Konten dari Pengguna

Apakah Boleh Puasa Arafah Sekaligus Qadha Ramadhan? Ini Penjelasannya

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi puasa arafah. Foto: Pexels
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi puasa arafah. Foto: Pexels

Bulan Dzulhijjah merupakan bulan yang dimuliakan dalam Islam dan memiliki banyak keutamaan. Pada bulan ini, umat Islam dianjurkan menjalankan puasa sunnah menjelang Hari Raya Idul Adha, terutama puasa arafah yang dilaksanakan pada tanggal 9 Dzulhijjah.

Bagi umat yang tidak sedang menunaikan ibadah haji, puasa ini dianjurkan agar dapat merasakan keutamaan seperti yang dirasakan para jemaah haji. Puasa Arafah juga menjadi sarana untuk meraih pahala, ampunan dosa, serta meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT.

Namun dalam praktiknya, tak jarang umat Islam menjalankan puasa arafah sambil mengqadha puasa Ramadhan yang belum ditunaikan. Hal ini menimbulkan pertanyaan, apakah boleh puasa arafah sekaligus qadha Ramadhan? Lebih lanjut, simak penjelasan berikut.

Apakah Boleh Puasa Arafah Sekaligus Qadha Ramadhan?

Ilustrasi apakah boleh puasa arafah sekaligus qadha Ramadhan? Foto: Unsplash

Berdasarkan penjelasan MUI Digital, puasa qadha Ramadhan dapat dikerjakan pada hari-hari sunnah di bulan Dzulhijjah. Dengan begitu, saat menjalankan puasa untuk mengganti kewajiban Ramadhan, seseorang juga tetap bisa mendapatkan keutamaan puasa sunnah di bulan tersebut.

Pandangan ini juga sejalan dengan fatwa Imam Al-Barizi yang dinukil oleh Syekh Abu Bakr Syatha Ad-Dimyathi sebagai berikut:

الصَّوْمُ فِي الْأَيَّامِ الْمُتَأَكَّدِ صَوْمُهَا مُنْصَرِفٌ إِلَيهَا، بَلْ لَوْ نَوَى بِهِ غَيْرَهَا حَصَلَتْ إلخ: زَادَ فِي الْإِيْعَابِ وَمِنْ ثَمَّ أَفْتَى الْبَارِزِى بِأَنَّهُ لَوْ صَامَ فِيْهِ قَضَاءً أَوْ نَحْوَهُ حَصَلَا، نَوَاهُ مَعَهُ أَوْ لَا

Artinya: "Berpuasa pada hari-hari yang dianjurkan secara otomatis akan memperoleh keutamaan khusus pada hari-hari tersebut. Bahkan jika seseorang berniat untuk berpuasa dengan niat lainnya, pahala dari keduanya tetap bisa didapatkan.

Dalam kitab Al-I'ab juga dijelaskan bahwa berdasarkan kesimpulan tersebut, Imam Al-Barizi juga memberi fatwa: "Jika seseorang melakukan puasa qadha' (Ramadhan) atau puasa lainnya pada hari-hari yang dianjurkan, maka pahala dari kedua puasa tersebut tetap bisa diperoleh, baik dengan niat puasa sunah maupun tidak." (Hasyiyah I'anah At-Thalibin [Beirut: Dar Al-Fikr], vol 2, h 252)

Meski demikian, jika seseorang masih memiliki utang puasa Ramadhan, dianjurkan untuk segera mengqadhanya terlebih dahulu sebelum menjalankan puasa sunnah. Namun, apabila baru teringat menjelang hari-hari puasa Dzulhijjah, maka puasa qadha dapat dilakukan pada waktu tersebut.

Dari penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa puasa Arafah yang dijalankan bersamaan dengan qadha Ramadhan tetap sah, meskipun lebih utama mendahulukan puasa wajib sebelum melaksanakan puasa sunnah. Adapun niat puasa Arafah dan niat qadha puasa adalah sebagai berikut:

1. Niat Puasa Arafah

نَوَيْتُ صَوْمَ عَرَفَةَ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى.

Nawaitu shauma 'arafata sunnatan lillaahi ta'aalaa.

Artinya: "Saya niat berpuasa sunnah Arafah karena Allah Ta'ala."

2. Niat Puasa Qadha Ramadhan

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ قَضَاءِ فَرْضِ شَهْرٍ رَمَضَانَ لِلَّهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma ghadin 'an qadhā'i fardhi syahri Ramadhāna lillāhi ta'ālā.

Artinya: "Saya berniat mengganti (mengqadha) puasa bubul Ramadhan karena Allah Ta'ala."

Keutamaan Puasa Arafah

Ilustrasi keutamaan puasa arafah. Foto: Unsplash

Puasa Arafah memiliki berbagai keutamaan yang sayang untuk dilewatkan. Disadur dari buku Kitab Terlengkap Panduan Ibadah Muslim Sehari-hari karya K.H. Muhammad Habibillah, berikut beberapa keutamaannya:

  • Rasulullah SAW menyebutkan bahwa orang yang melaksanakan puasa Arafah akan diampuni dosa-dosanya selama satu tahun yang telah lalu dan satu tahun yang akan datang.

  • Pada hari Arafah, Allah SWT membebaskan hamba-Nya dari api neraka dalam jumlah yang lebih banyak dibandingkan hari-hari lainnya.

  • Hari Arafah menjadi waktu yang penuh keberkahan, di mana doa-doa memiliki keutamaan besar dan sangat dianjurkan untuk diperbanyak.

  • Puasa Arafah menjadi salah satu amalan utama di awal Dzulhijah, dengan nilai pahala yang sangat besar, bahkan lebih utama daripada jihad di jalan Allah kecuali bagi yang gugur sebagai syahid.

Baca juga: Apakah Puasa Rajab Bisa Digabung dengan Puasa Qadha? Ini Jawabannya

(RK)