Apakah Roblox akan Diblokir? Begini Penjelasannya

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Roblox kini menjadi salah satu permainan online paling populer di kalangan anak-anak dan orang dewasa. Platform ini memungkinkan penggunanya untuk membuat sekaligus memainkan beragam game secara gratis.
Namun, di balik kepopulerannya, Roblox justru disebut akan diblokir oleh pemerintah. Wacana tersebut muncul karena adanya dugaan konten berbahaya bagi anak-anak, mulai dari ujaran kebencian, tindak kekerasan, hingga konten bernuansa seksual.
Isu pemblokiran Roblox di Indonesia tentu membuat banyak pemain penasaran. Apakah keputusan tersebut benar-benar akan diambil oleh pemerintah? Yuk, simak penjelasan lengkapnya berikut ini.
Apakah Roblox akan Diblokir?
Mengutip laman kumparanNEWS, Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Dave Laksono, mengonfirmasi bahwa pihaknya mengetahui pertemuan antara Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid dengan developer gim Roblox pekan lalu.
“Kami di Komisi I DPR RI telah menerima laporan awal mengenai langkah-langkah yang sedang ditempuh oleh pemerintah,” ujar Dave saat dihubungi pada Senin (18/8).
Pertemuan tersebut digelar untuk meninjau beberapa konten yang dianggap melanggar norma dan regulasi di Indonesia, terutama terkait keamanan digital dan perlindungan anak.
Dave menambahkan bahwa Komisi I mendukung pendekatan dialog yang dilakukan Komdigi dan berkomitmen untuk terus memantau perkembangan situasi.
Sejauh ini, game Roblox yang dinilai mengandung kekerasan belum diblokir. Menurut Dave, perbaikan konten masih menjadi pilihan yang lebih efektif.
“Saat ini, opsi pemblokiran belum menjadi keputusan final. Kami menilai bahwa perbaikan konten dan sistem moderasi dari pihak pengembang adalah langkah yang lebih konstruktif, selama mereka menunjukkan komitmen yang jelas dan terukur untuk mematuhi regulasi nasional,” jelasnya.
Diketahui, pertemuan itu berlangsung di kantor Komdigi, Jakarta Pusat, pada Kamis (14/8), di mana Meutya menyampaikan sejumlah hal penting kepada developer Roblox.
Meutya juga menegaskan bahwa ini bukanlah pertemuan terakhir. Akan ada sesi lanjutan untuk menentukan apakah game ini perlu diblokir atau cukup diberlakukan pembatasan usia.
“Ini tahap awal, nanti secara berkala kita akan panggil lagi baru kemudian kita putuskan apakah memang ini perlu diblokir ataukah perlu pembatasan usia yang diperlukan,” kata Meutya.
Meski pemblokiran belum resmi dilakukan, wacana ini sudah menimbulkan pro dan kontra. Sebagian orang tua mendukungnya demi melindungi anak-anak mereka. Di sisi lain, ada pula yang menolak karena khawatir hak warga untuk menikmati hiburan melalui gim ikut terampas.
Menanggapi situasi yang terjadi, pendiri sekaligus CEO Roblox, David Baszucki menegaskan komitmen perusahaannya untuk menjaga keamanan pengguna.
Dalam wawancaranya dengan BBC News, Ia menyebut jutaan orang di seluruh dunia telah merasakan pengalaman positif melalui platform ini. Baszucki juga menekankan bahwa keputusan terbaik mengenai penggunaan Roblox tetap berada di tangan orang tua.
“Jika Anda merasa khawatir, jangan biarkan anak-anak bermain Roblox. Saya percaya orang tua selalu tahu yang terbaik untuk anak-anak mereka,” ujarnya, dikutip dari laman BBC News.
Baca Juga: Menkomdigi Bertemu Roblox, Komisi I: Kami Bantu Awasi, Konten Harus Diperbaiki
(ANB)
