Konten dari Pengguna

Apakah 0 Bilangan Bulat? Begini Penjelasannya dalam Ilmu Matematika

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Apakah 0 Bilangan Bulat? Foto: Pexels
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Apakah 0 Bilangan Bulat? Foto: Pexels

Ketika mempelajari materi Matematika yang berkaitan dengan jenis bilangan, tentu Anda sudah tidak asing lagi dengan konsep bilangan bulat. Jenis bilangan ini cukup sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari.

Umumnya, bilangan bulat berkaitan pula dengan urutan dan operasi hitung suatu bilangan. Jenis bilangan ini bisa dijadikan sebagai dasar ilmu pengetahuan yang berkaitan dengan numerasi.

Ada banyak jenis bilangan yang dikategorikan sebagai bilangan bulat. Pertanyaannya, apakah 0 itu termasuk dalam bilangan bulat? Untuk mengetahui jawabannya, simaklah pembahasannya berikut ini.

Apa itu Bilangan Bulat?

Ilustrasi Apakah 0 Bilangan Bulat? Foto: Pexels

Mengutip keterangan dari buku Pengenalan Konsep Operasi Bilangan Bulat karya La Eru Ugi dkk., bilangan bulat adalah bilangan yang terdiri dari bilangan nol, bilangan positif dan bilangan negatif. Dalam istilah Matematika, bilangan bulat dilambangkan dengan huruf Z. Berikut klasifikasinya:

  • Bilangan bulat positif (1, 2, 3, 4, ...)

  • Bilangan bulat negatif (-1, -2, -3, -4, ...)

  • Nol (0)

Artinya, bilangan bulat mencakup semua angka yang tidak memiliki komponen pecahan atau desimal, baik yang bernilai positif maupun negatif. Maka, bisa disimpulkan bahwa nol (0) termasuk bilangan bulat.

Operasi Bilangan Bulat

Ilustrasi Operasi Bilangan Bulat Foto: Pexels

Dijelaskan dalam buku yang sama bahwa proses pengerjaan bilangan bulat terdiri dari empat operasi perhitungan khusus, yakni penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian. Adapun sifat dari masing-masing metodenya yakni sebagai berikut:

1. Operasi Penjumlahan Bilangan Bulat

Ada tiga sifat penjumlahan bilangan bulat, yaitu:

  • Sifat komutatif atau sifat pertukaran yang menjelaskan bila a + b = b + a

  • Asosiatif atau sifat pengelompokkan yang menjelaskan bila a + (b+c) = (a+b) + c

  • Invers tambah atau lawan, misal p lawannya dari -p

2. Operasi Pengurangan Bilangan Bulat

Operasi pengurangan adalah kebalikan dari operasi penjumlahan. Bilangan bulat bisa dikurangi oleh suatu bilangan, baik yang bernilai lebih kecil maupun lebih besar. Jika bilangan bulat dituliskan dengan simbol a dan b, maka rumus yang berlaku adalah:

a - b = a + (-b)

3. Operasi Perkalian Bilangan Bulat

Perkalian adalah operasi penjumlahan berulang dengan bilangan yang sama. Dalam operasi perkalian, berlaku prinsip: n x a = a+ a + a + a + ... + a (sebanyak n suku). Maka, sifat hasil operasinya bisa dijabarkan menjadi:

  • Bilangan positif dengan bilangan positif, hasilnya bilangan positif

  • Bilangan positif dengan bilangan negatif, hasilnya bilangan negatif

  • Bilangan negatif dengan bilangan positif, hasilnya bilangan negatif

  • Bilangan negatif dengan bilangan negatif, hasilnya bilangan positif

4. Operasi Pembagian Bilangan Bulat

Operasi pembagian digambarkan melalui tanda bagi berupa titik dua (:) atau posisi angka dalam soal. Adapun sifat-sifatnya pada bilangan bulat meliputi:

  • Bilangan bulat positif dibagi bilangan bulat positif, hasilnya adalah bilangan bulat positif. ( + : + = + )

  • Bilangan bulat positif dibagi bilangan bulat negatif, hasilnya adalah bilangan bulat negatif ( + : - = - )

  • Bilangan bulat negatif dibagi bilangan bulat negatif, hasilnya adalah bilangan bulat positif. ( - : - = +)

  • Setiap bilangan bulat dibagi 1, hasilnya bilangan itu sendiri.

Baca Juga: Pengertian Sudut dan Contohnya dalam Matematika

(SFN)