Konten dari Pengguna

Apa yang Harus Dilakukan Jika Mendapatkan Pekerjaan dari Situs Belanja Online?

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi lowongan pekerjaan. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi lowongan pekerjaan. Foto: Unsplash

Di tengah pesatnya perkembangan dunia kerja digital, peluang kerja kini bisa hadir melalui berbagai platform, termasuk situs belanja online. Melalui platform ini, lowongan yang ditawarkan umumnya berupa posisi admin e-commerce yang dapat dikerjakan di rumah saja.

Bagi sebagian orang, model kerja seperti ini menjadi alternatif menarik karena menawarkan fleksibilitas waktu tanpa harus bekerja di kantor. Meski tampak menjanjikan, tidak menutup kemungkinan adanya indikasi penipuan atau scam yang perlu diwaspadai.

Oleh karena itu, setiap tawaran kerja berbasis digital tetap perlu ditinjau dengan hati-hati sebelum diterima. Lantas, apa yang harus dilakukan jika mendapatkan pekerjaan dari situs belanja online? Untuk menyikapi kondisi tersebut, simak penjelasannya berikut ini.

Apa yang Harus Anda Lakukan Jika Anda Mendapatkan Pekerjaan dari Situs Belanja Online?

Ilustrasi apa yang harus anda lakukan jika anda mendapatkan pekerjaan dari situs belanja online? Foto: Unsplash

Tidak semua lowongan kerja dari situs belanja online benar-benar aman, karena sebagian bisa berupa scam. Oleh karena itu, perlu kehati-hatian saat menerima tawaran tersebut. Disadur dari laman Federal Trade Commission Consumer Advice, berikut beberapa hal yang harus dilakukan jika mendapat tawaran pekerjaan dari situs online.

1. Cari informasi tentang perusahaan

Jelajahi media sosial dan cari nama perusahaan atau pihak yang menawarkan pekerjaan dengan menambahkan kata seperti “scam” atau “penipuan” untuk melihat adanya laporan negatif dari orang lain terkait hal tersebut. Selain itu, sebaiknya diskusikan tawaran tersebut dengan orang yang dipercaya agar mendapatkan sudut pandang lain sebelum mengambil keputusan.

2. Jangan pernah membayar untuk mendapatkan pekerjaan

Jika pihak yang menawarkan pekerjaan meminta biaya untuk pelatihan, peralatan, atau keperluan lain, hal tersebut patut dicurigai. Perusahaan yang resmi justru akan membayar pekerjanya, bukan meminta uang di awal proses rekrutmen.

3. Curigai tawaran gaji yang tidak wajar

Jika tawaran gaji terlihat tidak masuk akal dengan pekerjaan yang diberikan, besar kemungkinan itu merupakan modus penipuan. Tawaran seperti ini perlu diwaspadai karena sering digunakan sebagai umpan untuk menggaet para korban.

4. Jaga kerahasiaan data pribadi

Jangan memberikan data pribadi seperti nomor identitas atau rekening bank sebelum memastikan perusahaan benar-benar resmi. Informasi tersebut seharusnya hanya diminta setelah proses perekrutan yang sah.

5. Periksa proses rekrutmen yang digunakan

Pastikan proses rekrutmen berjalan wajar, seperti wawancara yang jelas dan tidak hanya lewat pesan singkat tanpa identitas resmi. Proses yang terlalu instan tanpa seleksi biasanya patut diwaspadai.

Contoh Lowongan Kerja Terindikasi Penipuan

Ilustrasi contoh lowongan kerja terindikasi penipuan. Foto: Unsplash

Masih dari sumber yang sama, berikut beberapa contoh lowongan pekerjaan yang bisa dicurigai sebagai scam atau penipuan.

1. Kerja dari rumah (work from home)

Banyak iklan palsu menawarkan pekerjaan dari rumah dengan iming-iming penghasilan besar dan pekerjaan ringan. Untuk meyakinkan korban, pelaku biasanya meminta pembayaran di awal dengan berbagai alasan seperti pelatihan, paket kerja, atau sertifikasi.

Secara umum, tawaran gaji besar namun beban kerja ringan perlu diwaspadai karena sering mengarah pada penipuan. Berikut beberapa contohnya:

  • Reshipping scam: korban diminta menerima paket, mengganti kemasan, lalu mengirimkannya ke alamat lain, biasanya barang hasil kejahatan seperti pembelian dengan kartu kredit curian.

  • Reselling scam: korban diminta membeli barang murah untuk dijual kembali, tetapi barang tidak pernah dikirim atau hanya barang tidak bernilai yang diterima.

2. Asisten Virtual

Penipu biasanya akan memasang lowongan palsu untuk posisi asisten virtual di berbagai situs kerja. Setelah korban melamar, mereka diminta melakukan tugas sederhana sebagai seorang asisten virtual.

Pelaku kemudian meminta korban mengirim sejumlah uang ke rekening tertentu dengan alasan bagian dari pekerjaan. Modus ini merupakan penipuan karena perusahaan resmi tidak pernah meminta transaksi semacam itu.

3. Pembeli rahasia (mystery shopper)

Pekerjaan sebagai pembeli rahasia biasanya meminta seseorang berpura-pura menjadi pelanggan untuk menilai pelayanan, produk, atau pengalaman di suatu tempat.

Dalam praktiknya, pekerjaan ini sering disalahgunakan oleh pihak tidak bertanggung jawab sebagai modus penipuan. Mereka biasanya menawarkan kesempatan kerja dengan syarat tertentu yang tidak wajar untuk menjerat korban.

Baca juga: Lowongan Magang BMKG Juanda Sidoarjo Dibuka, Ini Syarat Pendaftarannya

(RK)