Arti Bumi Kapetak dalam Penghitungan Weton Jodoh

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dalam kepercayaan masyarakat Jawa, Bumi Kapetak adalah makna di balik hasil penghitungan weton sepasang kekasih yang merencakan pernikahan. Arti Bumi Kapetak mengarah ke hal negatif sehingga sering dihindari oleh para calon pengantin.
Sebagian masyarakat Jawa memang masih percaya bahwa hasil penghitungan weton sangat memengaruhi nasib pernikahan mereka ke depannya. Itulah kenapa tradisi ini tetap dijalankan sampai sekarang.
Weton merujuk pada kombinasi dari 7 hari biasa dengan 5 hari pasaran. Hari pasaran yang dimaksud meliputi Pahing, Pon, Wage, Kliwon, dan Legi. Nama-nama ini diambil dari nama roh yang menjadi bagian dari jiwa manusia menurut keyakinan leluhur Jawa.
Setiap hari biasa dan pasaran disimbolkan dengan angka tertentu agar mudah dihitung. Lantas, bagaimana cara menghitung weton Bumi Kapetak dan seperti apa maknanya? Simak pembahasan selengkapnya dalam di bawah ini.
Arti Bumi Kapetak dan Cara Menghitungnya
Dikutip dari buku Primbon Wanita susunan Rini Widayanti, Bumi Kapetak artinya perjodohan yang kelak akan sering diterpa berbagai cobaan. Tidak hanya itu, pasangan dengan nasib buruk ini akan terus mendapatkan aib yang membuat malu.
Pasangan calon pengantin disebut memiliki nasib Bumi Kapetak apabila penghitungan wetonnya tersisa 5. Lantas, bagaimana cara menghitungnya?
Pertama, Anda harus mengingat bahwa setiap hari biasa dan hari pasaran disimbolkan dengan nilai tertentu. Berikut rinciannya:
Senin: 4
Selasa: 3
Rabu: 7
Kamis: 8
Jumat: 6
Sabtu: 9
Minggu: 5
Pahing: 9
Pon: 7
Wage: 4
Kliwon: 8
Legi: 5
Setelah itu, jumlahkan hari kelahiran Anda dan pasangan untuk menemukan hasil weton perjodohan. Contohnya:
Calon pengantin perempuan lahir pada Kamis Wage, artinya 8 + 4 = 12.
Calon pengantin pria lahir pada Sabtu Legi, artinya 9 + 5 = 14
Jumlahkan weton calon pengantin perempuan dan pria, 12 + 14 = 26
Selanjutnya, hasil penghitungan weton tersebut dibagi dengan angka 7. Disarankan untuk menghitungnya menggunakan operasi pembagian tradisional atau manual, bukan kalkulator. Sehingga, hasilnya adalah 26 : 7 = 3 dengan sisa 5.
Setelah mendapatkan sisa penghitungan weton, sesuaikan dengan maknanya, yakni:
Hitungan sisa 1 - Wasesa Segoro, artinya perjodohannya kelak akan berakhir bahagia. Tidak hanya itu, pernikahan keduanya menjadi wibawa tersendiri bagi mereka di masyarakat.
Hitungan sisa 2 - Tunggak Semi, artinya perjodohannya akan sejahtera, karena keduanya bisa mencari dan mendapatkan kebutuhan pokok dengan mudah.
Hitungan sisa 3 - Sumur Sinaba, artinya perjodohannya berjalan lancar dan bahagia, bahkan menjadi inspirasi serta panutan bagi orang-orang di sekitarnya.
Hitungan sisa 4 - Satria Wirang, artinya perjodohannya kelak akan didera banyak penderitaan sehingga sebaiknya tidak usah bersama.
Hitungan sisa 5 - Bumi Kapetak, artinya perjodohannya kelak akan sering mendapatkan cobaan yang membuat keduanya menanggung malu.
Hitungan sisa 6 - Lebu Ketiup angin, artinya perjodohannya akan selalu mendapatkan halangan dan rintangan.
Baca Juga: Karakter Weton Anggoro Kasih dan Jenis Weton Lahir Lainnya
(DEL)
