Konten dari Pengguna

Apakah Ada Perbedaan antara Karya Sastra Drama dan Seni Teater?

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pementasan teater bertajuk "Bunga Penutup Abad" di Ciputra Artpreneur. Foto: Iqbal Firdaus/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Pementasan teater bertajuk "Bunga Penutup Abad" di Ciputra Artpreneur. Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

Drama dan teater merupakan bentuk kesenian yang telah ada sejak lama. Keduanya menghadirkan visualisasi, dialog, gerakan, serta interpretasi peran untuk menyampaikan sebuah pesan atau cerita.

Walau sering dianggap serupa, drama dan teater sebenarnya memiliki cara penyajian yang berbeda. Selain itu, keduanya menyampaikan cerita lewat pendekatan yang tidak sama, mulai dari proses kreatif hingga bagaimana penonton diajak menikmati alurnya.

Perbedaan inilah yang membuat drama dan teater memiliki karakter masing-masing dalam dunia seni pertunjukan. Lantas, apa saja perbedaan antara karya sastra drama dan seni teater? Untuk memahami hal tersebut, mari simak penjelasannya berikut ini.

Pengertian Drama dan Teater

Pementasan teater bertajuk "Bunga Penutup Abad" di Ciputra Artpreneur. Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

Mengutip buku Teka Teki Bermain Drama karya Alifiana Nurul Fadhilah dkk., istilah drama berasal dari bahasa Yunani draomai, yang berarti “bergerak”. Drama merupakan karya yang menampilkan rangkaian gerak dan dialog para pemainnya untuk menggambarkan sebuah cerita.

Sama seperti drama, teater juga berakar dari bahasa Yunani. Menurut Mansurdin dalam buku Pembudayaan Literasi Seni di SD, istilah teater berasal dari kata theatron, yang berarti "tempat untuk melihat" atau area tempat aktor tampil.

Secara luas, teater dipahami sebagai pertunjukan yang menampilkan kisah kehidupan manusia di atas panggung melalui percakapan, gerak, dan perilaku para pemainnya.

Perbedaan Karya Sastra Drama dan Seni Teater

Festival Teater Jakarta 2025 di Gedung Kesenian Jakarta. Foto: Fauzan/ANTARA FOTO

Merujuk pada laman Freshnote dan Pediaa, berikut sejumlah perbedaan antara karya sastra drama dan teater:

1. Media Pementasan

Drama dapat dipentaskan di mana saja, baik dalam kehidupan sehari-hari, ruang sederhana, maupun panggung formal. Sedangkan teater biasanya dipentaskan di atas panggung dengan pengaturan yang lebih terstruktur, lengkap dengan tata cahaya, tata suara, dan properti pendukung.

2. Fokus Pertunjukan

Drama lebih menitikberatkan pada isi cerita, termasuk tema, alur, dan karakter yang tersaji dalam naskah. Sementara itu, teater berfokus pada bagaimana cerita tersebut diwujudkan dalam bentuk pertunjukan. Akting, panggung, tata artistik, dan penyutradaraan menjadi bagian penting yang tak terpisahkan.

3. Bentuk Dasar Karya

Drama merupakan karya sastra yang dapat dibaca atau diapresiasi tanpa perlu dipentaskan. Berbeda dengan teater yang bentuknya merupakan pertunjukan langsung. Teater membutuhkan drama sebagai dasar cerita untuk ditampilkan sebagai sajian visual di atas panggung.

4. Sumber Cerita

Teater Salihara, Jakarta. Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

Drama kerap mengambil kisah dari kehidupan sehari-hari, peristiwa sosial, atau pengalaman manusia yang relevan dengan pembaca atau penonton. Sedangkan teater dapat mengangkat cerita dari naskah drama, legenda, mitologi, folklore, hingga cerita lama yang dikembangkan kembali.

5. Interaksi dengan Penonton

Dalam drama, interaksi lebih banyak dilakukan melalui bahasa, ekspresi, dan konflik yang disampaikan oleh tokoh-tokohnya. Sedangkan pada teater, interaksi langsung tidak selalu terjadi karena penonton biasanya lebih berperan sebagai pengamat yang menyaksikan proses dramatik di panggung.

6. Sifat Penyajian

Drama cenderung statis karena teksnya tidak berubah meskipun dibaca berulang kali. Struktur cerita tetap sama seperti yang ditulis pengarang.

Di sisi lain, teater bersifat dinamis karena setiap pementasan dapat menghadirkan interpretasi baru. Perbedaan aktor, sutradara, dan komposisi artistik membuat setiap pertunjukan teater selalu unik.

Baca Juga: Daftar Materi Seni Budaya Kelas 11 Semester 2, dari Pameran hingga Teater

(ANB)