Konten dari Pengguna

Arti 77 Pertanyaan Sebelum Lahir ke Dunia, Ini Makna Sebenarnya

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi bayi. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi bayi. Foto: Shutterstock

Pertanyaan dari malaikat sebelum manusia lahir diyakini sebagai bagian dari perjalanan hidup yang sudah digariskan oleh Sang Pencipta. Konon, sebelum manusia lahir ke dunia, malaikat akan menanyai manusia sebanyak 77 kali setiap harinya.

Karena sejatinya, sebelum terlahir ke dunia, manusia telah mengikat perjanjian dengan Allah SWT. Pada awalnya, ruh manusia sempat merasa ragu untuk lahir dan lebih memilih tetap di surga, sehingga dibutuhkan perjanjian dan kesanggupan untuk menjalani kehidupan di bumi.

Hal inilah yang kemudian menimbulkan rasa penasaran mengenai makna “77 pertanyaan sebelum lahir”. Apa sebenarnya maksud pertanyaan tersebut, dan bagaimana bentuk perjanjian antara Allah dengan manusia sebelum diturunkan ke bumi? Berikut penjelasan selengkapnya.

Arti 77 Pertanyaan Sebelum Lahir

Ilustrasi bayi. Foto: Shutterstock

Dikutip dari ceramah Ustadz Adi Hidayat yang diunggah dalam kanal YouTube Spasi Dakwah, sebelum manusia lahir ke dunia, ruh telah mengadakan perjanjian dengan Allah SWT. Perjanjian ini menjadi dasar fitrah manusia, yaitu pengakuan bahwa Allah adalah satu-satunya Tuhan.

Ketika ruh ditiupkan pada janin berusia empat bulan, Allah menyampaikan tawaran perjanjian kepada setiap jiwa. Isi perjanjian tersebut adalah ajakan bagi manusia untuk bertakwa dan patuh kepada Allah SWT setelah terlahir ke dunia.

Allah menanyakan apakah hamba siap menjadikan-Nya sebagai Rabb, Tuhan yang disembah dan tempat bergantung untuk segala kebutuhan.

Peristiwa ini dikenal sebagai Mitsaq al-Alast atau perjanjian primordial, yang dijelaskan dalam Al-Qur’an surat Al-A’raf ayat 172. Dalam ayat tersebut, Allah berfirman, “Bukankah Aku ini Tuhanmu?” dan seluruh ruh manusia menjawab, “Betul, Engkau Tuhan kami, kami bersaksi.”

Karena itu, setiap doa manusia diawali dengan seruan Rabbana, sebagai pengakuan bahwa Allah adalah pemelihara yang paling dekat.

Setiap peristiwa dalam hidup, baik suka maupun duka, menjadi pengingat untuk selalu kembali kepada perjanjian awal dan bersandar sepenuhnya kepada-Nya.

Ilustrasi bayi. Foto: Ana Sha/Shutterstock

Jika ruh menyanggupi perjanjian itu, maka ia akan ditakdirkan lahir dan menjalani kehidupan di dunia. Namun apabila menolak, Allah tidak menakdirkannya untuk turun dan merasakan kehidupan di muka bumi.

Makna dari ayat ini adalah pengakuan tauhid yang melekat pada setiap jiwa sejak awal penciptaan. Dengan demikian, manusia lahir membawa fitrah untuk mengenal dan menyembah Allah, meskipun seiring perjalanan hidup bisa terpengaruh oleh hawa nafsu maupun lingkungan.

Adapun anggapan bahwa malaikat menanyakan hal ini hingga 77 kali sehari tidak memiliki dasar dalam ajaran Islam dan tidak tercantum dalam hadis yang sahih. Karena pada dasarnya, setiap manusia telah membuat janji di alam ruh untuk mengakui keesaan Allah dan menerima ujian kehidupan.

Baca Juga: Doa Jumat Pagi beserta Artinya untuk Awali Hari dengan Penuh Berkah

(ANB)