Konten dari Pengguna

Arah Sebaran Abu Vulkanik Anak Krakatau dan Cara Ceknya Secara Online

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kolom abu membubung saat Gunung Anak Krakatau mengalami erupsi pada Minggu (16/8/2026). Foto: Anggi/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Kolom abu membubung saat Gunung Anak Krakatau mengalami erupsi pada Minggu (16/8/2026). Foto: Anggi/kumparan

Sejumlah daerah masih dihujani abu vulkanik akibat aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau. Kondisi ini tentu dapat mengganggu mobilitas masyarakat, terutama mereka yang berada di sekitar wilayah terdampak.

Untuk memantau pergerakan abu vulkanik, masyarakat dapat memanfaatkan sejumlah layanan berbasis citra satelit yang tersedia secara online. Layanan ini memungkinkan sebaran abu dipantau secara berkala berdasarkan pembaruan citra dan data yang tersedia.

Lantas, ke mana arah sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau terkini dan wilayah mana saja yang berpotensi terdampak? Mari simak informasi selengkapnya berikut ini.

Sebaran Abu Anak Krakatau Terbaru

Sebaran abu vulkanik Gunung Anak Gunung Krakatau (GAK) pada Senin (7/9/2026) pukul 21.00 WIB. Foto: Instagram/ @bmkgwilayah2

Berikut informasi terbaru mengenai sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau, mencakup ketinggian dan arah pergerakannya berdasarkan hasil pemantauan citra satelit:

Ketinggian Abu Vulkanik Mencapai 7.000 Kaki

Berdasarkan citra sebaran abu vulkanik BMKG pada Rabu, 9 September 2026 pukul 07.00 WIB, analisis citra RGB Himawari-9 mendeteksi adanya sebaran debu vulkanik dari Gunung Anak Krakatau.

Pemantauan tersebut dilakukan dengan mengacu pada informasi dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) serta Volcanic Ash Advisory Center (VAAC) Darwin.

Hasil analisis menunjukkan abu vulkanik terpantau hingga ketinggian sekitar 7.000 kaki atau 2,1 kilometer di atas permukaan laut.

Abu Vulkanik Bergerak ke Arah Barat Laut

Dari hasil pemantauan citra satelit, sebaran abu vulkanik diketahui bergerak menuju barat laut. Area yang berada dalam jalur sebaran tersebut mencakup sebagian wilayah Teluk Lampung.

Masyarakat Perlu Mewaspadai Dampaknya

Pergerakan abu vulkanik perlu tetap diwaspadai karena material tersebut dapat terbawa angin dan memengaruhi kondisi di wilayah yang dilaluinya.

Sebaran abu juga berpotensi mengurangi jarak pandang serta menurunkan kualitas udara, khususnya bagi masyarakat yang berada di sekitar jalur pergerakan abu vulkanik.

Cara Cek Sebaran Abu Vulkanik Anak Krakatau

Ilustrasi BMKG. Foto: Thrive Studios ID/Shutterstock

Masyarakat yang ingin mengetahui kondisi sebaran abu vulkanik di sekitar Gunung Anak Krakatau dapat melakukan pemantauan secara mandiri melalui sejumlah layanan dan kanal resmi.

Berikut dua cara yang dapat digunakan untuk memperoleh informasi terbaru mengenai sebaran abu vulkanik:

1. Citra Sebaran Abu Vulkanik BMKG

Pilihan pertama adalah laman Citra Sebaran Abu Vulkanik BMKG yang menampilkan informasi terbaru mengenai sebaran abu vulkanik Anak Krakatau berdasarkan citra satelit.

Laman tersebut dapat diakses melalui:

https://www.bmkg.go.id/cuaca/satelit/citra-sebaran-abu-vulkanik

Pada peta, hasil analisis abu vulkanik ditampilkan dengan warna merah dan ditandai menggunakan poligon berwarna kuning. Produk tersebut dibuat berdasarkan informasi aktivitas gunung berapi dari Volcanic Ash Advisory Centre (VAAC) Darwin.

Melalui laman ini, pengguna dapat melihat:

  • Wilayah yang terdampak sebaran abu vulkanik.

  • Arah pergerakan abu.

  • Area yang masuk dalam hasil analisis sebaran abu.

2. Instagram Resmi BMKG

Selain melalui citra satelit, masyarakat dapat mengikuti pembaruan kondisi Gunung Anak Krakatau melalui akun Instagram resmi BMKG, @infobmkg. Kanal ini menyajikan berbagai informasi dan perkembangan terkait kondisi cuaca maupun kebencanaan dalam format yang lebih mudah dipahami.

Namun, apabila membutuhkan informasi teknis dan peta sebaran yang lebih rinci, laman Citra Sebaran Abu Vulkanik BMKG tetap dapat menjadi rujukan utama.

Baca Juga: Bersihkan Abu Vulkanik Anak Krakatau, BMKG Lanjutkan OMC hingga 10 September

(ANB)