Apakah Susu UHT Harus Disimpan di Kulkas? Ini Panduan Penyimpanannya

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Media sosial tengah diramaikan dengan cuplikan video seorang wanita yang mengamuk ke kasir minimarket lantaran mendapati susu UHT pesanannya tidak dingin. Pertanyaannya, apakah susu UHT harus disimpan di kulkas?
Dijelaskan dalam buku Manfaat Susu bagi Kehidupan karya Meike Puri Qullana (2022), susu UHT sudah dikemas secara higienis menggunakan kemasan aseptik multilapis berteknologi canggih. Kemasan kedap udara tersebut menjamin keamanan dan daya tahan susu yang optimal.
Sehingga, susu UHT tidak perlu disimpan lagi ke dalam lemari pendingin atau kulkas. Jenis susu ini bisa bertahan selama 10 bulan setelah masa produksi meskipun disimpan di suhu ruang.
Agar tidak terjadi kontaminasi bakteri dan mikroba, kemasan susu UHT harus tetap tersegel dengan baik. Apa kelebihan susu UHT dibadingkan susu lainnya? Yuk, simak informasi lengkapnya lewat artikel berikut.
Kelebihan Susu UHT Dibandingkan Susu Lainnya
Susu UHT termasuk jenis susu yang proses pengolahannya paling aman. Selain menggunakan peralatan modern, proses pengolahan susu UHT juga melalui pengawasan yang cukup ketat.
Mengutip buku Panduan Praktis Membuat Olahan dari Susu yang Menggugah Selera susunan Tjahjono Tri (2023), susu UHT diolah menggunakan suhu tinggi dengan temperatur 135-145° C dalam waktu 2-3 detik saja. Kemasan susunya juga terbuat dari aseptis multilapis yang menjamin keamanan dan daya tahan susu lebih optimal.
Susu UHT aman disimpan dalam suhu ruang. Masa simpannya sangat panjang, yakni sekitar 6-10 bulan sejak awal diproduksi. Bahkan, susu ini tidak perlu dimasukkan ke dalam lemari pendingin.
Para peneliti sepakat bahwa susu UHT termasuk susu yang sangat higienis karena terbebas dari segala jenis mikroba, patogen, dan bakteri jahat lainnya. Bahkan, susu ini juga cenderung tidak berisiko mengalami kerusakan mikrobiologis.
Karena proses pengolahan dan pemanasannya sangat singkat, mutu sensori susu UHT pun relatif tidak berubah. Ini meliputi warna, aroma, rasa, tekstur, dan mutu gizinya.
Tips Penyimpanan Susu UHT
Agar mutunya tetap terjamin, Anda perlu memerhatikan tips penggunaan susu UHT yang sesuai dengan panduan medis. Berikut uraiannya yang bisa Anda simak:
Jika kemasan sudah dibuka, susu UHT harus disimpan di dalam lemari pendingin atau kulkas.
Susu UHT harus terhindar dari penyimpanan suhu tinggi di atas 50° C. Karena suhu yang terlalu ekstrem tersebut dapat membentuk gelasi akibat kerusakan protein.
Kerusakan susu UHT mudah dideteksi secara visual. Ciri utamanya bisa dilihat dari kemasan yang terlihat mengembung. Hal ini terjadi akibat kebocoran kemasan yang memungkinkann mikroba-mikroba tumbuh, sehigga berpotensi merusak mutu susu UHT.
Kerusakan juga bisa ditandai dengan timbulnya bau dan rasa yang asam. Selain menghasilkan gas, aktivitas fermentasi oleh mikroba juga menghasilkan alkohol dan asam organik yang bisa menyebabkan susu beraroma masam.
Hindari konsumsi susu UHT yang telah mengental. Sebab, fermentasi susu oleh bakteri pembusuk juga dapat menyebabkan koagulasi akibat penurunan pH oleh asam organik. Koagulasi dan pemecahan protein inilah yang meyebabkan tekstur susu rusak yaitu menjadi pecah dan agak kental.
(MSD)
