Konten dari Pengguna

Apakah Penerbangan Sudah Normal Usai Erupsi Anak Krakatau? Ini Informasinya

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sejumlah pesawat terparkir di apron Terminal 1 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Senin (7/9/2026).  Foto: Muhammad Iqbal/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Sejumlah pesawat terparkir di apron Terminal 1 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Senin (7/9/2026). Foto: Muhammad Iqbal/ANTARA FOTO

Imbas erupsi Gunung Anak Krakatau dan sebaran abu vulkanik, sebanyak delapan bandar udara (bandara) di Indonesia harus ditutup sementara. Kondisi tersebut berdampak pada operasional penerbangan di sejumlah wilayah, sehingga harus ditunda, dibatalkan, atau dialihkan.

Penutupan bandara dilakukan karena abu vulkanik bukan sekadar debu biasa yang dapat diabaikan. Mengutip laman USGS, material tersebut bersifat halus dan abrasif sehingga dapat membahayakan mesin maupun sejumlah komponen pesawat.

Untuk menjamin keselamatan penerbangan, pemerintah terus memantau pergerakan dan sebaran abu vulkanik sebelum memutuskan operasional bandara kembali dibuka. Lantas, apakah penerbangan sudah normal setelah terdampak erupsi Gunung Anak Krakatau? Simak informasi terbarunya berikut ini.

Apakah Penerbangan Sudah Normal?

Calon Penumpang di Bandara Halim Perdanakusuma. Foto: Hafids Mubarak A/ANTARA FOTO

Dikutip dari laman resmi Kementerian Perhubungan, penutupan operasional Bandara Soekarno-Hatta dan sejumlah bandara lain yang terdampak abu vulkanik Gunung Anak Krakatau telah berakhir. Mulai Selasa (8/9) pukul 00.01 WIB, sejumlah bandara tersebut kembali melayani penerbangan setelah kondisi dinyatakan memungkinkan.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyampaikan langsung pembukaan kembali operasional bandara dari Terminal 1 Bandara Soekarno-Hatta pada Selasa dini hari (8/9). Adapun sejumlah bandara yang kembali beroperasi beserta waktu pembukaannya meliputi:

  • Pukul 00.01 WIB: Bandara Soekarno-Hatta, Banten

  • Pukul 00.01 WIB: Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta

  • Pukul 00.01 WIB: Bandara Husein Sastranegara, Bandung

  • Pukul 02.25 WIB: Bandara Budiarto Curug, Banten

  • Pukul 02.25 WIB: Bandara Pondok Cabe, Banten

Tiga Bandara Masih Menunggu Perkembangan

Meski sebagian besar bandara terdampak telah kembali beroperasi, tidak seluruhnya dibuka secara bersamaan. Berdasarkan keterangan Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah Kelas Utama, masih terdapat tiga bandara yang operasionalnya ditutup sementara, yaitu:

  • Bandara Radin Inten II, Lampung

  • Bandara M. Taufik Kiemas, Lampung

  • Bandara Salakanagara Tanjung Lesung, Banten

“Kami menginformasikan terdapat tiga Bandar Udara yang masih melaksanakan penghentian operasional penerbangan di Wilayah Kerja Kantor Otban 1 yang terdampak abu vulkanik Gunung Anak Krakatau hingga pukul 10.00 WIB,” tulis pihak Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah Kelas Utama melalui akun Instagram resmi @otbnsatu, dikutip Selasa (8/9).

Ada Sejumlah Ketentuan Keselamatan

Sejumlah penumpang mulai melakukan proses check-in di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Selasa (8/9/2026). Foto: Zahira Hilman/kumparan

Pembukaan kembali bandara tetap disertai sejumlah ketentuan untuk memastikan penerbangan berlangsung aman. Otoritas bandara bersama maskapai wajib melakukan inspeksi terhadap seluruh armada pesawat sebelum kembali menjalankan penerbangan.

Selain itu, pilot dan kru pesawat juga diwajibkan memahami restricted polygon. Istilah tersebut merujuk pada wilayah udara berbentuk poligon yang dibatasi atau dilarang untuk dilintasi karena terdeteksi memiliki sebaran abu vulkanik.

Abu Vulkanik Sempat Ganggu Operasional Delapan Bandara

Sebelumnya, sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau berdampak pada ruang udara dan operasional sejumlah bandara sejak Sabtu (5/9). Kondisi tersebut menyebabkan delapan bandara sempat menghentikan operasionalnya.

Delapan bandara yang terdampak meliputi:

  • Bandara Soekarno-Hatta, Banten

  • Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta

  • Bandara Radin Inten II, Lampung

  • Bandara Husein Sastranegara, Bandung

  • Bandara Budiarto Curug, Banten

  • Bandara Pondok Cabe, Banten

  • Bandara Muhammad Taufiq Kiemas, Pesisir Barat, Lampung

  • Bandara Atung Bungsu, Pagar Alam, Sumatera Selatan

Maskapai Diminta Terus Berkoordinasi

Menhub Dudy meminta maskapai untuk terus berkoordinasi dengan pengelola bandara, otoritas penerbangan, serta instansi terkait. Koordinasi tersebut diperlukan untuk memastikan seluruh kegiatan penerbangan dapat berlangsung dengan aman dan mengutamakan keselamatan penumpang maupun awak pesawat.

Baca Juga: Abu Vulkanik Mereda, Ini Daftar Bandara yang Mulai Dibuka Lagi Hari Ini

(ANB)