Konten dari Pengguna

Apakah LPDP dalam Negeri Wajib TOEFL? Begini Ketentuannya!

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi TOEFL. Foto: Pexels
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi TOEFL. Foto: Pexels

Pendaftaran Beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) 2026 tahap 1 resmi dibuka pada 22 Januari 2026. Beasiswa ini diperuntukkan bagi yang ingin melanjutkan studi ke jenjang Magister (S2) dan Doktor (S3) di kampus dalam negeri maupun luar negeri.

Untuk mendaftar beasiswa LPDP, peserta harus memenuhi beberapa syarat, salah satunya menyertakan sertifikat Test of English as a Foreign Language (TOEFL). Tes ini mengukur kemampuan bahasa Inggris pada aspek Reading, Listening, Speaking, dan Writing.

Tujuannya untuk memastikan kemampuan bahasa Inggris peserta dalam berkomunikasi dan memahami konteks akademik di negara berbahasa Inggris. Jika begitu, apakah peserta LPDP dalam negeri wajib TOEFL?

Apakah LPDP dalam Negeri Wajib TOEFL?

Ilustrasi apakah LPDP dalam negeri wajib TOEFL? Foto: pexels

Menyadur dari laman resmi lpdp.kemenkeu.go.id, sertifikat TOEFL menjadi salah satu syarat umum bagi pendaftar beasiswa LPDP ke perguruan tinggi dalam negeri. Namun, ketentuan tersebut tergantung pada jenis program beasiswa yang dipilih.

Berikut beberapa program beasiswa LPDP dalam negeri yang tidak mewajibkan TOEFL:

  • Putra Putri Papua

  • Daerah Afirmasi

  • Prasejahtera

  • Penyandang Disabilitas

Di luar kategori tersebut, peserta beasiswa LPDP dalam negeri wajib melampirkan sertifikat TOEFL, baik iBT (Internet-Based Test) maupun ITP (Institutional Testing Program). Kedua jenis tes tersebut memiliki batas skor minimal yang berbeda-beda.

Berikut skor TOEFL Beasiswa LPDP dalam negeri yang harus dipenuhi:

  • Program Magister Dalam Negeri: skor minimal TOEFL ITP 500 atau TOEFL iBT 61.

  • Program Doktor Dalam Negeri: skor minimal TOEFL ITP 530 atau TOEFL iBT 70.

Perlu diperhatikan, sertifikat kemampuan bahasa Inggris harus diterbitkan maksimal dua tahun sebelum tahun pendaftaran beasiswa. Selain itu, sertifikat TOEFL ITP wajib berasal dari lembaga resmi penyelenggara TOEFL ITP di Indonesia.

Syarat Umum Daftar LPDP 2026

Ilustrasi syarat umum daftar beasiswa LPDP 2026. Foto: Fitra Andrianto/kumparan

Selain sertifikat TOEFL, ada juga persyaratan umum lain yang wajib dipenuhi peserta, yaitu:

  • Warga negara Indonesia (WNI).

  • Latar belakang pendidikan terakhir:

    • Magister (S2): lulusan D4 atau S1.

    • Doktor (S3): lulusan S2 atau Dokter Spesialis/Subspesialis.

    • Pendaftar D4/S1 langsung ke Doktor wajib memiliki Letter of Acceptance (LoA) Unconditional.

  • Tidak sedang maupun pernah menempuh jenjang pendidikan yang sama (tidak diperkenankan S2 ke S2 atau S3 ke S3).

  • Ketentuan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK):

    • Program S2 minimal 3,00.

    • Program S3 minimal 3,25.

  • Lulusan Magister tanpa IPK wajib melampirkan surat keterangan resmi dari perguruan tinggi asal.

  • Kemampuan Bahasa Inggris dengan sertifikat yang masih berlaku maksimal dua tahun hingga 10 April 2026:

    • Magister Dalam Negeri: TOEFL ITP 500 / TOEFL iBT 61 / PTE 50 / IELTS 6,0.

    • Magister Luar Negeri: TOEFL iBT 80 / PTE 58 / IELTS 6,5.

    • Doktor Dalam Negeri: TOEFL ITP 530 / TOEFL iBT 70 / PTE 50 / IELTS 6,0.

    • Doktor Luar Negeri: TOEFL iBT 80 / PTE 58 / IELTS 6,5.

  • Dokumen yang wajib diunggah:

    • Letter of Acceptance (LoA) Unconditional (bila tersedia).

    • Personal Statement.

    • Surat komitmen kembali ke Indonesia.

    • Rencana kontribusi setelah studi.

    • Proposal penelitian (khusus program Doktor).

  • Siap mengikuti seluruh tahapan seleksi LPDP 2026.

Baca juga: Daftar Kampus LPDP Dalam Negeri 2026

(RK)