Apakah Keputihan Itu Najis? Ini Penjelasan dan Cara Menyucikannya

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Keputihan merupakan cairan bening seperti gel yang keluar dari kemaluan perempuan. Keputihan biasanya keluar sesudah atau sebelum menstruasi dan pada masa subur di mana jumlahnya akan lebih banyak.
Asy-Syeikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin dalam buku Ternyata Shalat Sambil Menggendong Anak itu Tetap Sah! menjelaskan, farji atau kemaluan mempunyai dua saluran, yakni saluran reproduksi yang menyambung ke rahim dan saluran kencing.
Apabila cairan keluar dari saluran kencing, maka itu termasuk najis dan membatalkan wudhu. Namun jika berasal dari saluran reproduksi, menurut jumhur (kebanyakan ulama), cairan tersebut bukan najis.
Meski begitu, keputihan merupakan tetap dapat membatalkan wudhu, layaknya angin yang keluar dari dubur. Oleh karena itu, apabila keputihan keluar pada perempuan yang sudah berwudhu, maka ia wajib mengulangnya.
Tata Cara Shalat bagi Perempuan yang Keputihan
Menurut buku Terapi Shalat Sempurna karangan Ustaz Ahmad Baei Jaafar, perempuan yang sering keluar madzi atau keputihan sebaiknya membersihkan kemaluannya terlebih dahulu sebelum mengambil wudhu. Caranya adalah membasuh atau mencuci kemaluan dengan air bersih.
Namun apabila ragu dan menganggap keputihan akan keluar lagi, sebaiknya perempuan memakai kapas atau pembalut dan segera menunaikan shalat. Jika keputihan keluar saat menunaikan shalat, maka Islam memaafkannya.
Cara Mencegah Keputihan
Perempuan bisa mencegah keluarnya keputihan yang berlebihan. Berikut cara mencegah keputihan yang dirangkum dari buku Peyempuan, The Series Edisi Bundling Peyempuan, Peyempuan 2, Peyempuan 3 (2015) dan laman Family Doctor.
Bersihkan kemaluan dari depan ke belakang setelah buang air kecil. Hal ini dapat mencegah masuknya bakteri dari dubur menuju kemaluan.
Gunakan celana dalam berbahan katun.
Selalu bawa tisu ke mana saja yang gunakan untuk membersihkan bagian pinggir kloset ketika menggunakan toilet umum. Tujuannya untuk mencegah bakteri menempel ke kemaluan.
Hindari menggunakan celana dalam, pakaian renang, atau celana pendek yang ketat.
Ganti deterjen atau pelembut pakaian jika dinilai menyebabkan iritasi pada kemaluan.
Hindari menggunakan sabun atau tisu dengan pewangi berlebihan di area kemaluan.
Konsumsi minuman yang terbuat dari kunyit. Kunyit mengandung zat anti bakteri yang efektif untuk mengobati keputihan.
Bersihkan area kemaluan dengan menggunakan air rebusan daun sirih.
(DND)
