Konten dari Pengguna

Arti Break dalam Sebuah Hubungan dan Kapan Break Harus Dilakukan?

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi break dalam sebuah hubungan. Foto: Pexels
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi break dalam sebuah hubungan. Foto: Pexels

Break merupakan istilah bahasa Inggris yang sudah sangat familiar dan sering dipakai di kalangan masyarakat Indonesia. Meski demikian, masih banyak orang yang salah paham tentang arti break dalam sebuah hubungan percintaan.

Kata break umum digunakan oleh anak muda ketika membicarakan hubungan asmaranya dengan sang kekasih. Tidak hanya secara langsung, kata ini juga banyak ditemukan di cuitan media sosial.

Lantas, apa sebenarnya maksud dari kata break? Untuk mengetahui lebih lanjut terkait arti istilah tersebut, simak penjelasannya dalam ulasan berikut ini.

Arti Break dalam Sebuah Hubungan

Ilustrasi arti break dalam sebuah hubungan. Foto: Pexels

Menurut Kamus Lengkap Bahasa Inggris – Indonesia karya Andre Wicaksono, break artinya “pecah”, “rusak”, “istirahat”, “patah”, “putus”, “retak”, “melanggar”, “menghentikan”, “memutuskan”, dan seterusnya.

Secara istilah, arti break dalam sebuah hubungan adalah “istirahat sementara”. Break menggambarkan bahwa hubungan sepasang kekasih sedang berada di ujung tanduk. Pasangan yang tidak ingin putus biasanya akan memilih break untuk memperbaiki hubungannya.

Masa break (istirahat sementara) ditentukan berdasarkan kesepakatan antar kedua pihak. Waktu yang ideal agar tidak keterusan tanpa ada kejelasan adalah 2-3 minggu. Selama break berlangsung, kedua pihak akan saling mengintrospeksi diri dan memantapkan keputusan untuk ke depannya.

Setelah masa break berlalu, sepasang kekasih ini akan memutuskan untuk meneruskan hubungan atau menyudahinya. Jika break tidak mengubah perasaan salah satu pihak, hubungan tersebut biasanya akan tetap berakhir.

Dalam penggunaannya, sebagian orang masih keliru dalam mengartikan break sebagai kata perpisahan. Padahal, arti break dalam sebuah hubungan percintaan beda dengan kata putus. Berikut perbedaannya.

  • Break belum memutuskan untuk melanjutkan hubungan atau tidak, sedangkan putus berarti telah mengakhiri semuanya.

  • Break belum tentu berakhir, sedangkan putus resmi berakhir.

  • Break dilakukan selama jangka waktu tertentu, sedangkan putus selesai pada hari itu juga.

Baca juga: 4 Tips Sebelum Memutuskan untuk Break dengan Pasangan

Kapan Break Harus Dilakukan?

Ilustrasi kapan break harus dilakukan? Foto: Pexels

Merasakan ketidakcocokan dalam suatu hubungan adalah hal yang wajar. Sebelum memutuskan berpisah, break atau beristirahat sejenak dapat menjadi alternatif yang tepat bagi pasangan untuk menemukan jawaban.

Mengambil langkah untuk beristirahat sementara bukan berarti bahwa hubungan sudah gagal. Hal ini justru dapat menjadi waktu yang tepat bagi kedua pihak untuk memperkuat hubungannya.

Dihimpun dari Very Well Mind, berikut adalah beberapa momen yang tepat untuk mengambil break dalam sebuah hubungan.

1. Ketika membutuhkan waktu untuk fokus pada kebutuhan pribadi

Break dapat dilakukan ketika seseorang menyadari bahwa dirinya membutuhkan waktu untuk lebih memahami kebutuhan pribadi. Jika salah satu atau kedua pihak pasangan tidak yakin ingin membawa hubungan ke arah mana dan seperti apa, break adalah cara yang tepat untuk mendapatkan jawabannya.

Menghabiskan waktu secara terpisah juga akan membantu seseorang dalam menentukan seperti apa hubungan yang diinginkan. Jika sudah paham dengan kebutuhan sendiri, memutuskan suatu hal dalam hubungan asmara tentu akan lebih mudah untuk dilakukan.

2. Ketika tidak kunjung menemukan jalan keluar untuk permasalahan

Break juga sangat baik dilakukan ketika kedua belah pihak sama-sama tidak dapat menemukan jalan keluar untuk permasalahan. Saat mencari solusi, keduanya akan selalu berakhir pada argumentasi.

Dengan memilih break, masing-masing pihak dapat menghabiskan waktunya untuk berpikir tenang dan mempertimbangkan berbagai sudut pandang. Hal ini akan membantu keduanya untuk lebih santai dan tidak tegang dalam mencari jalan keluar atas suatu masalah.

3. Ketika dihadapkan dengan kondisi tertentu

Break terkadang memang diperlukan dalam sebuah hubungan karena tuntutan kondisi tertentu. Misalnya, salah satu dari kedua belah pihak memiliki kesibukan dalam hal pekerjaan atau alasan lain.

Meskipun tetap ingin melanjutkan hubungan, hal ini tidak selalu berhasil dilakukan semua orang. Banyak pasangan yang akhirnya memutuskan untuk berpisah karena kebutuhannya tidak terpenuhi. Sebelum hal tersebut terjadi, break dapat dilakukan sebagai bahan pertimbangan.

(AAA)

Frequently Asked Question Section

Berapa lama waktu untuk break?
chevron-down

Masa break (istirahat sementara) ditentukan berdasarkan kesepakatan antar kedua pihak. Waktu yang ideal agar tidak keterusan tanpa ada kejelasan adalah 2-3 minggu.

Apa manfaat break dalam hubungan?
chevron-down

Memberikan waktu luang untuk kedua pihak dalam suatu hubungan agar saling mengintrospeksi diri.

Apa yang harus dilakukan setelah break?
chevron-down

Setelah masa break berlalu, sepasang kekasih ini akan memutuskan untuk meneruskan hubungan atau menyudahinya. Jika break tidak mengubah perasaan salah satu pihak, hubungan tersebut biasanya akan tetap berakhir.