Konten dari Pengguna

Apa yang Dimaksud dengan Identitas Primordial? Ini Pengertian dan Dampaknya

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi masyarakat menggunakan gaway untuk mendapatkan informasi. Foto: Tada Images/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi masyarakat menggunakan gaway untuk mendapatkan informasi. Foto: Tada Images/Shutterstock

Pembentukan lingkungan sosial, kebangsaan, dan kenegaraan erat kaitannya dengan identitas primordial. Namun tahukah Anda apa yang dimaksud dengan identitas primordial itu?

Secara terminologi, primordial didefinisikan sebagai ikatan utama seseorang dalam kehidupan sosial. Di mana ia mengutamakan hal-hal yang dibawanya sejak lahir seperti suku bangsa, ras, klan, asal-usul kedaerahan, dan agama.

Primordial telah menjadi identitas yang melekat sangat baik dalam diri seseorang. Identitas primordial tidak hanya menimbulkan pola perilaku yang sama, tetapi juga melahirkan persepsi yang sama tentang bentuk negara yang dicita-citakan.

Dengan kesamaan tersebut, masyarakat dapat membentuk bangsa dan negara yang baik. Namun di samping kelebihannya, terdapat tantangan dan dampak negatif yang dirasakan. Apa saja?

Dampak Identitas Primordial dalam Lingkungan Masyarakat

Ilustrasi kirab budaya saat Cap Go Meh. Foto: Pramata/Shutterstock

Identitas primordial muncul ketika seseorang mengutamakan hal-hal yang ada di dalam dirinya sejak lahir. Misalnya agama yang dianut, nilai-nilai budaya yang dijalani, ras, etnis, dan lain-lain.

Dengan adanya pemahaman tersebut, seseorang cenderung memilih lingkungan yang sejalan dengan identitasnya tersebut. Ia lebih nyaman bersosialisasi dengan teman yang menganut agama yang sama, berasal dari daerah yang sama, dan lain-lain.

Di satu sisi, identitas primordial ini dapat membantu terciptanya bangsa dan negara yang damai. Sebab, masyarakat akan cenderung saling membantu ketika melihat seseorang dengan latar belakang yang sama.

Dijelaskan dalam buku Memahami Ilmu Politik susunan Ramlan S (2005), identitas primordial dapat menimbulkan pola perilaku yang sama. Di samping itu, identitas ini juga dapat melahirkan persepsi dan pandangan yang sama tentang bentuk negara yang dicita-citakan.

Identitas primordial dapat mencegah terjadinya kemajemukan secara budaya. Sehingga, kondisi ini dapat mempermudah pembentukan satu nasionalitas yang baru.

Beberapa negara yang memiliki kemajemukan cukup tinggi terbukti sukar membentuk nasionalitas baru, salah satunya yaitu Malaysia. Sebab, di negara ini terdapat tiga kelompok masyarakat yang jumlah anggotanya relatif seimbang, mencakup India, China, dan Melayu.

Ilustrasi lingkungan majemuk. Foto: Shutter.B/Shutterstock

Meski begitu, tidak selamanya identitas primordial tersebut dapat menjamin terbentuknya suatu bangsa. Karena ada faktor lain yang lebih menonjol, seperti kesamaan visi misi, pemahaman akan dasar negara, dan lain-lain.

Identitas primordial dapat melahirkan pemahaman primordialisme. Dijelaskan dalam buku Sosiologi untuk SMA Kelas XI susunan Kun Maryati, dkk., primordialisme adalah pandangan atau paham yang menunjukkan sikap berpegang teguh pada hal-hal yang sejak semula melekat pada diri individu.

Istilah primordialisme berasal dari bahasa latin “primus” yang artinya pertama dan “ordiri” yang artinya tenunan atau ikatan. Maka, primordialisme dapat berarti ikatan utama seseorang dalam kehidupan sosial dengan hal-hal yang dibawanya sejak lahir.

Premordialisme dalam masyarakat majemuk dapat terjadi karena beberapa faktor, yakni sebagai berikut:

  • Adanya sesuatu yang dianggap istimewa oleh individu dalam suatu kelompok atau perkumpulan sosial.

  • Adanya suatu sikap untuk mempertahankan keutuhan suatu kelompok atau kesatuan sosial dari ancaman luar.

  • Adanya nilai-nilai yang berkaitan dengan sistem keyakinan, seperti nilai keagamaan dan pandangan.

(MSD)