Konten dari Pengguna

Arti Aing dan Kata Bahasa Sunda yang Umum Digunakan

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Smartphone. Foto: pixabay.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Smartphone. Foto: pixabay.com

Aing merupakan kosakata bahasa Sunda yang saat ini banyak digunakan masyarakat secara umum, tak hanya yang berasal dari suku Sunda. Kata aing sering muncul dalam percakapan sehari-hari, termasuk media sosial.

Dalam buku Kamus Sunda-Indonesia (2022), disebutkan bahwa aing artinya "saya" atau berperan sebagai kata ganti orang pertama. Di media sosial, kata aing biasa digunakan untuk menggantikan kata “gua/gw” dan mulai dianggap sebagai bahasa gaul.

Pada dasarnya, dalam tata krama budaya Sunda, kata aing masuk ke dalam jenis bahasa kasar. Namun, hal ini dapat berubah jika menggunakan intonasi yang tepat saat mengucapkannya.

Berikut contoh penggunaan kata aing dalam bahasa Sunda:

“Geus jam sakieu, aing balik heula."

(Sudah jam segini, saya pulang dulu.)

Ilustrasi Media Sosial. Foto: pixabay.com

Kata Bahasa Sunda yang Populer

Selain aing, terdapat sejumlah kata bahasa Sunda yang sering dalam percakapan sehari-hari. menggunakan bahasa Sunda dicampur dengan bahasa Indonesia.

Berikut kata bahasa Sunda lain yang banyak digunakan yang disadur dari buku Kamus Basa Sunda - Indonesia, Indonesia - Sunda Untuk Pelajar & Umum (2019) dan Kamus Sunda-Indonesia (2022).

1. Punten

Punten merupakan bentuk singkat dari kata hampunten yang berarti "maaf". Kata ini biasa digunakan sebagai tanda permintaan maaf.

Contoh penggunaan punten:

“Punten bilih aya kalepatan.”

(Maaf kalau ada kesalahan.)

2. Riweuh

Riweuh artinya "bingung" atau tidak dapat berpikir dengan tenang karena banyak hal yang sedang dipikirkan. Selain itu, kata riweuh dapat pula dimaknai dengan ribet atau sibuk.

Contoh penggunaan riweuh:

“Maneh teh riweuh pisan.”

(Kamu tuh ribet banget.)

3. Jiga atau jigana

Jiga artinya "seperti" dan jigana artinya "sepertinya".

Contoh penggunaan jiga atau jigana:

“Jigana sore ini.”

(Sepertinya sih sore ini.)

4. Rungsing

Rungsing artinya "rewel", "sebentar-sebentar menangis", "ruwet", atau "pusing".

Contoh penggunaan rungsing:

“Rungsing pisan adik maneh teh.”

(Rewel banget sih adik kamu.)

5. Cicing

Cicing artinya "diam".

Contoh penggunaan cicing:

“Cicing heula, aing lagi fokus.”

(Diam dulu, saya lagi fokus.)

Ilustrasi Kamus Bahasa. Foto: pixabay.com

6. Ceurik

Ceurik artinya "menangis" atau "tangis".

Contoh penggunaan ceurik:

“Maneh teh nyeurikan budak wae.”

(Kamu tuh bikin anak menangis aja.”

7. Damang

Damang artinya "sehat" atau "sembuh". Biasanya kata ini digunakan untuk menanyakan kabar seseorang.

Contoh penggunaan damang:

“Kumaha, damang?”

(Gimana, sehat?)

8. Cenah atau ceunah

Cenah atau ceunah artinya "katanya".

Contoh penggunaan cenah atau ceunah:

“Riko henteu milu ceunah.”

(Riko ga ikut katanya.)

9. Jeung

Jeung artinya "sama" atau "bersama".

Contoh penggunaan jeung:

“Ulin jeung saha maneh teh?”

(Main sama siapa kamu tu?)

10. Hayang

Hayang artinya "mau".

Contoh penggunaan hayang:

“Hayang naon maneh teh?”

(Mau apa kamu tu?)

(DND)