Tentang KamiPedoman Media SiberKetentuan & Kebijakan PrivasiPanduan KomunitasPeringkat PenulisCara Menulis di kumparanInformasi Kerja SamaBantuanIklanKarir
2025 © PT Dynamo Media Network
Version 1.100.8
Konten dari Pengguna
Apakah Perempuan Boleh Ikut Takbiran? Ini Penjelasan Ulama
8 April 2024 13:00 WIB
·
waktu baca 3 menitTulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

ADVERTISEMENT
Idul Fitri 1445 H sudah di depan mata. Menjelang Lebaran, berbagai pertanyaan seputar hari spesial ini pun banyak dicari umat Muslim, salah satunya apakah perempuan boleh ikut takbiran?
ADVERTISEMENT
Melantunkan dzikir takbir atau yang kerap disebut takbiran merupakan salah satu tradisi Lebaran di Indonesia. Gema takbir yang dilantunkan di masjid-masjid menjadi penanda berakhirnya Ramadan sekaligus menyambut datangnya Hari Kemenangan.
Takbiran umumnya dilakukan oleh laki-laki. Namun, ada juga perempuan yang ikut bertakbir di malam Idul Fitri. Lantas, bagaimana hukum takbiran bagi perempuan? Apakah perempuan boleh ikut takbiran di masjid?
Apakah Perempuan Boleh Ikut Takbiran?
Takbiran bukan hanya sebatas perayaan menyambut Hari Kemenangan, tetapi menjadi salah satu syiar Islam yang dilakukan umat Muslim. Ini karena Takbiran dilakukan dengan melantunkan kalimat "Allahu Akbar" (Allah Maha Besar) secara berulang-ulang.
Syaikh Said bin Muhammad Ba Ali Ba Isyan menjelaskan tentang hukum takbiran dalam bukunya Syarh al-Muqadimah al-Hadramiyah. Menurutnya, takbiran di malam Idul Fitri sangat disunnahkan untuk dibaca siapapun, baik laki-laki maupun perempuan.
ADVERTISEMENT
Perempuan dapat melantunkan takbir dimanapun dan kapan pun. Hanya saja untuk perempuan tidak diperbolehkan menyaringkan suaranya sebagaimana laki-laki. Lafaz takbir dapat dibaca sejak memasuki 1 Syawal, yakni saat matahari terbenam hingga sesaat sebelum sholat Idul Fitri dimulai.
Bacaan Takbir Idul Fitri
Mengutip Rampai Bincang Syariah yang disusun oleh Muhammad Hafid (2022), ada beberapa riwayat tentang teks takbir pada malam Idul Fitri. Adapun yang paling populer adalah lafadz takbiran yang diriwayatkan oleh Syaikh Said bin Muhammad Ba Ali Ba Isyan. Berikut bacaannya.
اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ لَا إلٰهَ إِلَّا اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ وَلِلّٰهِ الْحَمْ
Allahu akbar, Allahu akbar, Allahu akbar. La ilaha illallahu wallahu akbar. Allahu akbar wa lillahil ham (3x)
ADVERTISEMENT
Artinya: Allah maha besar, Allah maha besar, Allah maha besar. Tiada tuhan selain Allah. Allah maha besar. Segala puji bagi-Nya.
Kemudian, dilanjutkan dengan bacaan dzikir. Bacaan dzikirnya sebagai berikut.
اللهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا وَالحَمْدُ لِلّٰهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ الِلّٰهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلًا لَا إلٰهَ إِلَّا اللهُ وَلَا نَعْبُدُ إِلَّا إِيَّاهُ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ وَلَوْ كَرِهَ الكَافِرُوْنَ لَا إلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ صَدَقَ وَعْدَهُ وَنَصَرَ عَبْدَهُ وَهَزَمَ الاَحْزَابَ وَحْدَهُ لَا إلٰهَ إِلَّا اللهُ وَاللهُ اَكْبَرُ
Allahu akbar kabira, walhamdu lillahi katsira, wa subhanallahi bukratan wa ashila, la ilaha illallahu wa la na'budu illa iyyahu mukhlishina lahud dana wa law karihal kafirun, la ilaha illallahu wahdah, shadaqa wa'dah, wa nashara 'abdah, wa hazamal ahzaba wahdah, la ilaha illallahu wallahu akbar.
ADVERTISEMENT
Artinya: Allah Maha Besar dengan segala kebesaran, segala puji bagi Allah dengan sebanyak-sebanyaknya, dan Maha suci Allah sepanjang pagi dan sore. Tiada Tuhan (yang wajib disembah) kecuali Allah dan kami tidak menyembah selain kepada-Nya, dengan memurnikan agama Islam, meskipun orang-orang kafir, orang-orang munafik, orang-orang musyrik membencinya. Tiada Tuhan (yang wajib disembah) kecuali Allah dengan keesaan-Nya, Dia menepati janji, menolong hamba-Nya dan memuliakan bala tentara-Nya dan menyiksa musuh dengan keesaan-Nya. Tiada Tuhan (yang wajib disembah) kecuali Allah dan Allah Maha Besar.
(GLW)