Arah Tidur yang Dilarang Islam berdasarkan Hadist Rasulullah

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Islam memiliki beberapa ketentuan yang berkaitan dengan aktivitas manusia termasuk soal arah tidur yang dilarang maupun yang dianjurkan sesuai dengan syariat. Hal ini diatur agar seseorang dapat memperoleh kualitas tidur yang baik setelah melakukan berbagai kegiatan.
Mengutip laman Nahdlatul Ulama (NU Online), tidur merupakan salah satu rutinitas yang dianggap penting dalam Islam. Allah SWT menciptakan keadaan tidur agar manusia dapat beristirahat sebagaimana firman-Nya dalam ayat berikut.
وَجَعَلْنَا نَوْمَكُمْ سُبَاتًا
Artinya: "Dan Kami jadikan tidur kalian sebagai jeda dari kegiatan agar kalian beristirahat." (QS. An-Naba:9)
Untuk memaksimalkan waktu istirahat umatnya, Islam mengatur arah tidur umatnya melalui sunnah yang diajarkan Rasulullah. Simak penjelasan terkait arah tidur yang dilarang Islam beserta yang dianjurkan selengkapnya dalam ulasan berikut ini.
Arah Tidur yang Dilarang Islam
Menurut Maryam Kinanthi dalam buku Dahsyatnya Puasa Wajib dan Sunah, ada dua arah tidur yang dilarang Islam karena beberapa alasan, yaitu tidur tengkurap (terlungkup) dan tidur dengan sebagian tubuh terkena sinar matahari.
1. Tidur tengkurap
Dalam Islam, tidur dengan bertumpu pada wajah (tengkurap) hukumnya makruh. Arah tidur ini dianggap mirip dengan cara tidur setan. Bahkan, sebagian ulama menganggap bahwa hukum tidur tengkurap adalah haram.
Dalil terkait larangan tidur dengan posisi tengkurap terdapat dalam hadist riwayat Abu Dawud dan Ibnu Majah. Dari Ya’isy bin Thakhfah Al Ghifariy, beliau berkata:
فَبَيْنَمَا أَنَا مُضْطَجِعٌ فِى الْمَسْجِدِ مِنَ السَّحَرِ عَلَى بَطْنِى إِذَا رَجُلٌ يُحَرِّكُنِى بِرِجْلِهِ فَقَالَ « إِنَّ هَذِهِ ضِجْعَةٌ يُبْغِضُهَا اللَّهُ ». قَالَ فَنَظَرْتُ فَإِذَا رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم-
Artinya: “Saat aku sedang berbaring tengkurap di masjid di waktu sahur, lalu tiba-tiba ada seseorang menggerak-gerakkan aku dengan kakinya. Dia pun berkata, “Sesungguhnya ini adalah cara tidur yang dibenci oleh Allah.” Kemudian aku pandang orang tersebut, ternyata beliau adalah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.” (HR Abu Daud dan Ibnu Majah)
2. Tidur dengan sebagian tubuh terkena sinar matahari
Selain tidur tengkurap, Rasulullah SAW juga pernah melarang umatnya untuk tidur dengan sebagian tubuh terkena sinar matahari. Beliau memerintahkan siapapun yang tertidur dalam posisi tersebut untuk segera pindah sebagaimana hadist berikut.
“Jika salah seorang di antara kalian berada di bawah matahari, kemudian bayangan beringsut darinya sehingga sebagian tubuhnya berada di bawah matahari dan sebagiannya lagi terlindung bayangan, maka hendaklah dia berdiri (maksudnya tidak tetap berada di tempat tersebut).” (HR. Abu Dawud dan Ahmad)
Arah Tidur yang Dianjurkan dalam Islam
Dihimpun dari buku Islam on the Spot terbitan Wahyu Qolbu, berikut adalah beberapa arah tidur yang sangat dianjurkan dalam Islam.
1. Tidur menghadap ke arah kanan
Menurut Rasulullah SAW, posisi tidur terbaik adalah menghadap kanan. Posisi ini juga direkomendasikan secara medis karena dapat mengurangi dengkuran yang timbul, menjaga kesehatan pencernaan, dan mencegah mulas pada perut.
Tidur menghadap ke arah kanan diperintahkan langsung oleh Rasulullah SAW dalam hadist berikut.
إِذَا أَتَيْتَ مَضْجَعَكَ فَتَوَضَأْ وُضُوءَكَ للصَلاةِ، ثُمَّ اضْطَّجِعْ على شِقِّكَ الأَيْمَنِ
Artinya: "Jika engkau hendak menuju tempat tidurmu (untuk tidur), maka berwudhulah seperti engkau berwudhu untuk shalat, kemudian berbaringlahlah di rusukmu (bagian tubuhmu) sebelah kanan." (HR al-Bukhari dan Muslim)
2. Tidur menghadap arah kiblat
Selain menghadap kanan, tidur juga dianjurkan untuk menghadap arah kiblat. Menurut Islam, mengarahkan tubuh ke kiblat juga termasuk salah satu adab tidur.
Dalam sebuah hadist riwayat Abu Ya’la, Sayyidah Aisyah pernah berkata:
كَانَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيه وسَلَّم يَأْمُرُ بِفِرَاشِهِ فَيُفْرَشُ لَهُ، فَيَسْتَقْبِلُ الْقِبْلَةَ، وَإِذَا آوَى إِلَيْهِ تَوَسَّدَ كَفَّهُ الْيُمْنَى
Artinya: “Rasulullah memerintahkan ‘Aisyah untuk menyiapkan tempat tidurnya. Tempat tidurnya pun disiapkan, lalu Rasulullah menghadap kiblat. Dan apabila beliau merebahkan diri di atasnya, beliau jadikan telapak tangan kanannya sebagai bantal.” (HR Abu Ya’la)
(AAA)
Frequently Asked Question Section
Kenapa Allah menciptakan tidur?

Kenapa Allah menciptakan tidur?
Allah SWT menciptakan keadaan tidur agar manusia dapat beristirahat sebagaimana firman-Nya dalam surat An-Naba ayat 9.
Posisi tidur yang baik menurut Islam menghadap kemana?

Posisi tidur yang baik menurut Islam menghadap kemana?
Menghadap ke arah kanan atau ke kiblat.
Kenapa Islam menganjurkan tidur miring ke kanan?

Kenapa Islam menganjurkan tidur miring ke kanan?
Posisi ini juga direkomendasikan karena dapat mengurangi dengkuran yang timbul, menjaga kesehatan pencernaan, dan mencegah mulas pada perut.
