Apakah Allah Akan Membalas Orang yang Menyakiti Kita? Ini Penjelasannya

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Hubungan sesama manusia atau habluminannas telah dibahas secara lengkap dalam agama Islam. Allah dan Rasul-Nya telah memerintahkan umat Muslim untuk memerhatikan etika, sikap, serta perilaku dalam berinteraksi dengan sesama.
Umat Muslim hendaknya selalu berbuat baik dan menyebarkan kebaikan. Tentu saja, kebaikan yang dimaksud harus berdasarkan panduan Alquran dan sunnah. Dengan berbuat baik, seseorang akan mendapat balasan yang baik pula.
Meski begitu, tidak semua perbuatan baik mendapat balasan yang serupa. Adakalanya seorang Muslim disakiti oleh orang yang zalim dan kejam. Apakah allah akan membalas orang yang menyakiti kita?
Balasan Orang yang Sering Menyakiti
Orang yang menyakiti orang lain disebut juga zalim. Dikutip dari buku Ensiklopedia Doa Muslimah oleh TIM GIP, secara bahasa zalim adalah meletakkan sesuatu tidak pada tempatnya atau melakukan sesuatu yang tidak semestinya.
Zalim adalah salah satu perbuatan yang diharamkan oleh Allah. Larangan ini telah dijelaskan dalam hadist Qudsi yang berbunyi:
“Wahai hamba-Ku, sesungguhnya aku telah mengharamkan zalim atas diri-Ku. Dan, aku jadikan perbuatan harap di antara kalian. Oleh karena itu, janganlah kalian saling berbuat zalim.”
Melalui hadits di atas, Allah memeringatkan hamba-Nya untuk menjauhi perbuatan zalim. Karena dengan perbuatan tersebut, seseorang akan jauh dari genggaman Allah Swt. Dia akan tersesat dan tidak bisa menemukan jalan pulang.
Bahkan, orang yang dengan sengaja menyakiti orang lain kelak akan mendapatkan balasannya. Dengan keadilan-Nya, Allah Swt akan menghukum orang-orang yang gemar menganiaya. Hal ini dijelaskan dalam buku Asmaul Husna dan 20 Sifat Allah karya H.F. Rahadian.
Dalam Surat Ali Imran ayat 57, Allah Swt berfirman:
“... sesungguhnya Allah tidak suka kepada orang-orang yang berbuat zalim” (QS. Ali Imran: 57)
Selain itu, disebutkan pula dalam Surat Al-Zalzalah bahwa segala amal perbuatan manusia kelak akan diminta pertanggungjawabannya. Allah Swt berfirman dalam Surat Al-Zalzalah ayat 7-8:
فَمَنْ يَّعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَّرَهٗۚ
"Maka barangsiapa mengerjakan kebaikan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat (balasan)nya,"
وَمَنْ يَّعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَّرَهٗ ࣖ
"dan barangsiapa mengerjakan kejahatan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat (balasan)nya."
Dikutip dari buku Quran Hadist karya Muhaemin (2008: 18), kelak Allah akan membangkitkan manusia agar mereka melihat amalan-amalannya ketika di dunia. Mereka akan mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan Allah Swt, tidak peduli sekecil apapun perbuatan tersebut.
Sebab, Allah adalah Dzat yang Maha Melihat. Tidak ada satupun perkara yang luput dari penglihatan-Nya. Allah selalu mengawasi setiap gerak-gerik manusia layaknya CCTV.
Oleh karena itu, umat Muslim hendaknya mempersiapkan kehidupan di akhirat mulai dari sekarang. Hindari perbuatan tercela, seperti zalim dan senang menyakiti orang lain.
(MSD)
Frequently Asked Question Section
Apa itu zalim?

Apa itu zalim?
Secara bahasa zalim adalah meletakkan sesuatu tidak pada tempatnya atau melakukan sesuatu yang tidak semestinya.
Apa balasan bagi orang yang zalim?

Apa balasan bagi orang yang zalim?
Orang yang dengan sengaja menyakiti orang lain kelak akan mendapatkan balasannya. Dengan keadilan-Nya, Allah Swt akan menghukum orang-orang yang gemar menganiaya.
Apa akibat orang yang gemar menyakiti orang lain?

Apa akibat orang yang gemar menyakiti orang lain?
Mereka akan jauh dari genggaman Allah Swt. Mereka akan tersesat dan tidak bisa menemukan jalan pulang.
