Konten dari Pengguna

Apakah Pendakian Gunung Merapi Sudah Dibuka? Ini Klarifikasi BTNGM

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Jalur pendakian menuju Pasar Bubrah Merapi Foto: Muhammad Naufal/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Jalur pendakian menuju Pasar Bubrah Merapi Foto: Muhammad Naufal/kumparan

Kabar mengenai rencana pembukaan jalur pendakian Gunung Merapi secara mandiri oleh warga ramai diperbincangkan di media sosial. Isu tersebut mencuat setelah beredarnya video yang diunggah oleh akun Instagram @laharbara.

Video itu memperlihatkan sejumlah warga yang sedang menggelar rapat secara lesehan di dalam sebuah ruangan. Dalam unggahan tersebut disebutkan bahwa warga telah mencapai kesepakatan untuk membuka kembali jalur pendakian setelah delapan tahun ditutup dengan tujuan untuk menggerakkan perekonomian masyarakat sekitar.

Ramainya informasi tersebut membuat banyak calon pendaki mempertanyakan kebenarannya. Lantas, apakah pendakian Gunung Merapi sudah dibuka? Simak informasi selengkapnya berikut ini.

Apakah Pendakian Gunung Merapi Sudah Dibuka?

Balai Taman Nasional Gunung Merapi. Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan

Menanggapi kabar yang beredar mengenai pembukaan jalur pendakian Gunung Merapi, Balai Taman Nasional Gunung Merapi (BTNGM) memberikan klarifikasi bahwa hingga saat ini aktivitas pendakian masih ditutup.

Berdasarkan dokumen resmi siaran pers TNGM nomor S.01./T.36/TU/HMS.01.08/06/2026 yang diunggah di akun Instagram resmi Balai Taman Nasional Gunung Merapi @btn_gn_, BTNGM mengimbau masyarakat agar tidak membuka jalur pendakian secara mandiri. Berikut poin-poin penting yang disampaikan:

1. Pendakian Gunung Merapi Masih Ditutup Sejak 2018

BTNGM menjelaskan bahwa kegiatan pendakian Gunung Merapi tidak direkomendasikan sejak 22 Mei 2018. Keputusan tersebut diambil setelah status aktivitas Gunung Merapi meningkat dari Level I (Normal) menjadi Level II (Waspada) berdasarkan hasil evaluasi PVMBG.

Selanjutnya, pada 5 November 2020, status aktivitas Gunung Merapi kembali meningkat menjadi Level III (Siaga). Dengan kondisi tersebut, penutupan jalur pendakian masih terus diberlakukan hingga saat ini.

2. Rekomendasi PVMBG dan BPPTKG

Seiring meningkatnya status aktivitas Gunung Merapi, PVMBG dan BPPTKG mengeluarkan sejumlah rekomendasi yang harus dipatuhi masyarakat, yaitu:

  • Kegiatan pendakian Gunung Merapi sementara tidak direkomendasikan, kecuali untuk kepentingan penelitian dan mitigasi bencana.

  • Radius 3 kilometer dari puncak Gunung Merapi harus dikosongkan dari aktivitas masyarakat.

  • Warga yang tinggal di Kawasan Rawan Bencana (KRB) III diminta meningkatkan kewaspadaan.

  • Status aktivitas Gunung Merapi akan ditinjau kembali apabila terjadi perubahan aktivitas yang signifikan.

  • Masyarakat diminta tidak mudah percaya pada informasi atau isu yang tidak jelas sumbernya serta mengikuti arahan pemerintah daerah maupun BPPTKG.

  • Pemerintah daerah diimbau untuk terus melakukan sosialisasi terkait kondisi terkini Gunung Merapi kepada masyarakat.

3. Aktivitas Gunung Merapi Masih Berstatus Siaga

Tim Balai TN Gunung Merapi memasang informasi larangan pendakian pada lokasi-lokasi yang menjadi titik masuk jalur pendakiai Gunung Merapi. Foto: Balai Taman Nasional Gunung Merapi

Berdasarkan laporan aktivitas Gunung Merapi periode 19–25 Juni 2026 yang diterbitkan BPPTKG pada 26 Juni 2026, aktivitas Gunung Merapi masih tergolong tinggi dengan status Siaga (Level III).

BTNGM menjelaskan bahwa suplai magma masih berlangsung sehingga berpotensi memicu guguran lava dan awan panas. Potensi bahaya tersebut meliputi:

  • Sungai Boyong hingga maksimal 5 kilometer dari puncak.

  • Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng hingga maksimal 7 kilometer.

  • Sungai Woro hingga maksimal 3 kilometer.

  • Sungai Gendol hingga maksimal 5 kilometer.

  • Jika terjadi letusan eksplosif, lontaran material vulkanik dapat mencapai radius 3 kilometer dari puncak.

4. Jalur Pendakian via New Selo Berada di Zona Berbahaya

BTNGM menegaskan bahwa jalur pendakian Gunung Merapi melalui New Selo masih berada di kawasan yang berpotensi terdampak aktivitas vulkanik sehingga membahayakan keselamatan pendaki. Jalur tersebut meliputi:

  • Pintu Gerbang

  • Pos I

  • Pos II

  • Pasar Bubrah

5. Tersedia Jalur Wisata Alternatif

Meski jalur pendakian masih ditutup, BTNGM menyampaikan bahwa masyarakat tetap dapat menikmati beberapa jalur wisata alam (soft trekking) di kawasan Taman Nasional Gunung Merapi. Salah satu lokasi yang direkomendasikan adalah Objek Wisata Alam (OWA) Kalitalang.

6. Pendakian Masih Ditutup Hingga Waktu yang Belum Ditentukan

BTNGM kembali menegaskan bahwa pendakian Gunung Merapi masih ditutup hingga batas waktu yang belum dapat ditentukan. Kebijakan ini diterapkan untuk mematuhi rekomendasi dari instansi yang berwenang sekaligus menjaga keselamatan dan keamanan seluruh masyarakat serta calon pendaki.

Baca Juga: Gunung Merapi Keluarkan Awan Panas Guguran Sejauh 2 Km Pagi Ini

(ANB)