Apakah Puasa Dzulhijjah Harus 9 Hari? Ini Penjelasannya

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Umat Islam dianjurkan untuk melaksanakan puasa 9 hari di awal bulan Dzulhijjah. Amalan ini dapat mendatangkan banyak keutamaan, salah satunya disebutkan dalam hadis Rasulullah SAW yang berbunyi:
"Tidak ada hari-hari yang lebih Allah sukai untuk beribadah selain sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah, satu hari berpuasa di dalamnya setara dengan satu tahun berpuasa, satu malam mendirikan shalat malam setara dengan shalat pada malam Lailatul Qadar" (HR At-Tarmidzi)
Puasa sunnah ini dilaksanakan serangkaian dengan puasa Arafah dan Tarwiyah. Namun dalam pelaksanaannya, tidak semua orang mampu menjalankannya secara penuh selama 9 hari karena alasan yang beragam.
Pertanyaannya, apakah puasa Dzulhijjah harus 9 hari? Untuk mengetahui jawabannya, simaklah pembahasannya secara lengkap lewat artikel berikut.
Apakah Puasa Dzulhijjah Harus 9 Hari?
Menurut buku Pedoman Fikih Lengkap untuk Persoalan Modern yang disusun oleh Aminol Rosid Abdullah dkk., puasa selama 9 hari di bulan Dzulhijjah hukumnya sunnah. Artinya, umat Islam tidak wajib melaksanakannya secara penuh.
Sependapat dengan ketentuan tersebut, Hanif Luthfi, Lc., MA., dalam buku Amalan Ibadah Bulan Dzulhijjah menyebutkan bahwa puasa Dzulhijjah tidak harus dilakukan secara berturut-turut selama 9 hari.
Puasa ini bisa disesuaikan dengan kemampuan tiap individu. Namun akan lebih afdal jika puasanya dilaksanakan secara berurutan dan sempurna selama 9 hari, dimulai dengan puasa Dzulhijjah 7 hari, Tarwiyah 1 hari, dan Arafah 1 hari.
Baca Juga: Berapa Hari Puasa Dzulhijjah 2025 yang Dianjurkan untuk Umat Muslim
Keutamaan Puasa 9 Hari Awal Dzulhijjah
Dikutip dari buku Bekal Ilmu di Awal Dzulhijjah oleh Ustaz Abu Abil A'la Hari Ahadi, berikut berbagai keutamaan yang bisa diperoleh ketika melaksanakan puasa Dzulhijjah:
1. Pahala Dilipatgandakan
Allah SWT menjanjikan pahala berlipat ganda bagi siapa pun yang melaksanakan puasa di sembilan hari pertama bulan Dzulhijjah. Begitu diutamakannya amalan sunnah ini sampai Rasulullah SAW tidak pernah melewatkannya setiap tahun. Dari Hafshah RA, ia berkata,
"Ada empat hal yang tidak pernah ditinggalkan Rasulullah SAW yaitu, puasa Asyura, puasa sepuluh hari di bulan Dzulhijjah, puasa tiga hari setiap bulan, dan dua rakaat sebelum Subuh." (HR Ahmad dan An Nasa'i)
2. Hari Pembebasan dari Siksa Neraka
Puasa sunnah Arafah dilaksanakan pada tanggal 9 Dzulhijjah. Puasa ini memiliki keutamaan besar, salah satunya dapat membebaskan umat Muslim dari api neraka. Nabi Muhammad SAW bersabda:
"Tidak ada hari di mana Allah membebaskan hamba dari neraka lebih banyak daripada Hari Arafah, dan sungguh Dia mendekat lalu membanggakan mereka di depan para Malaikat dan berkata: 'Apa yang mereka inginkan?" (HR Muslim)
3. Menghapus Dosa Selama Dua Tahun
Selain dibebaskan dari siksa neraka, orang yang melaksanakan puasa sunah Arafah juga akan dihapuskan dosanya selama dua tahun, yakni satu tahun yang lalu dan satu tahun yang akan datang. Sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW:
"Puasa Arafah (9 Dzulhijjah) dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun akan datang. Puasa Asyura (10 Muharram) akan menghapuskan dosa setahun yang lalu."
(NSF)
