Konten dari Pengguna

Arthropoda: Pengertian, Cara Hidup, Ciri, dan Klasifikasinya

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Kepiting Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Kepiting Foto: Unsplash

Arthropoda merupakan filum terbesar yang mendominasi kerajaan Animalia. Hewan tersebut mampu beradaptasi dan hidup di berbagai tempat dengan baik. Arthropoda bisa dijumpai di banyak lokasi, mulai dari laut, gurun, air tawar, hingga padang rumput.

Cara Hidup dan Reproduksi Arthropoda

Mengutip buku Biologi 1 SMA dan MA untuk Kelas X oleh Aryulina, dkk. (2004:229), Arthropoda dapat hidup dengan beragam cara, di antaranya adalah hidup bebas, parasit, komensal, hingga simbiotik.

Sistem reproduksi arthropoda adalah terpisah. Ini artinya, ada hewan jantan dan hewan betina. Masing-masing dari mereka menghasilkan gamet pada individu berbeda sehingga bersifat rumah dua atau dioseus.

Umumnya, arthropoda melakukan reproduksi secara seksual. Meski begitu, ada juga yang menjalaninya dengan cara aseksual, yakni partenogenisis. Secara umum, partenogenesis adalah pembentukan individu steril yang dilakukan tanpa pembuahan.

Ciri Arthropoda

Mengutip buku Pasti Bisa Biologi untuk SMA/MA Kelas X karya Tim Ganesha Operation (2017:93), arthropoda dapat dikenali dengan beberapa ciri, yaitu:

  • Tubuh bersifat simetris, bersegmen-segmen, dan triplobastik selomata.

  • Memiliki rangka luar dan kitin. Nantinya, kulit tersebut dapat berganti atau mengalami eksidis (molting).

  • Mempunyai alat pencernaan yang berkembang sempurna dan peredaran darah terbuka.

  • Memiliki sistem saraf berupa saraf tangga tali.

  • Sistem reproduksi terbagi menjadi dua, yaitu seksual (fertilisasi internal) dan aseksual (partenogenesis).

Klasifikasi Arthropoda

Berdasarkan struktur tubuh dan kakinya, arthropoda dapat diklasifikasikan menjadi 20 kelas. Berikut adalah empat kelas paling umum yang dikutip dari buku Metode Bimbel Biologi Ala Tentor oleh Drs. Bambang Hermanto. (2017:113).

Arachnida

Ilustras Laba-Laba Foto: Unsplash

Arachinda terdiri atas satu atau dua bagian utama. Hewan ini juga mempunyai enam pasangan anggota badan, yaitu kelisera, pedapalpus, dan empat pasang kaki.

Contoh: laba-laba, kalajengking, kutu, tungau.

Myriapoda

Ilustrasi Lipan Foto: Unsplash

Myriapoda atau hewan berkaki banyak memiliki tubuh beruas. Kemudian setiap ruasnya mempunyai sepasang atau dua pasang kaki. Tubuh myriapoda terbagi menjadi dua bagian, yakni kepala dan perut atau abdomen.

Contoh: Lipan (kelas Chilopoda) dan kaki seribu (kelas Diplopoda).

Insecta atau Hexapoda

Ilustrasi Serangga foto: Unsplash

Insecta terdiri dari toraks, kepala, dan abdomen atau perut. Hewan ini juga mempunyai antena, mulut, sayap, dan tiga pasang kaki. Kebanyakan hewan insecta hidup di darat.

Contoh: serangga

Crustacea

Ilustrasi Udang Foto; Unsplash

Curstacea atau udang-udangan mempunyai dua atau tiga bagian tubuh, antena, mulut, dan tiga atau lebih pasang kaki. Biasanya, hewan ini hidup di laut.

Contoh: kepiting dan udang.

(GTT)

Frequently Asked Question Section

Apa Itu Arthropoda?

chevron-down

Arthropoda adalah filum terbesar dalam kingdom Animalia yang memiliki kaki berbuku-buku.

Ciri Arthropoda

chevron-down

Arthropoda terdiri dari beberapa ciri, yaitu mempunyai kaki beruas-ruas, kitin, sistem saraf tangga tali, dan lainnya.

Klasifikasi Arthropoda

chevron-down

Arthropoda dapat diklasifikasikan menjadi 20 jenis. Namun, empat klasifikasi yang paling umum adalah arachnida, myriapoda, insecta, dan crustacea.