Konten dari Pengguna

Apa yang Dimaksud dengan Media Tanam?

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi bubuk kopi untuk pupuk tanaman Foto: dok.ShutterStock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi bubuk kopi untuk pupuk tanaman Foto: dok.ShutterStock

Apa yang dimaksud dengan media tanam? Hal itu merupakan suatu tempat atau wadah untuk menumbuhkan tanaman, tempat akar atau bakal akar tumbuh. Media tanam juga digunakan untuk pondasi akar agar tanaman dapat berdiri dengan kokoh dan sebagai sarana menghidupi tanaman.

Media tanam sebaiknya tidak mengandung bibit hama dan penyakit, bebas gulma, mampu menampung serta membuang air, lalu memiliki derajat keasaman (pH) antara 6-6,5. Selain itu, media tanam juga harus mengandung remah dan porous sehingga akar dapat tumbuh dan berkembang.

Untuk mendapatkan hasil yang baik, media tanam dapat dibuat dengan bahan kombinasi sesuai jenis tanaman. Hal ini dikarenakan setiap jenis bahan media tanam memiliki pengaruh yang berbeda untuk tanaman.

Ilustrasi Tanaman. Foto: Shutterstock

Media tanam secara umum dapat dibedakan menjadi dua jenis, yakni organik dan anorganik. Media tanam organik merupakan bahan yang digunakan pada komponen dari organisme hidup. Sementara anorganik adalah media yang menggunakan bahan dengan kandungan unsur mineral tinggi dan berasal dari proses pelapukan di inti bumi. Berikut beberapa jenis media tanam yang bisa digunakan.

Media Tanam Bahan Organik

  • Arang

  • Batang Pakis

  • Kompos

  • Moss

  • Pupuk Kandang

  • Serabut Kelapa

  • Sekam Padi

  • Humus

Media Tanam Bahan Anorganik

  • Gel

  • Pasir

  • Kerikil

  • Pecahan Batu Bata

  • Spons

  • Tanah Liat

  • Vermikulit dan Perlit

  • Gabus atau styrofoam

Jenis media tanam yang bisa digunakan untuk memperbanyak hymenocallis coronaria dapat menyerupai kondisi habitat aslinya. Jenis media tersebut adalah podsol, moss, dan serbuk kelapa yang memiliki kemampuan mengikat air dan mengandung zat hara organik yang diperlukan dalam masa pertumbuhan tanaman.

(DNA)