Konten dari Pengguna

Arti Al Mumit dan Keutamaan bagi Umat Muslim yang Mengamalkannya

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 2 menit

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Al Mumit. Foto: Pexels
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Al Mumit. Foto: Pexels

Al Mumit artinya Yang Maha Mematikan. Ini adalah salah satu dari Asmaul Husna yang merupakan nama-nama Allah yang baik dan mulia yang berjumlah 99.

Ada banyak keutamaan yang bisa didapat umat Muslim dari Asmaul Husna, salah satunya akan mendapat banyak berkah. Menyerukan Asmaul Husna juga akan membuat hati dan pikiran menjadi tenang.

Mengutip buku Asmaul Husna: 1001 Solusi Hidup oleh Supartinah, jika membaca Ya Rahmaan sebanyak 100 kali tiap usai sholat fardhu, akan hilang sifat lalai dan lupa atas dirinya dengan seizin Allah.

Tak hanya Ya Rahmaan, setiap Asmaul Husna memiliki keutamaannya masing-masing, termasuk Al Mumit. Lantas, apakah keutamaan mengamalkan Al Mumit? Simak ulasan berikut.

Keutamaan Mengamalkan Al Mumit

Ilustrasi Al Mumit. Foto: Unsplash

Seperti yang dijelaskan di atas, Al Mumit memiliki arti Maha Mematikan. Mengutip buku Asmaul Husna oleh Syekh Tosun, Al Mumit menunjukkan bahwa Allah adalah pencipta kematian. Kematian setiap makhluk di bumi ialah atas kehendak Allah.

Allah berfirman dalam surat Ali Imran ayat 156 yang berbunyi:

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ لَا تَكُونُوا۟ كَٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ وَقَالُوا۟ لِإِخْوَٰنِهِمْ إِذَا ضَرَبُوا۟ فِى ٱلْأَرْضِ أَوْ كَانُوا۟ غُزًّى لَّوْ كَانُوا۟ عِندَنَا مَا مَاتُوا۟ وَمَا قُتِلُوا۟ لِيَجْعَلَ ٱللَّهُ ذَٰلِكَ حَسْرَةً فِى قُلُوبِهِمْ ۗ وَٱللَّهُ يُحْىِۦ وَيُمِيتُ ۗ وَٱللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ

Yā ayyuhallażīna āmanụ lā takụnụ kallażīna kafarụ wa qālụ li`ikhwānihim iżā ḍarabụ fil-arḍi au kānụ guzzal lau kānụ 'indanā mā mātụ wa mā qutilụ, liyaj'alallāhu żālika ḥasratan fī qulụbihim, wallāhu yuḥyī wa yumīt, wallāhu bimā ta'malụna baṣīr.

Artinya: "Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu seperti orang-orang kafir (orang-orang munafik) itu, yang mengatakan kepada saudara-saudara mereka apabila mereka mengadakan perjalanan di muka bumi atau mereka berperang: 'Kalau mereka tetap bersama-sama kita tentulah mereka tidak mati dan tidak dibunuh.' Akibat (dari perkataan dan keyakinan mereka) yang demikian itu, Allah menimbulkan rasa penyesalan yang sangat di dalam hati mereka. Allah menghidupkan dan mematikan. Dan Allah melihat apa yang kamu kerjakan."

Allah SWT juga berfirman dalam surat Ali Imran ayat 185, yakni:

كُلُّ نَفْسٍ ذَآئِقَةُ ٱلْمَوْتِ ۗ وَإِنَّمَا تُوَفَّوْنَ أُجُورَكُمْ يَوْمَ ٱلْقِيَٰمَةِ ۖ فَمَن زُحْزِحَ عَنِ ٱلنَّارِ وَأُدْخِلَ ٱلْجَنَّةَ فَقَدْ فَازَ ۗ وَمَا ٱلْحَيَوٰةُ ٱلدُّنْيَآ إِلَّا مَتَٰعُ ٱلْغُرُورِ

Kullu nafsin żā`iqatul maụt, wa innamā tuwaffauna ujụrakum yaumal-qiyāmah, fa man zuḥziḥa 'anin-nāri wa udkhilal-jannata fa qad fāz, wa mal-ḥayātud-dun-yā illā matā'ul-gurụr.

Artinya: "Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan."

Bisa disimpulkan, umat Muslim yang mengamalkan makna dari Al Mumit akan mendapat keutamaan bisa mengendalikan pengaruh buruk ego dan hawa nafsu terhadap kesenangan di dunia. Membaca Asmaul Husna ini juga membantu seorang hamba mendapatkan tali persahabatan dengan orang beriman.

(AFM)