Konten dari Pengguna

Apakah Gaji Pensiunan PNS Naik di Tahun 2026? Ini Informasinya

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi PNS. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi PNS. Foto: Shutterstock

Isu kenaikan gaji pensiunan PNS 2026 yang disebut akan dibayarkan secara rapel tengah ramai diperbincangkan di media sosial. Kabar ini langsung menyita perhatian para purnatugas yang menjadikan gaji pensiun sebagai salah satu sumber pemasukan utama di masa tua.

Sejumlah pihak menilai pemerintah berpeluang menyesuaikan besaran pensiun, seperti yang pernah dilakukan pada tahun-tahun sebelumnya. Terlebih, kondisi ekonomi dan kebutuhan hidup terus meningkat dari waktu ke waktu.

Meski begitu, masyarakat diimbau untuk tetap bijak dalam menyaring informasi agar tidak mudah terpengaruh kabar yang belum terkonfirmasi. Lantas, apakah isu kenaikan gaji pensiunan PNS 2026 benar adanya dan akan segera direalisasikan? Simak penjelasan berikut ini.

Apakah Gaji Pensiunan PNS Naik di Tahun 2026?

Ilustrasi Gaji. Foto: Shutterstock

Menanggapi kabar tersebut, PT Taspen (Persero) memastikan informasi itu tidak benar alias hoaks. Pihaknya juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya pada kabar yang belum memiliki dasar hukum resmi.

“Informasi ini nggak benar alias HOAX! TASPEN selalu menjalankan program dan layanan berdasarkan Peraturan Pemerintah,” tulis TASPEN melalui akun resmi @taspen di X, Rabu (22/4).

Hingga hari ini, 23 April 2026, pemerintah belum menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP) terbaru yang secara khusus mengatur kenaikan gaji pensiunan untuk tahun 2026. Artinya, besaran gaji yang dibayarkan masih mengacu pada aturan terakhir, yaitu Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2024.

Besaran Nominal Gaji Pensiunan PNS

Ilustrasi mengelola pengeluaran. Foto: Shutter Stock

Merujuk pada Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2024, berikut estimasi gaji pokok pensiunan PNS di tahun 2026. Nominal ini merupakan gaji pokok dan belum termasuk berbagai tunjangan:

  • Golongan I: Rp1.748.100 – Rp2.256.700

  • Golongan II: Rp1.748.100 – Rp3.208.800

  • Golongan III: Rp1.748.100 – Rp4.029.600

  • Golongan IV: Rp1.748.100 – Rp4.957.100

Tunjangan Pensiunan PNS

Ilustrasi gaji. Foto: Freedom Life/Shutterstock

Selain gaji pokok, pensiunan PNS juga tetap memperoleh sejumlah tunjangan sebagai tambahan penghasilan bulanan, yakni:

  1. Gaji ke-13.

  2. Tunjangan Keluarga

  3. Tunjangan Pangan

  4. Tunjangan Hari Raya (THR)

Metode Pencairan Gaji Pensiunan PNS

Kantor Pos KCP Cikini, Jakarta Pusat. Foto: Argya D. Maheswara/Kumparan

Mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2020, Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang telah mencapai Batas Usia Pensiun (BUP), umumnya usia 58 tahun, berhak menerima gaji pensiun. Namun, ketentuan usia ini bisa berbeda bagi pemegang jabatan fungsional tertentu.

Sejak 1 Juli 2025, PT Taspen melakukan penyederhanaan sistem pencairan dengan menghadirkan tiga opsi yang lebih praktis. Berikut beberapa cara pencairan gaji pensiunan PNS yang dapat dipilih:

1. Melalui Kantor Pos

Pensiunan bisa mencairkan dana di kantor pos terdekat dengan membawa dokumen penting seperti KTP, Kartu Taspen, Kartu Keluarga (KK), serta SK Pensiun sebagai bukti identitas.

2. Melalui Minimarket

Pencairan juga dapat dilakukan di jaringan minimarket seperti Alfamart atau Indomaret. Pensiunan cukup menunjukkan kode transaksi dari aplikasi POSPAY serta KTP asli untuk menerima uang tunai tanpa potongan.

3. Layanan Home Visit

Bagi pensiunan yang sedang sakit atau memiliki keterbatasan mobilitas, dana pensiun dapat diantarkan langsung ke rumah melalui petugas Pos Indonesia. Layanan ini disediakan untuk memberikan kemudahan bagi penerima pensiun yang tidak dapat datang secara langsung ke lokasi pencairan.

Baca Juga: Purbaya Bicara soal Rencana Gaji Menteri Dipotong: Saya Tebak 25 Persen

(ANB)