Apakah Marah Bikin Batal Puasa? Ini Penjelasannya

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Saat berpuasa di bulan Ramadhan, ada beberapa hal yang bisa membatalkannya, seperti makan, minum, dan berhubungan suami istri di siang hari. Satu hal lain yang sering dikira membatalkan puasa adalah marah.
Namun, banyak umat Islam yang masih ragu, apakah marah bikin batal puasa? Untuk mengetahui jawabannya, simak pembahasan lengkapnya dalam artikel berikut ini!
Apakah Marah Bikin Batal Puasa?
Mengutip buku M. Quraish Shihab Menjawab: 1001 Soal Keislaman yang Patut Anda Ketahui (2008) oleh M Quraish Shihab, marah tidak membatalkan puasa, tetapi mengurangi nilainya, bila itu bukan pada tempatnya.
Sementara menurut penjelasan Ustadz Syafiq Riza Basalamah di kanal YouTube resminya, marah yang tidak terkendali hingga memunculkan kata-kata kotor atau tindakan memukul dapat mengurangi bahkan menghilangkan pahala puasa. Sebaliknya, marah yang masih dalam batas kendali dengan tidak sampai melontarkan makian atau melakukan kekerasan, tidak merusak pahala puasa.
Nabi Muhammad SAW mengajarkan agar seseorang yang dipancing emosinya saat berpuasa cukup mengucapkan, "Aku sedang puasa." Kalimat tersebut berfungsi sebagai pengingat bagi diri sendiri dan sinyal kepada lawan bicara bahwa sedang tidak ada ruang untuk berdebat.
Ustadz Adi Hidayat menegaskan hal serupa dalam kajian Bakda Subuh di kanal Youtube resminya yang mengulas Hadits Bukhari nomor 1903 dari Abu Hurairah RA. Mengutip Ustadz Adi Hidayat, Rasulullah SAW bersabda bahwa siapa pun yang tengah berpuasa hendaknya tidak berkata kotor dan tidak berteriak-teriak.
Rasulullah SAW juga mengingatkan bahwa ada orang yang berpuasa, tetapi mendapatkan apa pun dari puasanya kecuali rasa lapar dan haus, yaitu mereka yang tidak mampu menjaga lisannya.
Tips Mengendalikan Amarah Saat Berpuasa
Mengutip dari kajian Ustadz Syafiq Riza Basalamah, Nabi Muhammad SAW memberikan sejumlah panduan bagi orang yang sedang marah agar pahala puasanya tetap terjaga, yaitu:
Diam. Saat emosi memuncak, seseorang dianjurkan untuk diam karena ucapan yang keluar saat marah cenderung tidak terkontrol.
Baca audzubillahiminasysyaithanirrajim karena kemarahan sering dipicu oleh godaan setan.
Ubah posisi tubuh. Contohnya, dari berdiri menjadi duduk, dari duduk menjadi berbaring.
Ambil wudhu untuk menenangkan diri.
Sementara itu, menurut Ustadz Adi Hidayat, ada dua jenis marah yang perlu dibedakan, yaitu:
Marah karena Allah SWT. Contohnya, marah melihat kemungkaran atau pelanggaran syariat. Jenis marah ini termasuk diperintahkan dan tidak merusak pahala puasa.
Marah karena kepentingan pribadi atau karena merasa harga diri terluka. Jenis marah ini harus dikendalikan, terutama saat berpuasa.
Di tengah arus informasi yang semakin cepat dan dinamika kehidupan yang terus bergerak, Ramadan menjadi momen untuk refleksi diri dan kembali pada nilai empati serta kepedulian. Sepanjang bulan suci ini, kumparan hadir dengan beragam program, liputan langsung, dan informasi relevan seputar Ramadan.
Cek informasi selengkapnya di kum.pr/ramadan2026.
(FHK)
Baca juga: Keutamaan Bulan Ramadhan dalam Islam Beserta Dalilnya
