Apa yang Terjadi Jika Salah Satu Sila Pancasila Dihilangkan? Ini Jawabannya

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pancasila merupakan dasar negara sekaligus pedoman hidup bangsa Indonesia. Dalam buku Pancasila dan Tokoh Pahlawan Indonesia oleh Eva Nur Eviyana dkk., dijelaskan bahwa kelima sila Pancasila mengandung nilai-nilai pendidikan karakter yang membentuk perilaku masyarakat.
Nilai-nilai inilah yang menjadikan Pancasila sebagai acuan dalam menjalankan kehidupan sehari-hari. Selain itu, setiap silanya juga memiliki peran penting dan saling melengkapi sehingga membentuk kesatuan yang utuh.
Pertanyaannya, apa yang terjadi jika salah satu sila Pnacasila dihilangkan? Simak artikel ini untuk mengetahui jawabannya!
Apa yang Terjadi Jika Salah Satu Sila Pancasila Dihilangkan?
Lima sila Pancasila memiliki sifat yang saling terkait dan tidak dapat berdiri sendiri. Lantas, apa yang akan terjadi jika salah satu sila Pancasila dihilangkan?
Mengutip buku Pendidikan Pancasila SD/MI Kelas VI oleh Mohamad Alwi Lutfi, dkk., menghilangkan satu sila berarti menghilangkan makna kesatuan yang menjadi inti dari Pancasila. Tanpa kelima sila yang utuh, Pancasila tidak lagi memiliki landasan yang lengkap sebagai pedoman berbangsa dan bernegara.
Karena itu, dalam mengamalkan Pancasila, masyarakat Indonesia tidak boleh menganggap satu sila lebih penting dari yang lain. Seluruh sila merupakan satu kesatuan yang bulat, padu, dan saling menguatkan.
Hal ini juga ditegaskan oleh Mohammad Hatta sebagai salah satu perumus Pancasila. Ia menyatakan, "Karena Pancasila adalah lima asas yang merupakan ideologi negara, maka kelima sila itu merupakan satu keatuan yang tak dapat dipisahkan satu sama lain. Hubungan antara lima asas itu erat sekali, berkait-kaitan, berangkaian, tidak berdiri sendiri."
Baca Juga: Apakah Kalian Sudah Memahami Maksud dari Pancasila sebagai Dasar Negara?
Makna dari Masing-Masing Sila Pancasila
Dihimpun dari buku Pancasila Suatu Tinjauan Sejarah Perjalanan oleh I Gede Sudarmanto, berikut makna dari masing-masing sila Pancasila:
1. Makna Ketuhanan Yang Maha Esa
Sila pertama mengandung makna bahwa bangsa Indonesia meyakini adanya Tuhan sebagai pencipta alam semesta. Sila ini mengajarkan masyarakat untuk menjalankan perintah-Nya, menjauhi larangan-Nya, dan menghormati keberagaman keyakinan yang ada di Indonesia.
2. Makna Kemanusiaan yang Adil dan Beradab
Sila kedua menegaskan bahwa setiap manusia harus diperlakukan sesuai dengan harkat dan martabatnya. Selain itu, bangsa Indonesia wajib mengakui persamaan hak dan kewajiban seluruh warga negara tanpa membedakan agama, suku, ras, maupun keturunan.
3. Makna Persatuan Indonesia
Sila ketiga bermakna bahwa bangsa Indonesia merupakan satu kesatuan yang utuh meski berasal dari latar belakang yang berbeda-beda. Persatuan ini mencakup berbagai aspek kehidupan, seperti ideologi, politik, sosial, budaya, serta pertahanan dan keamanan.
4. Makna Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan
Sila keempat mengandung makna bahwa pemerintahan Indonesia berjalan berdasarkan prinsip dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat. Selain itu, setiap warga negara memiliki kedudukan, hak, dan kewajiban yang sama dalam pemerintahan.
5. Makna Sila Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia
Sila kelima menegaskan pentingnya menciptakan kesejahteraan dan keadilan yang merata bagi seluruh rakyat Indonesia. Setiap warga diharapkan berkontribusi dalam mewujudkan kemajuan bersama tanpa diskriminasi.
(NSF)
