Apakah Roblox Diblokir di Indonesia? Simak Alasannya

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Belakangan ini pemerintah menyatakan kemungkinan untuk memblokir Roblox, game daring yang begitu digemari anak-anak dan remaja. Langkah tersebut akan ditempuh apabila terbukti bahwa konten di dalamnya memberikan dampak negatif terhadap perilaku generasi muda.
Roblox sendiri merupakan platform game online besutan Roblox Corporation, perusahaan asal Amerika Serikat. Tidak seperti gim konvensional, Roblox menghadirkan dunia virtual tempat pengguna dapat bermain, membuat, sekaligus membagikan game ciptaan mereka secara bebas.
Meski begitu, persoalan inti sebenarnya bukan hanya tentang Roblox, melainkan soal kesadaran bersama sebagai bangsa untuk menimbang dampak konten yang muncul dari berbagai media.
Wacana pemblokiran ini pun memicu pro dan kontra di kalangan masyarakat. Lantas, apakah Roblox benar-benar akan diblokir di Indonesia?
Apakah Roblox Diblokir di Indonesia?
Langkah pemblokiran ini hingga kini belum diputuskan secara resmi dan masih sebatas wacana. Mengutip laman Universitas Muhammadiyah Jakarta, pemerintah, melalui Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyatakan bahwa pemblokiran bisa saja dilakukan jika kontennya dianggap melampaui batas.
“Kalau memang kita merasa sudah melewati batas, apa yang ditampilkan di situ mempengaruhi perilaku dari adik-adik kita, ya tidak menutup kemungkinan (diblokir),” ucap Prasetyo.
Ia menegaskan, pemerintah tidak akan segan menutup platform yang terbukti memberi pengaruh buruk, khususnya bagi anak-anak dan remaja.
Wacana ini tentunya menuai kontroversi. Dikutip dari kanal YouTube Silence Man, banyak pihak yang menolak pemblokiran dengan alasan masih ada solusi lain yang bisa ditempuh. Sehingga, blokir game Roblox dinilai kurang bijak.
Namun, dukungan juga datang, terutama dari kalangan orang tua yang menilai Roblox tidak membawa manfaat berarti. Sebab, tak sedikit anak yang menghabiskan uang untuk top up di game tersebut, sehingga dianggap menimbulkan dampak negatif.
Di tengah pro-kontra tersebut, CEO Roblox David Baszucki menyampaikan bahwa perusahaannya memiliki sistem keamanan ketat dan terus berinovasi untuk memantau perilaku pengguna.
Dikutip dari laman BBC News, Roblox menerapkan teknologi AI canggih untuk menganalisis seluruh komunikasi antar pemain, serta siap berkoordinasi dengan aparat penegak hukum jika diperlukan.
“Kami menganggap satu insiden buruk saja sudah terlalu berlebihan. Oleh karena itu, kami selalu memantau setiap bentuk perundungan, pelecehan, dan menyaring semua konten negatif,” kata Baszucki kepada BBC News, Rabu (6/8).
Sebelumnya, Roblox telah diblokir secara nasional di beberapa negara, termasuk Turki dan Oman, karena kekhawatiran terhadap potensi eksploitasi anak serta lemahnya sistem moderasi konten. Menanggapi hal tersebut, Baszucki mendorong para orang tua untuk bersikap tegas.
“Kalau Anda merasa tidak nyaman, jangan biarkan anak Anda bermain Roblox. Saya selalu menghargai keputusan orang tua,” ujar Baszucki.
Baca Juga: Cara On Mic di Roblox agar Bisa Ngobrol dengan Player Lain
(ANB)
