Konten dari Pengguna

Apakah Harga Emas Akan Turun? Ini Prediksinya

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi emas. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi emas. Foto: Shutterstock

Harga emas dunia maupun domestik mencatat lonjakan signifikan sejak awal 2026. Tren kenaikan yang berkelanjutan ini membuat harga emas beberapa kali menembus rekor tertinggi dalam waktu relatif singkat.

Berdasarkan laman Logam Mulia, pada Jumat (30/1), harga emas Antam tercatat terkoreksi Rp48.000 dari sebelumnya Rp3.168.000 menjadi Rp 3.120.000 per gram. Meski mengalami penurunan, harga emas masih bertahan di level yang tergolong tinggi.

Situasi tersebut memicu perbincangan di kalangan masyarakat luas dan investor terkait arah pergerakan harga emas ke depannya. Banyak yang melakukan panic buying demi mengantongi emas yang dianggap sebagai instrumen safe heaven tersebut.

Lantas, apakah harga emas masih berpotensi naik atau justru akan mengalami koreksi dalam waktu dekat? Mari simak penjelasan lengkap mengenai prospek harga emas berikut ini.

Faktor Penyebab Harga Emas Naik

Ilustrasi emas. Foto: Shutterstock

Dikutip dari laman NDTV dan Gold Republic, kenaikan harga emas pada awal tahun dipicu oleh sejumlah faktor global. Berikut di antaranya:

1. Bank sentral terus menambah cadangan emas

Bank-bank sentral di berbagai negara masih aktif menambah kepemilikan emas. Negara seperti China dan India meningkatkan pembelian emas untuk mendiversifikasi cadangan devisa serta mengurangi ketergantungan pada dolar AS. Permintaan jangka panjang ini ikut mendorong kenaikan harga emas.

2. Ketidakpastian geopolitik dan tekanan ekonomi global

Ketegangan geopolitik dan ketidakpastian ekonomi global turut mendorong kenaikan harga emas. Dalam situasi penuh risiko, investor cenderung mencari aset aman, dan emas sejak lama dikenal sebagai safe haven yang mampu menjaga nilai kekayaan.

3. Pelemahan dolar AS

Harga emas sering bergerak berlawanan dengan nilai dolar AS. Ketika dolar melemah, emas menjadi lebih menarik bagi investor global yang menggunakan mata uang lain, seperti poundsterling, sehingga permintaan meningkat dan mendorong harga naik.

Apakah Harga Emas Akan Turun?

Ilustrasi emas. Foto: Shutterstock

Mengutip laman Galeri 24, arah pergerakan harga emas pada dasarnya tidak dapat dipastikan karena dipengaruhi banyak faktor global. Dinamika ekonomi, kebijakan moneter, hingga kondisi geopolitik dunia turut membentuk pergerakan harga emas dari waktu ke waktu.

Namun, sejumlah analis global memproyeksikan harga emas masih berpeluang melanjutkan tren kenaikan sepanjang 2026. Bahkan, menurut laporan Reuters, bank-bank besar seperti Goldman Sachs telah menaikkan target harga emas, seiring rapuhnya kondisi ekonomi global yang dinilai masih berlanjut.

Meski begitu, harga emas tidak selalu bergerak naik. Ada fase tertentu ketika pasar cenderung stabil dan investor mulai mengalihkan dana ke aset lain yang dianggap mampu memberikan keuntungan lebih cepat.

Untuk mengetahui peluang penurunan harga emas di 2026, investor disarankan memantau grafik pergerakan harga secara rutin. Melalui pola pergerakan harga harian, Anda bisa melihat indikasi kapan pasar mulai melemah. Saat grafik menunjukkan tren penurunan yang konsisten, momen tersebut bisa dimanfaatkan untuk membeli emas.

Baca Juga: Harga Emas Antam Turun Jadi Rp 3,12 Juta/Gram, Galeri24 Rp 3,26 Juta/Gram

(ANB)