Arti Anak Emas dalam Peribahasa Indonesia yang Cukup Populer

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Secara harfiah, anak emas artinya orang yang paling disayang. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), istilah anak emas didefinisikan sebagai anak budak belian yang diambil oleh tuannya; orang yang paling disenangi oleh atasannya; dan anak Indonesia yang diambil oleh bangsa lain.
Sederhananya, anak emas adalah orang yang paling disayangi dan difavoritkan oleh atasan (majikannya, tuannya, gurunya) dalam suatu kelompok. Anak emas biasanya mendapatkan perlakuan spesial yang berbeda dengan anak lainnya.
Mengutip buku Kekeliruan Manager karya Hadi Satyagraha (2015), di ranah pekerjaan, anak emas biasanya lebih cepat mendapatkan promosi jabatan, kenaikan gaji, dan kelonggaran disiplin kerja. Gejala perlakuan “anak emas” juga disebut sebagai favoritisme.
Anak emas termasuk peribahasa Indonesia yang cukup populer. Selain itu, ada juga peribahasa lain yang perlu diketahui. Apa saja? Simak artikel berikut untuk mengetahui ragamnya.
Peribahasa Indonesia yang Populer dan Artinya
Dirangkum dari buku Kumpulan Peribahasa dan Pantun Indonesia Terlengkap susunan Tim Redaksi Cemerlang, berikut kumpulan peribahasa Indonesia yang cukup populer untuk Anda simak:
Bagai abu di atas unggul: Kedudukannya tidak kuat; tidak punya kekuasaan penuh.
Tak ada rotan akar pun jadi: Tak ada yang baik, yang kurang baik pun jadi. Daripada tak ada sama sekali, yang kurang baik pun dapat juga.
Ada udang dibalik batu: Punya maksud tertentu di balik kata yang diucapkan.
Air susu dibalas air tuba: Kebaikan dibalas dengan kejahatan.
Air beriak tanda tak dalam: Orang yang sombong biasanya bodoh.
Sepandai-pandai tupai meloncat, jatuh juga: Tidak ada orang yang sempurna, setiap orang pasti pernah berbuat kesalahan.
Bagai bumi dan langit: Dua hal yang mempunyai perbedaan sangat jauh
Bagai air di daun talas: Orang yang tidak tetap pendiriannya.
Berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ketepian, bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian: Diperlukan susah payah dan pantang menyerah untuk mencapai keberhasilan.
Esa hilang, dua terbilang: Berusaha keras untuk mencapai tujuan.
Guru kencing berdiri, murid kencing berlari: Seorang pendidik atau pemimpin harus memberikan contoh yang baik.
Jatuh di atas tilam: Mendapat keuntungan besar.
Lempar batu, sembunyi tangan: Melakukan kejahatan lalu pura-pura tidak melakukan perbuatan tersebut.
Malu bertanya, sesat dijalan: Segan bertanya membuat permasalahan tidak terselesaikan.
Menang jadi arang, kalah jadi abu: Ketika bertengkar, menang atau kalah akan mendapatkan kerugian.
Pucuk dicinta, ulam pun tiba: Mendapat sesuatu yang lebih dari harapan.
Tak ada gading yang tak retak: Tak ada hal yang sempurna.
Tong kosong nyaring bunyinya: Orang yang kurang ilmu banyak bicara.
Ada gula ada semut: Di mana ada kebaikan, pasti ada kejahatan.
Bagai musuh dalam selimut: Orang terdekat yang diam-diam berkhianat.
(MSD)
Frequently Asked Question Section
Apa itu anak emas?

Apa itu anak emas?
Secara harfiah, anak emas artinya orang yang paling disayang.
Apa perlakuan istimewa yang diberikan kepada anak emas?

Apa perlakuan istimewa yang diberikan kepada anak emas?
Di ranah pekerjaan, anak emas biasanya lebih cepat mendapatkan promosi jabatan, kenaikan gaji, dan kelonggaran disiplin kerja.
Apa sebutan untuk perlakuan khusus kepada anak emas?

Apa sebutan untuk perlakuan khusus kepada anak emas?
Gejala perlakuan “anak emas” juga disebut sebagai favoritisme.
