Arti Allah Maha Suci, Salah Satu Sifat Allah dalam Asmaul Husna

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Umat Muslim mengenal Asmaul Husna sebagai nama-nama Allah yang sesuai dengan sifat-Nya. Ada 99 asma Allah yang wajib diketahui, salah satunya yakni Al-Quddus yang memiliki arti Maha Suci.
Sifat Allah tersebut harus diimani oleh umat Muslim dengan cara menyebutkannya saat memanjatkan doa ataupun dzikir. Tak hanya itu, menyematkannya pada lafaz Allah sehari-hari juga merupakan bentuk pengamalan Asmaul Husna.
Al Quddus sendiri seringkali dicantumkan pada lafaz Allah, baik di depan yaitu “Allah Maha Suci” atau di belakang yaitu “Maha Suci Allah”. Namun, tak hanya sekadar diucapkan, arti kalimat tersebut perlu dipahami lebih mendalam oleh seorang Muslim.
Arti Allah Maha Suci
Dalam Asmaul Husna, Al-Quddus atau Maha Suci diurutkan setelah Al-Malik yang artinya Maha Raja. Pengurutan tersebut memiliki alasan tersendiri.
Mengutip buku Al Asma Al Husna, Mengenal Nama-Nama Allah oleh M. Quraish Shihab (2013), urutan Al-Quddus setelah Al-Malik menunjukkan kesempurnaan kerajaan-Nya sekaligus menampik adanya kesalahan dan kekejaman dari-Nya.
Allah Al Quddus artinya Allah Maha Suci dari hal-hal yang tercela dan tidak baik. Di samping itu, tak ada ketetapan-Nya yang tidak adil dan tidak ada ciptaan-Nya yang sia-sia.
Allah juga Maha Suci dari apa yang dibayangkan oleh manusia. Mengutip buku Rahasia Keajaiban Asmaul Husna oleh Muhammad Syafi'ie el-Bantanie (2009), Allah Maha Suci dari segala sifat yang dapat dijangkau indra, diduga oleh prasangka, dikhayalkan oleh imajinasi, atau terlintas dalam benak manusia.
Hal ini juga ditegaskan dalam Al Quran, “Apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi senantiasa bertasbih kepada Allah. Maha Raja, Yang Maha Suci, Yang Maha Perkasa, Maha Bijaksana.” (QS. Al Jumu’ah: 1)
Untuk meneladani sifat Allah Maha Suci, seorang Muslim harus membersihkan serta menyucikan pikiran, hati, dan perbuatannya dengan tidak melakukan hal-hal maksiat serta tidak menodai pikiran dengan berburuk sangka kepada orang lain.
Orang-orang yang hatinya suci akan mendapat keberuntungan. Sebaliknya, orang-orang yang membiarkan hatinya kotor akan mendapat kerugian.
(ADS)
