Apa yang Dimaksud Experiential Learning Menurut David Kolb? Ini Jawabannya

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

PPG bagi Guru Tertentu menyajikan berbagai modul yang dirancang untuk memperkuat pemahaman dan keterampilan mengajar. Salah satu bagian penting yang harus dipelajari adalah Modul 2 Topik 3 yang mengangkat tema Pembelajaran Sosial Emosional (PSE).
Di dalamnya, terdapat pembahasan tentang pendekatan Experiential Learning dalam konteks pembelajaran. Materi ini menjadi dasar untuk memahami bagaimana pengalaman nyata dapat dimanfaatkan dalam proses belajar secara efektif.
Untuk mendukung pemahaman peserta terhadap pendekatan ini, materi Experiential Learning kerap muncul sebagai soal yang diujikan. Lalu, apa yang dimaksud dengan Experiential Learning menurut David Kolb? Simak penjelasan lengkapnya dalam artikel ini.
Apa yang Dimaksud dengan Experiential Learning Menurut David Kolb?
Mengutip buku Experiential Learning susunan Marius Wessels, Experiential Learning adalah pendekatan belajar yang menekankan pentingnya pengalaman langsung sebagai dasar dalam proses pembelajaran.
Konsep ini dikembangkan oleh David A. Kolb yang meyakini bahwa pembelajaran akan lebih efektif ketika seseorang terlibat langsung dalam sebuah pengalaman, kemudian merefleksikannya untuk membentuk pemahaman yang dapat diterapkan dalam situasi berikutnya.
Kolb menyatakan bahwa belajar bukan sekadar menyerap informasi, melainkan sebuah proses yang dinamis dan terus berkembang. Dalam proses ini, individu berinteraksi langsung dengan lingkungan, lalu melakukan refleksi dan eksperimen terhadap apa yang telah dialami.
Tahap Pembelajaran Experiential Learning
David Kolb merumuskan siklus pembelajaran ke dalam empat tahap yang saling berkesinambungan. Setiap tahap memiliki peran penting dalam membentuk pengalaman belajar yang utuh:
1. Concrete Experience (Pengalaman Konkret)
Individu mengalami suatu kejadian atau aktivitas secara langsung. Pengalaman ini menjadi dasar dari pembelajaran.
2. Reflective Observation (Observasi Reflektif)
Ilustrasi guru mengerjakan PPG Guru Tertentu. Foto: Aditia Noviansyah/kumparan
Setelah mengalami sesuatu, individu merenungkan apa yang terjadi. Tahap ini mendorong seseorang untuk melihat pengalaman dari berbagai sudut pandang.
3. Abstract Conceptualization (Konseptualisasi Abstrak)
Dari hasil refleksi, individu mulai mengembangkan teori, prinsip, atau kesimpulan yang lebih umum. Ini adalah proses membentuk pemahaman konseptual.
4. Active Experimentation (Eksperimen Aktif)
Teori atau pemahaman yang terbentuk kemudian diuji dalam situasi baru. Hasil eksperimen ini akan menghasilkan pengalaman baru, sehingga siklus kembali berulang.
Manfaat Pendekatan Experiential Learning
Pendekatan Experiential Learning memberikan banyak manfaat, baik dalam konteks pendidikan formal maupun pelatihan profesional. Mengacu pada laman Experiential Learning Institute, berikut manfaat utamanya:
Meningkatkan keterlibatan belajar, karena peserta aktif dalam proses, bukan hanya mendengarkan teori.
Membentuk pemahaman yang lebih mendalam, sebab pengalaman nyata dikaitkan langsung dengan refleksi dan teori.
Melatih kemampuan berpikir kritis dan adaptasi, melalui eksperimen dan evaluasi atas tindakan yang telah dilakukan.
Mendorong kesadaran diri dan pengembangan pribadi, karena peserta belajar mengenali cara belajarnya sendiri.
Baca Juga: Jawaban Cerita Reflektif Modul 3 PPG: Tuliskan Tantangan dan Rumuskan Solusi
(ANB)
