Apakah Ikan Sapu-sapu Bisa Dimakan? Ini Penjelasannya

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ikan sapu-sapu belakangan ini menjadi sorotan masyarakat karena populasinya yang terus meningkat di sejumlah perairan, termasuk di Jakarta. Spesies invasif asal Amerika Selatan ini dikenal dengan sebutan plecostomus atau catfish.
Ikan ini umumnya banyak ditemukan di perairan tawar seperti sungai, danau, hingga kolam. Menariknya, ikan sapu-sapu juga dikenal memiliki daya tahan yang tinggi, sehingga mampu bertahan di perairan yang sudah tercemar limbah rumah tangga atau industri sekali pun.
Kemampuan adaptasi tersebut membuat ikan ini mudah berkembang biak dan sering kali populasinya sulit dikendalikan di beberapa wilayah perairan. Pertanyaannya, apakah ikan sapu-sapu bisa dimakan? Jika penasaran, simak jawabannya berikut!
Apakah Ikan Sapu-sapu Bisa Dimakan?
Dilansir dari laman Digitani IPB University, ikan sapu-sapu pada dasarnya aman dikonsumsi manusia apabila berasal dari perairan bersih atau hasil budidaya yang terkontrol. Namun, kenyataannya ikan yang banyak dimanfaatkan masyarakat umumnya berasal dari habitat liar seperti sungai atau kali yang sudah tercemar.
Kondisi tersebut meningkatkan risiko ikan mengandung logam berat seperti merkuri, timbal, dan kadmium yang berbahaya bagi kesehatan. Penumpukan zat berbahaya ini dalam tubuh dapat menimbulkan gangguan serius, mulai dari kerusakan saraf, gangguan ginjal, hingga potensi kanker dalam jangka panjang.
Sebaliknya, jika berasal dari sumber yang aman dan bersih, ikan sapu-sapu juga memiliki nilai gizi yang cukup baik, termasuk protein, omega-3, vitamin D, serta mineral penting seperti kalsium dan fosfor. Kandungan tersebut mampu mendukung kesehatan tubuh, mulai dari otak, tulang, hingga daya tahan tubuh.
Risiko dan Bahaya Konsumsi Ikan Sapu-sapu
Berikut rincian risiko dan bahaya konsumsi ikan sapu-sapu yang dikutip dari laman rsudtp.acehbaratdayakab.go.id.
1. Risiko Kontaminasi Logam Berat
Ikan yang mengandung logam berat seperti merkuri dan kadmium dapat menimbulkan gangguan kesehatan serius, termasuk kerusakan organ dalam. Merkuri dapat merusak sistem saraf dan otak, sedangkan timbal berisiko mengganggu fungsi ginjal serta perkembangan otak, terutama pada anak-anak.
2. Potensi Keracunan Makanan
Mengonsumsi ikan sapu-sapu yang telah terkontaminasi dapat memicu gejala keracunan makanan, seperti mual, muntah, dan diare. Hal ini terjadi akibat penumpukan zat berbahaya di dalam tubuh ikan yang kemudian ikut masuk ke dalam tubuh manusia saat dikonsumsi.
3. Kemungkinan Reaksi Alergi
Konsumsi ikan sapu-sapu juga dapat memicu reaksi alergi pada sebagian orang, terutama jika ikan sudah terpapar zat berbahaya. Gejalanya dapat berupa gatal-gatal, ruam pada kulit, hingga gangguan pada sistem pencernaan.
4. Risiko Paparan Limbah Kimia dan Pestisida
Ikan sapu-sapu yang hidup di perairan tercemar limbah industri maupun pertanian berisiko menyerap bahan kimia berbahaya serta pestisida. Jika ikan tersebut dikonsumsi, zat-zat tersebut dapat berdampak buruk bagi kesehatan manusia.
5. Risiko Infeksi Parasit
Ikan sapu-sapu juga berpotensi membawa parasit seperti cacing yang dapat menyebabkan infeksi pada manusia. Konsumsi ikan yang tidak dimasak dengan sempurna dapat meningkatkan risiko penularan parasit tersebut.
Baca juga: Penyakit Ikan Sapu Sapu yang Harus Dipahami
(RK)
