibrary.unikom.ac.id, gap komunikasi merupakan permasalahan dalam penyampaian informasi yang bisa menimbulkan perbedaan pemahaman antar pihak, baik secara verbal maupun nonverbal. Kondisi ini sering dikaitkan sebagai salah satu faktor yang menjadi penyebab asimetri regulasi.

Gap komunikasi terjadi ketika informasi tidak tersampaikan secara efektif kepada seluruh pihak yang terlibat. Akibatnya, muncul perbedaan dalam penafsiran dan pelaksanaan aturan, yang pada akhirnya membuat penerapan regulasi menjadi tidak konsisten.

Berikut beberapa contoh dari gap komunikasi sebagaimana disadur dari buku Loyalitas Pasien: Tinjauan Aspek Pelayanan, Kepuasan, Trust, Komitmen, Brand Equity, dan Hospital Image.

  • Pihak terkait memberikan janji atau target yang terlalu tinggi sehingga tidak dapat direalisasikan secara optimal.

  • Informasi terbaru terkait kebijakan atau perubahan tidak selalu disampaikan secara konsisten.

  • Pesan atau instruksi yang disampaikan tidak dipahami dengan baik oleh penerima.

  • Masukan, keluhan, atau saran tidak ditindaklanjuti secara tepat oleh pihak yang berwenang.

Cara Mengidentifikasi Gap Komunikasi

Ilustrasi cara yang bisa dilakukan untuk mengidentifikasi gap komunikasi. Foto: Unsplash

Untuk memahami dan mengatasi gap komunikasi, perlu ditelusuri sumber terjadinya gangguan tersebut. Disadur dari laman Niche Academy, berikut beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengidentifikasi gap komunikasi.

1. Melihat Interaksi

Cara individu berkomunikasi dan berinteraksi dalam suatu situasi dapat menunjukkan adanya kesenjangan komunikasi, misalnya muncul kebingungan, pertanyaan yang berulang, atau kurangnya keterlibatan dalam percakapan.

2. Mendengarkan Umpan Balik

Dalam komunikasi yang baik, proses tukar pendapat berjalan aktif dan terbuka. Jika hal ini tidak terjadi, bisa muncul hambatan dalam menyampaikan pendapat atau adanya pengalaman sebelumnya yang membuat seseorang enggan memberikan respons.

3. Mengamati Alur Kegiatan

Terganggunya suatu proses dalam organisasi, seperti terjadi keterlambatan atau penurunan kualitas hasil, dapat menjadi tanda adanya informasi yang tidak tersampaikan dengan baik atau terjadi kesalahpahaman.

4. Menilai Proses Komunikasi

Komunikasi yang tidak terarah dan tidak menghasilkan kejelasan tindak lanjut dapat menunjukkan adanya ketidakefektifan dalam penyampaian pesan.

Baca juga: Pasangan Green Flag: Pengertian dan Ciri-ciri Pasangan Green Flag dalam Hubungan

(RK)