Konten dari Pengguna

Apa yang Dimaksud dengan Jejak Digital? Ini Contoh Pasif dan Aktifnya

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi jejak digital atau digital footprint. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi jejak digital atau digital footprint. Foto: Unsplash

Di era serba digital seperti sekarang, menjelajahi internet menjadi salah satu kegiatan yang menyenangkan dan mudah dilakukan. Pengguna dapat dengan cepat menemukan berbagai konten yang dibagikan oleh teman, rekan, maupun orang lain.

Namun, perlu disadari bahwa setiap aktivitas yang dilakukan di dunia maya meninggalkan jejak, yang dikenal sebagai jejak digital atau digital footprint. Istilah ini biasanya berkaitan dengan keamanan data serta reputasi seseorang di dunia maya.

Jejak digital sendiri terbagi menjadi dua, yaitu jejak digital pasif dan aktif. Untuk memahami lebih jauh mengenai apa yang dimaksud dengan jejak digital, berikut dijelaskan pengertian beserta contoh-contoh dari jejak digital pasif dan aktif.

Apa yang Dimaksud dengan Jejak Digital?

Ilustrasi jelaskan apa yang dimaksud dengan jejak digital dan berikan contoh jejak digital pasif dan aktif. Foto: Unsplash

Mengutip laman Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Kubu Raya, jejak digital atau digital footprint merupakan catatan atau rekam jejak dari seluruh interaksi yang ditinggalkan saat menggunakan internet dan perangkat digital.

Segala aktivitas, mulai dari mengunjungi situs website, berinteraksi di media sosial, mengirim email, hingga berbelanja online, akan meninggalkan jejak digital yang memuat data pribadi, riwayat pencarian, lokasi, serta catatan interaksi lainnya.

Jejak digital ini dapat memberikan banyak manfaat, namun juga berisiko jika tidak dikelola dengan bijak. Oleh karena itu penting untuk selalu memperhatikan dan berhati-hati dengan setiap konten yang diunggah, dibagikan, atau dikonsumsi secara online.

Untuk membantu memahami cara mengelola jejak digital dengan aman, berikut beberapa contoh etika berinternet yang dikutip dari buku berjudul Keamanan Sistem Informasi: Prinsip Dasar, Teori, dan Rekayasa Penerapan Konsep (2023).

  • Ingatlah bahwa setiap orang di dunia maya memiliki perasaan dan kehidupan, jadi penting untuk bersikap baik dan saling menghormati.

  • Bersabar terhadap kesalahan orang lain dan selalu gunakan tiga kata ajaib: "sorry", "thank you", dan "please".

  • Hindari perkataan yang mengandung kata-kata kotor atau hinaan.

  • Dalam pertemuan daring, gunakan pakaian yang pantas karena kamera bisa dinyalakan kapan saja.

  • Menyampaikan kritik maupun menerima kritik memang tidak mudah, jadi perlakukan orang lain sebagaimana ingin diperlakukan.

  • Tunjukkan profesionalisme dalam mengirim email, pesan singkat, maupun berinteraksi di internet, dan hindari spam atau menyebarkan berita yang tidak jelas sumbernya.

  • Perhatikan privasi dan hak cipta dengan meminta izin sebelum mengunggah konten yang bukan milik sendiri.

Contoh Jejak Digital Pasif dan Aktif

Ilustrasi contoh jejak digital pasif dan aktif. Foto: Unsplash

Mengutip buku Jejak Digital: Memahami dan Mengelola Reputasi Era Digital karya Feli Sulianta, jejak digital terbagi menjadi dua jenis utama, yaitu jejak digital pasif dan aktif. Masing-masing jenis memiliki karakteristik yang berbeda-beda.

Berikut ini penjelasan rinci mengenai kedua jenis jejak digital tersebut:

1. Jejak Digital Pasif

Jejak digital pasif merupakan informasi yang dikumpulkan secara otomatis tanpa sepengetahuan atau persetujuan langsung dari pengguna. Data ini biasanya diperoleh melalui situs website, aplikasi, atau layanan daring menggunakan cookie, pelacakan alamat IP, atau teknologi serupa.

Contoh jejak digital pasif antara lain:

  • Riwayat pencarian di mesin pencari: Saat melakukan pencarian di Google, sistem akan menyimpan riwayat pencarian untuk memberikan rekomendasi hasil yang lebih relevan atau menampilkan iklan yang sesuai.

  • Penggunaan cookie pada situs web: Cookie memungkinkan situs web mengingat preferensi pengguna, namun juga bisa digunakan untuk keperluan iklan dan analisis data oleh pihak ketiga.

2. Jejak Digital Aktif

Sebaliknya, jejak digital aktif adalah informasi yang sengaja ditinggalkan oleh pengguna saat berinteraksi di internet. Setiap konten atau data yang diunggah secara sadar akan menjadi bagian dari jejak digital aktif yang dapat dilihat atau diakses oleh orang lain.

Contoh jejak digital aktif antara lain:

  • Unggahan di media sosial: Setiap postingan, komentar, atau “like” di platform seperti Facebook, Twitter, dan Instagram.

  • Komentar di forum daring: Partisipasi dalam diskusi online yang tercatat di server atau platform forum.

  • Email yang dikirim: Pesan yang dikirim secara elektronik juga tercatat sebagai jejak digital aktif.

  • Data yang diisi dalam formulir online: Informasi yang secara sadar dimasukkan ke formulir di situs web atau aplikasi.

Baca juga: 90 Ide Tema Acara Sumpah Pemuda 2025

(RK)